Hanya Dua Kali Sepekan Air Mengalir Tarif PDAM Tirta Malem Membengkak

Jumat, 26 Juli 2024 - 22:13:14 WIB

Sahrul Ginting mendatangi kantor PDAM Kabanjahe, Kabupaten Karo Jumat 26 Juni 2024. (Saritua Manalu/Detak Indonesia.co.id)

Kabanjahe, Detak Indonesia--Buruknya administrasi dan pelayanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Malem Kabanjahe Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, konsumen dirugikan, komplain tidak sesuai debit air yang diterima dengan harga rekening yang dikeluarkan mengakibatkan kerugian besar bagi pelanggan. Keluhan tersebut disampaikan M br Ginting (32) pelanggan PDAM Tirta Malem warga Jalan Abdul Qadir Kabanjahe depan Gang Caroline Dinas Pasar Satu, Jumat (26/7/2024).

M Br Ginting mengaku bahwa Desember 2023 lalu dia datang ke kantor PDAM Kabanjahe, untuk menanyakan tagihan rekening bulan Desember. Ternyata September, November, ada tagihan padahal selama dua bulan lamanya sama sekali tidak ada air mengalir ke rumah, selain Desember, itu pun hanya mengalir air dua hari sekali, tagihan yang di sampaikan September berkisar Rp159. 000, pada bulan Oktober Rp15,000 dan Desember Rp 669.000. 

Sambungnya lagi, setelah itu di bulan Maret dia mendatangi kantor PDAM lagi untuk pembayaran iuran bulan Februari dan Maret. Hasilnya juga sangat mengecewakan karena tidak sesuai tagihan, air mengalir hanya dua kali dalam sepekan. 

"Karena merasa tagihan air tersebut sudah sangat memberatkan bagi kami sebelumnya sudah saya jelaskan air hanya mengalir dua kali dalam sepekan, uang air sebanyak itu sangat tidak masuk akal, uang yang biasanya kami sisihkan jika penagih rekening tiba, tapi kali ini rekening air tersebut membengkak, saya mendatangi kantor PDAM Tirta Malem Kabanjahe berbicara dengan pihak menajemen tapi pihaknya tidak mengerti soal keluhanku lalu saya pulang dengan sangat kecewa," tambahnya.

Tidak berselang lama datanglah tukang pipa ke wilayah tempat tinggalnya,  ditanyakan ke pihaknya kenapa rekening airnya sangat mahal, padahal air lama tidak mengalir. Pihaknya curiga kalau pipa bercabang dan dia bilang kalau mau buat pipa tunggal ke kamar mandi, harus anda belikan pipa.

Bukti tagihan dari Kantor PDAM Tirta Malem Kabanjahe yang membengkak padahal air lama tak mengalir.

 

"Saya langsung setuju, dugaan sementara mungkin meteran terus berputar padahal air tidak mengalir. Namun sepekan setelah percakapan pipa tidak kunjung diperbaiki ke rumah kami, sampai tiga bulan berlalu," kata M br Ginting padahal pipanya sudah dibelikan.
 
Senin 22 Juli 2024 datang petugas untuk menagih iuran rekening bulan Maret dan April, ternyata hasilnya di luar nalar karena rekening diberikan Rp2,2 juta perbulannya jika di total berkisar Rp4,4 juta untuk pembayaran rekening air selama dua bulan.

"Petugas tersebut tidak menerima keluhanku kata dia hanya bekerja untuk menagih semua iuran yang diberikan dari atasan, dan mengatakan kalau anda ada keluhan silahkan pergi ke kantor PDAM dan jumpai langsung Kepala. Suami saya Sahrul Sembiring Alias mendatangi Kantor PDAM Jumat 26 Juli 2024 sekira pukul 10.00 WIB," ujar M br Ginting. 

"Tadi saya ke kantor PDAM Kabanjahe dan diterima langsung oleh bagian hubungan pelanggan yakni Ibu Wana dan Ibu Harefa," ujar Sahrul.

Dijelaskannya sangat kecewa atas pelayanan PDAM yang sudah jelas jelas nyata petugas tidak profesional akibat kelalaian sehingga merugikan konsumen. Sudah jelas-jelas setelah istrinya melaporkan tagihan rekening air membludak di bulan Maret dan bulan April dengan tagihan Rp4.400.000 yang biasanya sebulannya hanya Rp 400,000 saja akhirnya di bulan Mei dan Juni di Nol kan dengan alasan rekening berlebih, disini bisa kita lihat bahwa mereka sudah mengakui kesalahan tapi ketika disampaikan keluhan, mereka masih berdalih mencari pembenaran.

 

"Maka saya ingin laporkan saja PDAM karena saya yakin bukan hanya kami di rugikan pihak PDAM," tegasnya. 

Elsa Riani Staf Pengaduan PDAM Kabanjahe saat dikonfirmasi mengatakan, sabar dulu ya pihaknya bicarakan baik-baik, itu sudah dinolkan untuk bulan Mei dan Juni, bahwa mengakui rekening memang naik akan dicek masalah ini ke lapangan.

"Kalau ada jawaban pihak kantor yang salah kami harap dimaafkan," katanya. (stm)