Anak-anak Kampung Sedih Tak Dapat Berebutan Saat Presiden Resmikan IPAL Pekanbaru

Jumat, 31 Mei 2024 - 18:27:28 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALDT) Bambu Kuning, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Jumat (31/5/2024). (Dok. Sesneg/tim/azf)

Pekanbaru, Detak Indonesia--Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALDT) Bambu Kuning, Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Jumat (31/5/2024).

“Hari ini masyarakat Kota Pekanbaru memiliki sistem pengelolaan air limbah terpusat untuk mengelola air limbah yang ada di Kota Pekanbaru untuk menjaga lingkungan air, menjaga kualitas air tanah, menjaga air baku yang kita miliki,” kata Presiden Joko Widodo dalam sambutannya pada peresmian SPALDT Bambu Kuning, di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

SPALDT ini dikerjakan sejak tahun 2020 dan menelan biaya Rp902 miliar dan memiliki kapasitas 8.000 meter kubik per hari dengan jaringan pemipaan rumah tangga mencapai 11.000 sambungan.

“Sistem pengelolaan air limbah ini telah mulai dikerjakan di tahun 2020 dan menelan biaya yang tidak sedikit, Rp902 miliar, sebagian dibiayai oleh ADB dan juga dari APBN, serta juga dari APBD. Kerja mestinya seperti ini, semuanya bergerak sehingga apa yang kita inginkan bisa selesai,” jelasnya.

 

Presiden meminta SPALDT ini dimanfaatkan dengan baik untuk meningkatkan kualitas air yang ada di Kota Pekanbaru.

“Saya minta agar infrastruktur pengelolaan air limbah ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas layanan air di Kota Pekanbaru dan lingkungan kita agar tetap bersih dan sehat,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini Presiden didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono dan Pj Gubernur Riau Ir SF Hariyanto.

Di luar lokasi IPAL yang diresmikan sudah berkumpul banyak warga tempatan yang menyambut gembira kedatangan dan kepulangan Presiden.

 

Ada keluhan warga dekat bangunan IPAL itu yang konstruksi rumah warga retak diduga akibat dampak pembangunan gedung IPAL tersebut. Kini sedang dinego dimediasi antara warga dengan pihak kontraktor untuk perbaikan.

Rumah warga yang diduga terdampak pembangunan IPAL, dinding retak halaman amblas.

Sementara ada kesedihan anak-anak kampung di lokasi kumuh samping IPAL ini yang tak kebagian pemberian Presiden katanya ada rebutan buku dan baju dari pemberian Presiden kepada anak-anak sekolah dan warga yang khusus berkumpul saat Presiden akan pulang, namun anak-anak kampung ini tak kebagian karena tak boleh mendekat selain kumpulan warga dan anak-anak sekolah tertentu saja di pintu keluar pekarangan IPAL.

Bocah-bocah ini menyebutkan nama dua sekolah SMP yang muridnya rebutan pembagian Presiden. Demikian juga warga.

Bocah-bocah laki-laki yang sedih ini bertelanjang dada tak pakai baju dan sepulang rombongan Presiden, bocah-bocah ini duduk-duduk di pintu keluar lokasi IPAL tak pakai sandal tak pakai baju dan nampak kumuh memandangi bangunan IPAL. Sementara nampak berkeliaran ternak kambing dan domba dekat bocah-bocah ini. Mungkin mereka menggembalakan domba. (sesneg/di/tim)