Gedung-Gedung di Israel Runtuh Dihantam Ratusan Rudal Balas Dendam Iran

Rabu, 02 Oktober 2024 - 12:30:49 WIB

Rentetan ratusan rudal Iran menghantam wilayah Israel gedung-gedung di Israel runtuh, Selasa 1 Oktober 2024 belum ada laporan korban jiwa. (tsi) iwa

Tel Aviv, Detak Indonesia -- Sejumlah gedung di Tel Aviv, Israel runtuh dihantam ratusan rudal Iran dalam serangan balas dendam Iran ke Negara Zionis Israel pada Selasa (1/10/2024).

Ratusan warga Tel Aviv Israel berlarian keluar rumah takut terkena reruntuhan bangunan yang digempur rudal Iran dan warga Tel Aviv berkumpul di jalanan bersama pasukan militer Israel yang siaga tinggi.

Pihak Amerika Serikat sebelum serangan balas dendam Iran itu dilancarkan Teheran, Iran telah mengingatkan bahwa Iran akan melakukan serangan ke Israel.

Beberapa rudal Iran berhasil dicegat Iron Dome Israel, namun banyak yang lolos ke kawasan pesisir dan wilayah tengah Israel, disertai suara keras ledakan bom yang meledak di kejauhan. Dari siaran televisi, nampak di tepi Kota Tua, banyak warga yang stop menonton rudal-rudal itu terbang di atas angkasa Israel dalam serangan yang nampaknya belum pernah terjadi sebelumnya.

Beberapa menit kemudian, rentetan  rudal berjejer nampak melintasi udara kota Tel Aviv Israel, dari arah berlawanan. Kilauan cahaya rudal upaya pencegatan iron dome Israel terlihat di langit ditambah suara ledakan keras sekali.

 

Jubir Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Daniel Hagari menegaskan dalam sambutannya di televisi bahwa tidak ada laporan cedera di darat saat Iran menembakkan sekitar 200 roket.

Daniel menambahkan tidak ada lagi ancaman senjata masuk dari Iran untuk saat ini tetapi menambahkan bahwa Israel tetap siap siaga.

Sebelumnya seperti diketahui bahwa Iran telah berjanji akan balas dendam terhadap Zionis Israel atas serangkaian serangan terhadap Iran dan milisi yang didukungnya di seluruh Timur Tengah, termasuk Hizbullah.

April 2024 lalu, Iran meluncurkan serangan dengan menggunakan pesawat nirawak, rudal jelajah, dan rudal balistik ke Israel. Dari total 170 drone, 30 rudal jelajah, dan 120 rudal balistik, sebagian besar berhasil diintersep oleh Israel dan sekutunya sebelum mencapai target di dalam wilayah Israel.

Sebelumnya, Gedung Putih memperingatkan bahwa mereka memiliki indikasi bahwa Iran sedang bersiap untuk meluncurkan serangan rudal balistik terhadap Israel dalam waktu dekat.

 

Daniel Hagari mengatakan Amerika Serikat sudah mengingatkan Israel bakal serangan yang akan datang, dan tentera Israel berada dalam kesiapan tinggi baik ofensif maupun defensif.

Kedutaan Besar AS di Yerusalem mengingatkan seluruh pegawai dan keluarga mereka agar berlindung di tempat aman.

Dalam peringatannya, Kedubes AS mengingatkan warganya untuk tetap waspada dan meningkatkan kesadaran keamanan pribadi mengingat insiden keamanan sering terjadi tanpa peringatan, termasuk tembakan mortir dan roket serta serangan drone.

Israel memulai serangan darat ke Lebanon selatan yang disebut Operasi Panah Utara pada Senin malam, dengan tembakan artileri besar-besaran di sepanjang perbatasan. Serangan darat ini adalah operasi berkelanjutan pertama Israel di Lebanon sejak 2006, ketika kedua negara menandatangani perjanjian damai yang mengakhiri perang 34 hari antara Israel dan Hizbullah, milisi Syiah yang mendominasi Lebanon selatan.

Otoritas Israel Senin 1 Oktober 2024 mengeluarkan perintah evakuasi kepada sekitar 30 desa di Lebanon selatan. Juru bicara militer Israel mengatakan kepada warga agar mengungsi ke utara Sungai Awali, 55 kilometer dari garis perbatasan antara Israel-Lebanon.

 

Dalam situasi serangan udara Israel yang terus menghantam Beirut dan penembakan di Lebanon selatan, tim penyelamat Lebanon melaporkan sudah menemukan 25 mayat dan menyelamatkan 13 orang yang terluka sejak Senin malam itu. Sekitar 600 orang dilaporkan telah mencari perlindungan di sebuah biara di Kota Rmeish, dekat garis biru perbatasan.

Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati, mengatakan keadaan itu tahap paling berbahaya dalam sejarah Lebanon, dan sekitar 1 juta orang dari negara Lebanon mengungsi akibat perang dilancarkan Israel ke Lebanon.

Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah, meninggal dalam serangan bom Israel di Beirut Juma lalu, pukulan besar yang menyedihkan bagi kelompok militan Hizbullah dan dikhawatirkan bakal meluasnya konflik di Timur Tengah. Dan betul terjadi serangan balas dendam Iran terhadap Israel ratusan rudal Iran diluncurkan ke Israel mulai Selasa 1 Oktober 2024. (*/di)