Di Terminal AKAP Pekanbaru, Penumpang Bus Susah Dapatkan Kuliner !

Pekanbaru, Detak Indonesia--Setiap lokasi umum (public area) dan lokasi pelayanan umum (service area) biasanya direncanakan (planning) dengan rancangan (design) dan dibangun fisiknya dengan nyaman, pungsional, berguna, memenuhi kebutuhan konsumen.

Namun hal ini tidak tersedia dengan baik di Terminal AKAP Bandar Raya Payung Sekaki (BRPS) Jalan Tuanku Tambusai ujung Pekanbaru, Riau.

Calon penumpang bus yang datang dari rumah, tidak bisa mendapatkan makanan minuman yang diperlukan seperti nasi ampera/nasi bungkus di terminal yang dibangun semasa Wali Kota Drs Herman Abdullah itu. Calon penumpang bus, terpaksa beli nasi bungkus dari luar terminal, setelah sampai di terminal barulah dimakan di lokasi peron bus yang terkontaminasi asap mesin bus.

Foto atas kios/loket bus di lantai dasar terminal AKAP BRPS Pekanbaru kosong melompong. Lantai dua, foto bawah, hanya ada satu kuliner Pak Darwis saja banyak penumpang tak tahu di sini lokasinya.

 

Kalaupun ada layanan kuliner, itupun berada di lantai dua terminal hanya milik Pak Darwis. Itupun nasi goreng, mie rebus, teh Talua, kopi, teh, dan lain-lain. Tak tersedia kuliner  benaran/lengkap seperti Rumah Makan Padang, Nasi Ampera, Warteg, dan sejenisnya. Penumpang pun tak tahu bahwa di lantai dua terminal itu ada satu tempat makan-minum milik Pak Darwis.

Pak Darwis sendiri mengeluh, dia hanya boleh berjualan di lantai dua saja yang sepi pembeli itu. Tak boleh berjualan kuliner di lantai bawah yang ramai penumpang bus. Di lantai satu hanya boleh untuk kios-kios loket bus saja. Begitu aturan dari Kementerian Perhubungan RI kata sumber yang layak dipercaya di terminal itu menjelaskan kepada wartawan.

Kalaupun mau berjualan makan-minum, diberi izin juga di lantai dasar tapi berada di posisi luar terminal tepatnya di koridor terminal, tak boleh dekat dengan loket bus AKAP.

Lantai dasar Terminal AKAP BRPS Pekanbaru sepi penumpang, ramainya di peron bus saja, kuliner nasi Padang dll dilarang jualan di kios lantai dasar di sini.

 

Wartawan media ini pernah coba naik Bus Makmur rute Pekanbaru-Medan pukul 18.45 WIB bangku 2-1 harga tiket Rp375.000 per orang. Sebelum berangkat, sudah tahu dari awal susah mencari nasi Padang di terminal ini saat mau berangkat ke Medan, terpaksa beli sebungkus nasi bungkus Padang ditambah air minum dalam plastik di luar terminal di kawasan Jalan HR Soebrantas Panam Pekanbaru.

Sampai di terminal terpaksa buru-buru makan di lokasi peron bus, karena di perjalanan nanti tak ada berhenti di jalan untuk turun makan-minum. Usai makan lapor ke loket bus Makmur untuk lunasi tiket dan nampak ada dua gelas Teh Talua di kios loket Makmur itu pesanan petugas loket Makmur. Rupanya baru tahu bahwa ada kedai kuliner di terminal ini, tapi berada di lantai dua.

Naik tangga ke lantai dua ngos-ngosan juga menuju kedai kuliner Pak Darwis di atas itu. Pak Darwis sendiri mengeluh juga ditempatkan di lantai dua, sepi pembeli tapi begitu peraturannya. Kalau tak bersedia menyewa di lantai dua itu, silakan angkat kaki, begitu keluh Pak Darwis. Bagaimana lagi demi mencari nafkah, pil pahit terpaksa ditelan juga dengan wajah mengkerut.

Penumpang bus yang mau berangkat dari Pekanbaru tujuan Medan malam hari baru-baru ini.

 

Memang loket bus AKAP istimewa lokasinya berada dalam terminal di lantai dasar. Tapi masyarakat walau ada loket bus di terminal AKAP, mereka membeli tiket di luar terminal misalnya di Jalan SM Amin Pekanbaru yang banyak terdapat  pool bus AKAP, seperti Bus Makmur, PT ALS, Pelangi, RAPI, SAN, dan lain-lain.

Kendati diberi lokasi istimewa di lantai dasar terminal AKAP BRPS, namun banyak ruang loket bus yang kosong melompong tak berpenghuni. Alangkah baiknya loket bus yang kosong melompong ini diganti dengan kuliner aneka ragam seperti juga di bandara Sultan Syarif Kasim II (SSK II) Pekanbaru, agar penumpang bus bisa dilayani makan-minum sebelum berangkat ataupun baru tiba. Ada juga keluhan penumpang bus AKAP, toilet dalam bus terkadang tak ada airnya, krannya rusak diikat pakai karet benen motor. Toilet bau pesing tak diberi pengharum toilet.

Kepala UPT Terminal AKAP BRPS Pekanbaru, Demi Septi sudah dihubungi awak media ini beberapa waktu lalu. Dia ucapkan terima kasih atas informasi ini.

Kesibukan penumpang mau berangkat

 

Lanjut bahwa keluhan-keluhan masyarakat luas Pekanbaru yang menggunakan pelayanan di terminal bus AKAP Pekanbaru ini sudah lama dikeluhkan. Namun sampai akhir Juni 2023 ini belum ada perubahan.

Keluhan warga lagi, dulu keluarga yang membawa mobil atau motor untuk mengantar keluarganya penumpang bus AKAP boleh masuk dari pintu gerbang depan terminal Jalan Tuanku Tambusai ujung. Tapi kini pintu gerbang depan terminal ini ditutup dan harus masuk dari gerbang belakang yang jauh di Jalan Airhitam.

Sebaiknya gerbang depan di Jalan Tuanku Tambusai ujung ini dibuka kembali untuk kendaraan pengantar penumpang bus yang datang dari arah timur atau selatan. Sementara pintu belakang silakan digunakan untuk pengantar yang datang dari arah barat atau utara.

Lantai dasar Terminal AKAP BRPS Pekanbaru saat jam sibuk penumpang mau berangkat malam, tapi sepi karena tak ada aneka kuliner makan-minum. Ramainya di lokasi peron bus. Penumpang bawa nasi bungkus dari luar.

 


Baca Juga