Alamaak, Warga Siakhulu Riau Tewas Setelah Ditangkap
internet
Pekanbaru, Detak Indonesia--
Jamal 31 tahun, warga Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Riau yang diciduk diduga oleh aparat kepolisian karena diduga penyalahgunaan narkotika, informasinya satu orang sudah ditangkap.
Di mana sebelumnya pihak keluarga membuat laporan di Polsek Siak Hulu kemudian laporan polisinya dibuat Polsek Tambang, Polres Kampar Riau atas arahan dari pihak Polda Riau.
Berdasarkan informasi yang berhasil dirangkum di lapangan bahwa ada kabar satu orang pelaku sudah ditangkap pada Senin malam (9/9/2024) dari enam orang yang menangkap Jamal dan ditahan di Polda Riau.
Satu orang yang ditangkap tersebut adalah oknum aparat kepolisian. Penangkapan dilakukan oleh personel gabungan Polres Kampar dan Polda Riau.
Dan kasusnya saat ini ditangani oleh Ditreskrimum Polda Riau. Informasinya juga bahwa ada pemanggilan oleh Bid Propam ke beberapa jajaran anggota untuk diperiksa juga dalam kasus tewasnya Jamal tersebut.
Kabid Propam Polda Riau Kombes Pol Edwin Louis Sengka sebagaimana dikonfirmasi bukamata.co melalui pesan whatsapp pada Selasa malam (10/9/2024) hingga Rabu (11/9/2024) belum memberikan keterangan resmi.
Namun Kamis siang tadi (12/9/2024) kepada Detak Indonesia.co.id, Kabid Humas Polda Riau Kombes Anom menjelaskan akan melaksanakan rilis Kamis siang ini pukul 14.00 WIB.
Sebelumnya Kombes Pol Manang Soebeti, Direktur Reserse Narkoba Polda Riau sebagaimana dilansir bukamata.co sempat membantah bahwa ada penangkapan dilakukan oleh aparat kepolisian.
Untuk diketahui, bahwa berdasarkan pengakuan saudara kandungnya bahwa Jamal ini ditangkap oleh enam orang mengaku dari kepolisian, karena diduga terlibat penyalahgunaan narkotika.
Dia ditangkap enam orang saat berada di Kualu, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau pada Minggu 8 September 2024 pukul 16.30 WIB.
"Almarhum Jamal ditangkap di tempat biasa dia nongkrong," ungkap Rizky abang kandung dari almarhum Jamal Kamis siang tadi (12/9/2024) kepada wartawan.
Menurut pengakuan teman-teman tempat Jamal nongkrong sebagaimana dituturkan Rizky Kamis (12/9/2024) saat ditangkap Jamal dalam keadaan sehat.
Namun pada Senin pagi (9/9/2024) keluarganya dikabari bahwa Jamal dirawat di Rumah Sakit Sansani Pekanbaru. Kemudian dipindah ke RSUD Arifin Ahmad dan sudah dalam kondisi meninggal dunia.
"Kami pun dapat kabar almarhum Jamal berada di Rumah Sakit dari mulut ke mulut sehingga sewaktu kami jenguk ke Rumah Sakit memang adik kami dan kondisi sudah tak bernyawa lagi," ungkap Rizky Abang Jamal.
Kondisi Jamal pun saat dijenguk keluarga penuh dengan luka-luka lebam diduga bekas pukulan. Akhirnya untuk memastikan penyebab tewasnya adiknya, Rizky menyebutkan pihaknya minta di visum di Rumah Sakit Bhayangkara.
Pihak keluarganya pun juga melakukan laporan ke polisi di Polsek Siak Hulu Kampar Riau atas tewasnya almarhum Jamal tersebut. Kini laporan dialihkan ke Polsek Tambang, Polres Kampar, Riau.
Menurut Rizky perkiraan ada unsur dendam dari pihak tertentu. Keluarga menuntut tak menerima kematian Jamal dan minta pelaku dihukum berat.
Di tubuh korban/Jamal ditemukan luka lebam di sekitar mata dan badan. Sebelum ditangkap, Jamal sempat bertemu dengan keluarga dalam kondisi sehat-sehat saja. Namun setelah ditangkap Minggu (8/9/2024) malamnya dikabarkan telah masuk ke Rumah Sakit Sansani Pekanbaru dalam kondisi kritis dirujuk ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru.
"Kami Minggu malam dikabari Jamal sedang dirawat di rumah sakit. Senin pagi (9/9/2024) kami langsung ke RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru ternyata adik kami sudah meninggal dunia pukul 08.00 WIB," kata Rizky Abang almarhum Jamal menjelaskan kepada wartawan Kamis siang tadi (12/9/2024).
Rizky berharap aparat transparan untuk mengungkap kasus dugaan penganiayaan Jamal ini.(tim)