Tiga Toko Sepatu Bata Tutup di Kota Pekanbaru
Tiga toko sepatu Bata di Kota Pekanbaru tutup menyusul tutupnya pabrik sepatu Bata di Purwakarta, Jawa Barat. Sementara aktivitas jual beli sepatu bekas impor di Pasar Kodim Lantai I belakang laris manis bahkan pedagang sanggup sewa kios, Rabu (8/5/2024). (azf)
Pekanbaru, Detak Indonesia--Tiga Toko Sepatu Bata yang beroperasi di Kota Pekanbaru menutup aktivitas jual belinya, menyusul dampak dari penutupan pabrik sepatu Bata di Purwakarta Jawa Barat 30 April 2024 lalu.
Satu di antara Toko Sepatu Bata yang tutup di Kota Pekanbaru dari penelusuran wartawan Detak Indonesia.co.id, Rabu (8/5/2024) berada di Pasar Kodim Jalan Ahmad Yani Pekanbaru. Dari informasi pedagang reparasi jam dekat ruko Bata ini, menjelaskan Toko Sepatu Bata itu sudah tutup setahun lalu.
Kemudian didapat juga informasi kedua Toko Sepatu Bata di Jalan Tjokroaminoto di samping Sukaramai Trade Center Pekanbaru juga sudah tutup setahun lalu yakni 2023, kini Mei 2024 ruko itu berganti sewa jadi ruko bahan pakaian.
Ruko ketiga Sepatu Bata yang juga tutup berada di Jalan Sudirman seberang depan Sukaramai Trade Center Pekanbaru sudah tutup juga sejak setahun lalu. Tutupnya ruko sepatu Bata ini dikuatkan oleh keterangan tukang parkir di kawasan ini.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Riau melalui Kabid Pengawasan Bayu yang dikonfirmasi Detak Indonesia.co.id, Rabu (8/5/2024) pihaknya belum mendapat informasi bagaimana nasib karyawan toko sepatu Bata Pekanbaru yang telah tutup operasi itu.

Sepatu bekas banyak dijual bebas di Kota Pekanbaru.
Ditanya masalah uang pesangon dampak PHK akibat tutupnya toko Sepatu Bata di Pekanbaru, Bayu juga menegaskan sedang melakukan pengecekan.
"Baik bang..nanti coba saya cek apa pernah ada laporannya...terimakasih atensinya bang," tulis Kabid Pengawasan Disnakertrans Riau Rabu siang (8/5/2024).
Pihak berwenang di Pekanbaru Riau juga sedang meneliti apakah penutupan sejumlah toko sepatu Bata di Pekanbaru, Riau dan daerah lainnya di Riau ini akibat kalah bersaing dengan penyeludupan sepatu second impor yang banyak merajalela akhir-akhir ini.
Di Pekanbaru pengusaha atau pedagang sepatu bekas impor cukup bertahan bahkan sanggup sewa kios di lantai I belakang Pasar Kodim Pekanbaru. Sepatu bekas impor bermerek dijual lebih murah, apakah ini saingan sepatu Bata masih diteliti.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo yang ditanya wartawan masalah tutupnya pabrik sepatu Bata di Purwakarta Jawa Barat ini menjelaskan mungkin masalah kalah bersaing.

Aktivitas penjualan sepatu bekas impor di lantai I belakang Pasar Kodim Pekanbaru.
Industri Alas Kaki Melemah
Sementara Direktur Eksekutif Aprisindo Firman Bakrie menanggapi kemelut tutupnya pabrik sepatu Bata yang diikuti dengan tutupnya ratusan toko sepatu Bata di Indonesia, mengatakan, sejumlah merek sepatu untuk segmen menengah ke bawah sedang mengalami penurunan penjualan pada Idul Fitri 2024 kemarin. Meski demikian, menurut Firman, bisnis sepatu Bata masih akan terus berjalan khususnya untuk bidang ritel.
"Selain produksi di Purwakarta, Bata juga masih memiliki skema bisnis berupa order maklun (pemesanan sepatu ke pabrik lain) untuk brand mereka,” kata Firman sebagaimana dikutip Kompas.com.
Firman mengatakan, tutupnya pabrik sepatu Bata lantaran kerugian dari penurunan pesanan pada Ramadan lalu dengan biaya yang tidak seimbang dengan pemasukan perusahaan. Ia mengatakan, penurunan pesanan terjadi lantaran naiknya inflasi sehingga banyak kebutuhan pokok masyarakat, seperti pangan, yang naik drastis. Karenanya, kata dia, masyarakat masih lebih mengutamakan memenuhi kebutuhan pokoknya.
“Di 2024 ini juga ramai tantangan, mulai dari inflasi pangan, dan lainnya. Beberapa brand padaIdul Fitri kemarin untuk segmen menengah dan menengah ke bawah mengalami penurunan dibanding untuk periode yang sama di 2023. Yang pasti, ini juga berpengaruh pada produsen alas kaki," ucap dia.
Musnahkan Sepatu Impor Bekas
Menteri Perdagangan RI (Mendag) Zulkifli Hasan awal 2023 lalu melakukan pemusnahan terhadap ratusan sepatu impor bekas seludupan yang diamankan dari gudang dekat Kampus Unri Panam Pekanbaru.

Menteri Perdagangan RI Zulkifli Hasan.
Mendag RI Zulkifli Hasan didampingi Wakil Kepala Satgassus Pencegahan Korupsi Polri, Novel Baswedan mengungkapkan barang-barang bekas impor saat ini masih kerap masuk ke Indonesia.
Menurut Novel Baswedan, hal tersebut disampaikannya saat ia ikut melakukan pemusnahan barang bekas di Terminal AKAP, Pekanbaru, Provinsi Riau bersama Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, Jumat lalu (17/3/2023).
"Tentu dari segi pengawasan bahwa masalah, baju, tas, sepatu yang bekas dari luar itu ilegal. Selain berdampak bagi kesehatan, juga hal itu melanggar hukum," kata Novel.
"Karena ini ilegal, maka memiliki potensi adanya pembiaran oleh oknum-oknum tertentu, tentu hal ini harus menjadi perhatian, karena itu bisa menjadi masalah korupsi tersendiri," jelasnya.
Menurutnya, hal tersebut juga berdampak bagi industri dalam negeri, dimana itu harus menjadi konsen dari pemerintah Indonesia.
"Oleh karena itu upaya penegakan hukum dan pemusnahan seperti yang dilaksanakan sekarang, ini akan terus berlanjut. Tentunya kita berharap hal-hal seperti ini bisa dihentikan," tegasnya.

Wakil Kepala Satgassus Pencegahan Korupsi Polri, Novel Baswedan.
Ia juga mengaku, pihaknya nanti akan bekerjasama dengan PPATK untuk menelusuri apabila ada aliran-aliran dana yang berhubungan dengan masalah perdagangan ilegal yaitu impor barang bekas tersebut.
"Ini untuk kepentingan masyarakat, dan untuk menjaga kepentingan industri dalam negeri. Karena kalau ini dibiarkan, dampaknya langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat dan juga kepada perekonomian negara," tegasnya.
Ia mengungkapkan, apa yang dilakukan ini bukan hanya di Riau. Di beberapa daerah lain juga telah dilakukan temuan barang bekas impor dan langsung dimusnahkan.
"Kami tahu bahwa ini bukan hal baru, sudah lama terjadi. Kita berharap upaya-upaya yang dilakukan ini bisa meminimalisir kemudian mendorong untuk praktik-praktik ilegal seperti ini tidak terjadi. Walupun kita sadari, perlu dukungan dan bantuan dari masyarakat serta aparatur dan semua pihak. Karena kalau tidak ada dukungan tentunya ini akan menjadi sulit," tuturnya.
Tentu kata Novel, apabila perdagangan itu sudah di dalam akan menjadi sulit, karena membedakan barang lokal atau impor akan menjadi sulit. Maka dari itu perlu peran dari Bea Cukai, dan pihaknya juga akan berkolaborasi lebih baik lagi untuk bisa mengantisipasi dengan lebih optimal agar betul-betul bisa dicegah sejak dari awal masuk. (azf)