Enam Payung Elektrik di Masjid Agung An Nur Pekanbaru Akan Difungsikan Lagi
Enam Payung Elektrik di Masjid Agung An Nur Pekanbaru sedang diperbaiki pekerja Kamis (30/5/2024) dan rencananya akan difungsikan pada Idul Adha 1445 H. (azf)
Pekanbaru, Detak Indonesia -- Jelang perayaan Idul Adha 1445 H, Masjid Raya Agung Annur Kota Pekanbaru, Riau mulai berbenah diri. Masjid milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau ini sudah melakukan persiapan fasilitas fisik untuk digunakan dalam pelaksanaan salat Idul Adha nanti.
H Mulyono, Wakil Sekretaris Masjid Raya An-Nur Pekanbaru mengatakan, pihaknya telah mempersiapkan lokasi untuk pelaksanaan salat Idul Adha di halaman masjid.
"Kalau cuaca terang atau cerah, (salat Idul Adha) akan dilaksanakan di halaman masjid. Tapi kalau cuaca kurang mendukung nanti maka pelaksanaannya di dalam masjid," kata Mulyono.
Dia mengatakan, tidak menutup kemungkinan pada salat Idul Adha nanti 6 payung elektrik yang ada di halaman masjid akan difungsikan.
"Digunakan, ketika nanti pelaksanaan iven-iven hari besar keagamaan akan kami hidupkan," kata dia.
Berdasarkan tinjauan di lokasi, Kamis siang (30/5/2024), payung elektrik di Masjid Annur saat ini masih belum bisa digunakan. Payung yang meniru konsep payung di Masjid Nabawi itu telah rusak sebelum Hari Raya Idul Fitri 2024 lalu kena hembusan angin dan hujan deras. Akibatnya, masyarakat yang menunaikan ibadah salat ied pada 10 April 2024 lalu tidak bisa menikmati fasilitas senilai Rp41 miliar lebih . Hingga saat ini, sejumlah pekerja masih terlihat memperbaiki salah satu payung elektrik senilai hampir Rp42 miliar itu.
Sejak dibangun 2022 lalu, payung elektrik di Masjid Annur terus bermasalah. Mulai dari terpal yang robek hingga mesin yang rusak. Sebagaimana pernah diberitakan sebelumnya, proyek payung elektrik ini berada di bawah Satuan Kerja (Satker) Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau dengan pagu anggaran sebesar Rp42,93 miliar. Adapun sumber dana berasal dari APBD Provinsi Riau tahun anggaran 2022.
PT Bersinar Jesstive Mandiri memenangkan tender proyek payung elektrik Masjid An-Nur dengan nilai penawaran dan harga terkoreksi sebesar Rp40,7 miliar. Dalam pengerjaannya, proyek enam payung elektrik ini molor dari kontrak awal yang harusnya selesai di akhir Desember 2022. Karena tak tuntas, kontraktor diberi waktu 50 hari untuk menyelesaikan hingga 16 Februari 2023.
PT Bersinar Jesstive Mandiri juga tak sanggup untuk menyelesaikan pekerjaannya. Dinas PUPR Riau melalui Bidang Cipta Karya kembali memberi kesempatan kedua kepada PT Bersinar Jestive Mandiri hingga 28 Maret 2023. Namun, lagi-lagi perusahaan ini gagal melaksanakan pengerjaan proyek tersebut hingga akhirnya di blacklist.
Setelah adanya pemutusan kontrak, PUPR-PKPP Riau rencananya akan mengajukan anggaran untuk melanjutkan pembangunan payung elektrik tersebut pada APBD Perubahan 2023. Namun, sebelum adanya penambahan anggaran pihaknya akan melakukan audit bersama Inspektorat.
Carut marut proyek payung elektrik ini juga memicu beragam reaksi dari berbagai kalangan. Ada yang membentangkan spanduk dugaan korupsi hingga ungkapan kekecewaan ke SF Hariyanto yang kala itu menjabat Sekda Provinsi Riau.
Saat itu, SF Hariyanto menyebut proyek payung elektrik tersebut sudah bermasalah sejak awal. Selain proses tender, tenaga ahli yang digunakan diduga palsu.
Selain itu juga ada isu dugaan keterlibatan putra mantan Gubernur Riau Syamsuar, Muhammad Andri. Andri disebut-sebut menerima suap Rp2,5 miliar dalam proyek enam unit payung elektrik Masjid Annur ini.
Beda dengan Payung Elektrik di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.


Payung elektrik di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh.
Payung elektrik di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh jauh beda dengan Payung Elektrik di Masjid Agung An Nur Pekanbaru. Kalau konstruksi kerangka besi payung elektrik di Masjid Agung An Nur Pekanbaru besinya pipih dan agak tipis, sedang di Baiturrahman besinya tebal dan bulat kuat. Demikian juga di Pekanbaru payung membrane nya tipis, sedang yang di Banda Aceh ini payung membrane-nya tebal.(*/azf)