Pj Gubernur Jabar turut Berduka Cita Atas Insiden Kecelakaan Dua KA di Jalur Lintasan Petak Cicalengka

Jumat, 05 Januari 2024 - 20:55:19 WIB

Pj Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin meninjau langsung lokasi kecelakaan Kereta Api Lokal Bandung dengan KA Turangga di petak Jalan Haur Pugur-Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jumat 5 Januari 2024. (Foto: Biro Adpim Jabar/Ist).

Bandung, Detak Indonesia - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin turut berduka cita atas insiden kecelakaan yang dialami dua Kereta Api (KA) Lokal Bandung Raya dengan KA Turangga tujuan Surabaya-Bandung di Jalur Lintasan Petak Cicalengka, Haurpugur, Kabupaten Bandung, Jawa Barat pada Jumat pagi 5 Januari 2024 sekitar pukul 06.03 WIB.

“Pertama kita sampaikan dukacita mendalam pada keluarga dan korban jiwa meninggal. Semoga almarhum mendapat tempat di sisi Allah. Untuk evakuasi masih terus dilakukan,” ucap Bey Machmudin saat meninjau langsung lokasi kecelakaan KA Lokal Bandung dengan KA Turangga di petak Jalan Haur Pugur-Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jumat (5/1/2024).

Bey mengatakan, untuk evakuasi korban, pemerintah menyiapkan enam rumah sakit, yakni RSUD Cicalengka, Puskesmas Cicalengka, Puskesmas Rancaekek, RS AMC, RS Harapan Keluarga, dan RSKK Jabar.

 

Adapun terkait penyebab dari kecelakaan tersebut, kata Bey, masih menunggu investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Selain itu, Bey juga menyampaikan apresiasi atas kinerja cepat tanggap dari pihak PT KAI beserta jajaran Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), TNI/Polri, dan para pihak yang turut membantu dalam proses evakuasi.

“Saya mengapresiasi pada PT KAI, Basarnas, dan TNI/Polri atas kecepatan dalam penanganan kasus ini. Semua penumpang sudah diangkut, jadi sudah tidak ada penumpang di sini dan tidak ada korban dari masyarakat,” ungkapnya.

 

Dari peristiwa tabrakan dua KA tersebut, empat orang kru kereta api meninggal dunia. Adapun empat orang yang meninggal dunia akibat tabrakan kereta api, yakni Ponisam (47) masinis Kereta Api Lokal berasal dari Rancaekek, Julian Dwi Setiono, asisten masinis berasal dari Ngamprak Kabupaten Bandung Barat.

Selain itu Ardiansyah (30) seorang pramugara Kereta Turangga, berasal dari Majalaya, Kabupaten Bandung, yang berhasil dievakuasi, sekitar pukul 13.20 WIB. Satu orang lagi korban meninggal dunia korban yang keempat, hingga pukul 14.31 WIB masih dalam proses evakuasi, Enjang seorang petugas keamanan di Kereta Lokal Bandung Raya. Korban terjepit di bagian depan kereta. (*/sug)