PNS, Mahasiswa, Pelajar, Terlibat Narkoba di Riau Ditangkap

Senin, 05 Agustus 2024 - 13:51:31 WIB

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau Kombes Pol Manang Soebeti (kiri) dan Kabid Humas Polda Riau yang baru Kombes Pol Anom (kanan) usai Konferensi Pers di Mapolda Riau Senin (5/8/2024) berdialog dengan tersangka SRH yang bawa 1 kg sabu nabrak pohon di Marpoyan Pekanbaru beberapa waktu lalu. (azf)

Pekanbaru, Detak Indonesia--Operasi Antik Lancang Kuning 2024 merupakan Operasi Kepolisian Kewilayahan (Polda melibatkan Personel Polres/Ta) yang bersifat tertutup dalam rangka penindakan serta penegakan hukum terhadap kejahatan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

Tertangkapnya para pelaku kejahatan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba untuk terciptanya suatu kesadaran dan kewaspadaan warga yang dengan sikap tegas menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba sehingga Provinsi Riau terbebas dari Narkoba.

"Terhitung mulai 11 Juli s/d 01 Agustus 2024 (22 hari) telah dilaksanakan Operasi Antik Lancang Kuning," jelas Dirresnarkoba Polda Riau Kombes Pol Manang Soebeti didampingi Kabid Humas Polda Riau yang baru Kombes Anom dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Senin (5/8/2024).

 

Berikut Hasil Operasi Antik Lancang Kuning:

Total kasus yang berhasil diungkap sebanyak 342 kasus.
2. Total tersangka yang berhasil diamankan sebanyak 485 orang dengan jumlah tersangka laki-laki sebanyak 466 orang dan perempuan 19 orang. Tersangka Ditresnarkoba yang ditahan 13 orang. Tersangka Ditresnarkoba yang direhab 4 orang. Total tersangka Ditresnarkoba : 17 orang. Total hasil razia tempat hiburan yang direhab 16 orang. Tersangka Polres jajaran yang ditahan 467 orang. Tersangka Polres jajaran yang direhab 1 orang. Total tersangka Polres jajaran 468 orang.

Total Barang Bukti yang berhasil disita:
a) Sabu : 20.309,13 gram (20,30 Kg)
b) Ekstasi : 778 butir
c) Ganja : 5.145,96 gram (5,14 Kg)
d) Happy five : 10 butir
e) Uang tunai : Rp143.750.000
f) Mobil : 12 unit
g) Motor : 86 unit
h) Hp : 424 unit

Pekerjaan tersangka antara lain:
a) PNS : 3 orang
b) Swasta : 42 orang
c) Wiraswasta: 203 orang
d) Petani : 62 orang
e) IRT : 11 orang
f) Mahasiswa : 17 orang
g) Pelajar : 25 orang
h) Buruh : 35 orang
i) Pengangguran: 87 orang

 

Secara kuantitas pelaksanan operasi telah berhasil melebihi target operasi 
yang telah ditetapkan dari sebayak 21 kasus, total target operasi yang 
berhasil diungkap sebanyak 30 kasus, sedangkan non target operasi
sebanyak 312 Kasus.

Dalam pelaksanaan Operasi Antik juga telah digelar razia terhadap Tempat Hiburan Malam, Kampung Narkoba dan tempat penginapan dengan menggunakan alat pendeteksi Narkoba alat tes urin oleh Ditresnarkoba Polda Riau dan jajaran didapat hasil sebagai berikut:

Total tempat yang dilakukan razia sebanyak: 997 tempat.

Analisis trend kejahatan Narkoba:
1. Trend penyalahgunaan Narkoba
paling banyak di usia 26 – 55 tahun sejumlah 370 orang. Trend berdasarkan aspek pekerjaan paling banyak wiraswasta dan pengangguran dengan total 290 orang.

 

2. A. Rekomendasi kepada masyarakat: Gerakan dari seluruh masyarakat Riau untuk menolak bahaya Narkoba yang harus di wujudkan dalam satu bentuk nyata yang konkret. Dimulai dari keluarga untuk tidak bersikap permisif, selalu 
mengoreksi dan menentang segala hal yang berkaitan dengan Narkoba. Tokoh masyarakat, tokoh agama harus mempelopori gerak anti narkoba ini bukan lagi dalam bentuk slogan namun tindakan nyata.

B. Rekomendasi kepada pemerintah: Menyiapkan pusat rehabilitasi atau rumah sakit ketergantungan untuk bisa melakukan rehabilitasi medis bagi penyalahgunaan narkoba. Mengimbau pengelola jasa tempat hiburan malam, Kampung Narkoba dan penginapan agar melakukan pengawasan terhadap pengunjung dan masyarakat untuk menjauhi narkoba.

3. Trend daerah pengguna/pengedar narkoba: Kota Pekanbaru di sekitar wilayah Kecamatan Tampan, Kecamatan Senapelan (Kampung Dalam), Kecamatan Bukitraya, Kecamatan Rumbai Pesisir, dan Kecamatan Pekanbaru Kota (Jalan Pangeran Hidayat).

Kabupaten Rokan Hilir daerah rawan Narkoba di Kecamatan Bagan Sinembah, Kecamatan Bangko dan Kecamatan Pujud. Kabupaten Bengkalis di sekitar Kecamatan Mandau. Kabupaten Dumai di sekitar pusat Kota Dumai. (azf)