Warga Marah Tutup Jalan, Desak Disdik Riau Bangun Sendiri Jalan Menuju SMAN 18
Warga Jalan Kempas di Jalan Parit Indah RT 05 RW 01 Kelurahan Simpangtiga Kecamatan Bukitraya Pekanbaru di belakang Purna MTQ marah truk proyek pembangunan SMAN 18 merusak jalan warga dan warga akhirnya menutup jalan tersebut truk sarat muatan tak boleh lewat lagi di sini, Ahad (5/5/2024). azf)
Pekanbaru, Detak Indonesia--Puluhan warga RT 05 RW 01 Kelurahan Simpangtiga, Kecamatan Bukitraya Pekanbaru, Riau, kesal karena jalan di lingkungan rumah mereka di Jalan Kempas yang masuk dari akses Jalan Parit Indah di belakang Purna MTQ Pekanbaru rusak akibat dilindas truk proyek yang membawa material pembangunan SMAN 18 Pekanbaru.
Warga akhirnya sepakat menutup akses jalan warga tersebut Ahad (5/5/2024) dengan memasang plang besi yang tak bisa dilewati truk bawa materil proyek dan disarankan agar pihak PPTK Disdik Riau bersama PUPR Riau membuat jalan sendiri menuju SMAN 18 yang sudah dibangun tahun anggaran 2023 lalu senilai Rp2 miliar.
Jalan yang disarankan warga dibuat baru oleh PUPR dan Disdik Riau berada di belakang Perumahan Wing Sudirman Jalan Angsa Putih Kelurahan Simpangtiga Kecamatan Bukitraya Pekanbaru sepanjang 200 meter. Dan warga saat ini melarang untuk tahun anggaran 2024 ini truk yang membawa material proyek SMAN 18 lewat di jalan warga karena selama 2023 lalu truk sarat muatan merusak pisik jalan tanah warga.

Gedung baru SMAN 18 Pekanbaru yang belum memiliki jalan masuk sendiri.
Ketua RT 05 RW 01 Kelurahan Simpangtiga Kecamatan Bukitraya Pekanbaru Munir Saefuddin, yang dikonfirmasi Ahad (5/5/2024) membenarkan warganya keberatan jalan di lingkungan rumah warga di Jalan Kempas dilewati truk angkutan materil proyek pembangunan SMAN 18 Pekanbaru tahun anggaran 2024 ini.
"Memang warga berharap agar membangun jalan sendiri menuju SMAN 18 Pekanbaru ini. Warga sudah ada menyumbangkan lahannya untuk jalan itu sepanjang 200 meter lebar sekitar 5 meter jalan khusus menuju SMAN 18 ini masuk dari Jalan Angsa Putih dan berada di belakang Perumahan Wing Sudirman," kata Ketua RT 05 RW 01 Kelurahan Simpangtiga Kecamatan Bukitraya Pekanbaru, Munir Saefuddin Ahad petang (5/5/2024).
Sementara mantan Ketua RT sebelumnya Syahlan membantah bahwa Jalan Kempas bukan jalan milik warga melainkan jalan Pemerintah. Jembatan Jalan Kempas yang keluar ke Jalan Parit Indah kata Syahlan dibangun oleh Dinas PUPR.

Gedung baru SMAN 18 Pekanbaru yang belum memiliki jalan masuk sendiri di samping Perumahan Wing Sudirman Pekanbaru.
Menurut Syahlan, masyarakat di kawasan ini seharusnya bersyukur dibangun SMAN 18 di sini karena di kawasan ini belum ada SMAN.
Sementara warga juga mempertanyakan pihak Syahlan yang mengaku-ngaku tokoh yang menghibahkan lahan SMAN 18 itu karena menurut warga ada sekitar 30 orang tua selaku tokoh masyarakat terdahulu yang menghibahkan lahan untuk pembangunan sekolah SMAN 18 itu. Jadi bukan Syahlan saja mentang-mentang kerja di Disdik Riau menunjuk diri sendiri menjadi Ketua Komite SMAN 18 padahal anaknya tak ada sekolah di SMAN 18. Seharusnya Ketua Komite ada anaknya sekolah di situ, tapi ini anak Syahlan tak ada sekolah di SMAN 18 ini. Jadi Disdik Riau harus koreksi dan tertibkan aparatnya sendiri, demikian protes warga.
Menurut informasi warga, SMAN 18 Pekanbaru yang baru selesai dibangun tahun anggaran 2023 lalu senilai Rp2 miliar belum ditempati oleh siswa. Saat ini siswanya baru sampai kelas I belajar di Gedung Guru Jalan Parit Indah simpang Jalan Sudirman Pekanbaru. Rencananya tahun anggaran 2024 ini, akan dibangun lagi gedung baru bertingkat dua atau bertingkat tiga di lokasi sama yang belum ada jalan masuk ke sekolah baru ini yang kini mendapat protes keras warga sekitarnya karena mengorbankan merusak jalan warga akibat dilindas truk-truk proyek.(azf)