Pelabuhan Ambarita Danau Toba Sembrawut, Belum Sebagus Pelabuhan Ajibata

Laporan: Johannes Sinaga, langsung dari Danau Toba Sumut

Ambarita, Detak Indonesia--Kondisi pelabuhan Ajibata di Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir, Sumatera Utara masih terdapat perbedaan yang cukup kontras dengan Pelabuhan Ambarita. 

Atau Pelabuhan Ambarita masih jauh jauh tertinggal dari kondisi pelabuhan Ajibata.

Fasilitas atau sarana infrastruktur yang terdapat di pelabuhan Ambarita terkesan masih seperti pelabuhan rakyat. 

Di mana fasilitas parkir kendaraan atau penumpang  yang akan  diseberangkan, terkesan masih saling mendahului, tak tertib untuk segera masuk ke kapal.

Parkir kendaraan untuk antre tidak karuan dan semrawut sekali 'ini parah ini' karena areal yang belum memadai. 

Kondisi pelabuhan itu kelihatannya belum standar, sesuai dengan harapan masyarakat.

Kondisi Pelabuhan Ambarita, yang terlihat masih butuh penanganan lebih lanjut lagi.(nes) 

Pemandangan tersebut sangat jelas terlihat saat wartawan DetakIndonesia.co.id akan merapat masuk ke KMP "Ihan Batak", yang berlayar dari Pelabuhan Ajibata, menuju pelabuhan Ambarita pada Rabu lalu (28/12/2022) jelang  pergantian tahun 2022 ke 2023. Saat ini sedang berlangsung liburan besar akhir tahun 2022, wisatawan lokal membludak dan wisatawan mancanegara cukup banyak berwisata ke destinasi wisata strategis nasional ini Danau Toba Sumut ini.

Hulman Pasaribu, salah seorang warga di Pelabuhan Ambarita, kepada Detak Indonesia mengeluhkan betapa masih terbelakangnya kondisi pelabuhan di Ambarita itu. 

Pada hal menurut warga tempatan itu mengatakan, Pelabuhan Ambarita satu paket dengan Pelabuhan Ajibata. 

Artinya jika melihat kondisi Pelabuhan Ajibata, dan Ambarita seyogianya sudah sesuai standar nasional. Karena yang membangun kedua pelabuhan itu adalah  Pemerintah Pusat.

"Namun kenapa kondisi Pelabuhan Ambarita dengan Ajibata tidak sama menterengnya ? Inilah yang masih menjadi pertanyaan  dan buah bibir masyarakat. Terutama para pengguna sarana pelabuhan itu sendiri," sebut Hulman heran. 

Salah satu spot panorama indah Danau Toba, terlihat dari gunung di Desa Tanjungan, Kecamatan Simanindo berbatasan dengan Kecamatan Onan Runggu, di Sumatera Utara.(nes) 

 

Warga lainnya di Pelabuhan Ambarita yang tidak bersedia marganya disebutkan mengatakan, awalnya warga di sekitar pelabuhan terkesan kurang mendukung pembangunan pelabuhan itu. Terutama adanya pihak-pihak tertentu yang turut memanfaatkan situasi.

Barangkali hal ini mungkin ada hubungannya dengan pemasukan yang dirasakan akan berkurang atau bahkan hilang, jika pelabuhan baru itu segera diwujudkan. 

Sebagian lagi ungkap dia, adanya permasalahan ganti untung, bukan ganti rugi yang populer didengungkan Pemerintah. Warga pemilik tanah di lokasi wisata ini kalau tanahnya diambil Pemerintah untuk pembangunan demi kepentingan Nasional maunya diganti untung, bukan ganti rugi.

Para pemilik lahan sebagian  menetapkan harga tanah yang cukup tinggi dari harga pasaran atau NJOP yang sebenarnya berlaku di wilayah itu. 

Akibatnya barangkali hal inilah memengaruhi jadwal dan kondisi pelabuhan tersebut hingga seperti saat ini.

Namun demikian lanjut warga ini, pemerintah harusnya tetap berupaya untuk terus melanjutkan pembangunan itu, sehingga mencapai kualitas standar. Dan faktanya kondisi Pelabuhan Ambarita hanya seperti saat ini saja, walau sudah dapat dioperasikan. 

"Inilah sekilas gambaran kecil kenapa kondisi Pelabuhan Ambarita cukup kontras perbedaannya dengan kondisi pelabuhan di Ajibata," ungkap warga ini.

Perbedaan kondisi pelabuhan Ajibata-Pelabuhan Ambarita

Pada Pelabuhan Ajibata memiliki sarana prasarana pelabuhan yang lengkap dan representatif. Lahan parkir luas, baik untuk kendaraan yang baru masuk pelabuhan maupun kendaraan yang sudah menunggu untuk penyeberangan.
 
Jadi kendaraan yang belum memiliki tiket dipisah dengan yang sudah memiliki tiket, sesuai dengan waktu yang telah ditentukan oleh pengendara sebelumnya.

Bagi pengendara yang baru tiba dan belum memiliki tiket, dipersilahkan membeli tiket untuk patuh dan mengikuti aturan antrean.

Jadi, tidak ada kesan berebut atau saling mendahului di pelabuhan Ajibata. Semuanya teratur sesuai jadwal yang telah dipilih oleh pengendara itu sendiri. Sehingga petugas pelabuhanpun tidak mengalami kesulitan untuk melaksanakan tugasnya.

Namun semua kondisi di Ajibata itu, justru berbanding terbalik dengan kondisi di Pelabuhan Ambarita yang kacau balau. Kawasannya strategis Nasional, tapi pelayanan, sarara-prasarananya terbelakang sekali.

Masyarakat menunggu tindaklanjut pembangunan Pelabuhan Ambarita, yang harus diselaraskan dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang telah menetapkan pembangunan Kawasan Danau Toba menjadi
Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). 

Hal ini sesuai dengan program Pemerintah Pusat menjadikan kawasan Danau Toba bagian dari program “10 Bali Baru” di tanah air. Upaya ini diyakini akan dapat menumbuhkan ekosistem ekonomi kreatif yang menarik wisatawan. 

Baik wisatawan domestik maupun mancanegara, sehingga akan  menumbuhkan ekonomi  daerah secara berkelanjutan di kawasan tersebut.(nes)


Baca Juga