Bocah di Riau Tewas Diterkam Buaya

Rabu, 23 Oktober 2024 - 14:28:45 WIB

Buaya yang menerkam bocah di Kabupaten Indragiri Hilir Riau Senin (21/10/2024) berhasil ditangkap warga dibelah perutnya tapi tak ditemukan korban (foto kiri atas), Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto (foto kanan atas). Foto bawah, jenazah bocah dibawa ke rumah keluarganya untuk dikebumikan. (Dok. Humas Polres Inhil)

Pekanbaru, Detak Indonesia--Seorang bocah Pahrendra (11) tewas diterkam buaya besar saat mandi di sungai Desa Junjangan Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Senin (21/10/2024) sekira pukul 18.00 WIB di Parit Martapura RT 02 RW 003.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto yang diwawancara wartawan di Pekanbaru Rabu (23/10/2024) laporan dari Polres Inhil/Kapolsek Batang Tuaka, melaporkan kejadian bermula saat korban bersama ayahnya, Harmain (55), dan Ketua RT setempat sedang mandi di tepi sungai. Sekira pukul 17.30 WIB, tiba-tiba seekor buaya besar panjang 4 meter muncul dan langsung menerkam si bocah, menyeret korban ke dalam sungai dan memutar-mutar badan korban.

Meskipun Ketua RT sempat menarik kaki korban, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkannya dari cengkeraman buaya.

"Saat kejadian, korban sedang mandi bersama orang tua dan Ketua RT. Hewan buas itu muncul dengan tiba-tiba dan langsung menyeret korban. Upaya penyelamatan gagal, dan buaya membawa korban ke dalam sungai," kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom.

Setelah kejadian, masyarakat setempat segera melakukan pencarian korban. Sekitar pukul 21.20 WIB malam, buaya yang diduga menyerang korban berhasil duluan ditangkap dieksekusi oleh warga. Sementara korban belum ditemukan.

 

Namun, setelah perut buaya dibelah oleh warga, tidak ditemukan tubuh korban di dalamnya.

"Tim di lapangan sempat melakukan upaya pencarian hingga akhirnya korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia keesokan harinya Selasa (22/10/2024) pukul 07.00 WIB pagi. Korban sudah diserahkan ke pihak keluarga dan sudah dikebumikan. Korban luka pada perut dan kaki," jelas Kombes Pol Anom.

Peristiwa ini menambah daftar kejadian serangan buaya di wilayah Indragiri Hilir, Riau khususnya di kawasan sungai (parit istilah orang Inhil, red) yang menjadi habitat alami satwa liar buas tersebut. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar sungai.

Dari dulu hingga kini sudah diketahui bahwa Tembilahan khususnya yang terdapat parit/sungai dan Kabupaten Indragiri Hilir umumnya yang dikenal dengan sebutan "Negeri Seribu Parit" merupakan habitat buaya buas atau tempat hidup buaya liar yang bergerak secara diam-diam (silent). Gerakannya tidak kelihatan di dalam sungai kecil/parit tersebut. Tapi bila warga lengah, maka buaya liar itu tiba-tiba muncul dan menerkam membawanya ke dalam air merobek-robek tubuh manusia. (azf)