Pemeriksaan Kedua Muflihun, Dugaan Kerugian Negara Fantastis !
Foto atas mantan Sekretaris DPRD Riau 2020-2021 yang juga mantan Pj Wali Kota Pekanbaru 2023 Muflihun SSTP MAP usai diperiksa penyidik Ditreskrimsus Polda Riau Senin malam tadi (5/8/2024) di Mapolda Riau. Dan foto bawah Dirreskrimsus Polda Riau Kombes Pol Nasriadi beri keterangan pers kepada wartawan. (azf)
Pekanbaru, Detak Indonesia--Untuk kedua kalinya, mantan Sekretaris DPRD Riau 2020-2021 yang juga mantan Pj Wali Kota Pekanbaru 2023 Muflihun SSTP MAP kembali menjalani pemeriksaan intensif di Ditreskrimsus Polda Riau, Senin (5/8/2024). Pemeriksaan pertama dia dulu adalah 1 Juli 2024 selama 10 jam.
Pemeriksaan Muflihun selama lebih kurang delapan jam, dimulai sekira pukul 10.00 WIB dan berakhir pukul 19.00 WIB.
Keluar dari ruang pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Riau, Muflihun lewat pintu belakang gedung utama Mapolda Riau Jalan Pattimura Pekanbaru. Dia sudah ditunggu sekitar 28 orang wartawan yang mencecar pertanyaan kepadanya.
Muflihun menjelaskan bukan hanya ASN, THL, pimpinan DPRD, anggota DPRD yang akan diperiksa. Semoga pemeriksaan ini cepat selesai. Namanya dalam proses belum tahu mana yang salah ada Pengadilan diharapkan data, bukti masih dalam dilengkapi.
Menjawab pertanyaan wartawan ada ribuan dugaan tiket pesawat fiktif, dijawab Muflihun biar polisi yang menyelidiki nanti.
Terpisah, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Riau Kombes Nasriadi kepada wartawan Senin malam tadi (5/8/2024) di Mapolda Riau menegaskan bahwa dugaan SPPD Fiktif di Sekretariat DPRD Riau 2020-2021 jumlahnya fantastis.
"Saya belum bisa menyebutkan besaran angkanya ya karena sedang dihitung. Dari hasil pemeriksaan saksi-saksi termasuk saksi Muflihun ya pemeriksaan ini yang disampaikan saksi-saksi ibaratnya data yang disampaikan ke kami masih bagian di pekarangan depan rumah. Tapi kami Ditreskrimsus sudah punya data dan bukti mulai dari pekarangan depan rumah, di dalam rumah, sampai data di dapur. Bukti sudah ditangan kami, dugaan kerugian negara fantastis," tegas Kombes Nasriadi.
Menurut Kombes Nasriadi, pemeriksaan ini belum selesai, belum kelar. Tadi baru 50 pertanyaan. Belum tuntas 50 pertanyaan kepada Muflihun, yang bersangkutan sudah lelah dan minta pemeriksaannya dipending. Dan direncanakan Kamis 8 Agustus 2024 pemeriksaan saksi Muflihun dilanjutkan lagi.
Pertanyaan penyidik tentang tupoksi Muflihun, siapa pembantu dia di DPRD Riau tersebut, tugasnya apa saja. Indikasi-indikasi penyimpangan anggaran 2020-2021 ada apa tidak? Muflihun bilang sedang difikirkan, namun penyidik kata Nasriadi sudah punya data sudah 102 orang diperiksa dan disambung lagi lusa pemeriksaannya.
Muflihun tidak banyak bawa data jadi menjawab pertanyaan penyidik Polda Riau seingatnya saja. Ditanya wartawan apakah anggota dewan dan Ketua DPRD Riau juga akan diperiksa, dijawab Kombes Nasriadi siapa saja yang terkait masalah ini bisa saja dimintai keterangan nantinya.
Menurut Kombes Nasriadi masalah tiket pesawat, sudah didapat data dari maskapai penerbangan yang fiktif.(azf)