Wakil Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Beri Arahan di Pekanbaru, Ada Peluang Kerja di Jepang dan Jerman

Jumat, 29 November 2024 - 16:30:23 WIB

Wakil Menteri Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Ryani SE SH MH (tengah), dan Kadisnakertrans Riau Boby Rachmat (kanan), dan Kepala BP3MI Riau Funny Wahyu Kurniawan. (kiri) foto bersama dengan 150 mahasiswa empat perguruan tinggi bidang kesehatan di Pekanbaru Jumat pagi (29/11/2024). (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)

Pekanbaru, Detak Indonesia--Wakil Menteri Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Ryani SE SH MH memberikan arahan kepada 150 mahasiswa/mahasiswi semester akhir dari empat perguruan tinggi bidang kesehatan Pekanbaru Jumat pagi (29/11/2024) tentang peluang kerja di luar negeri khususnya di Jepang dan Jerman.

Acara ini hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Riau Boby Rachmat SSTP MSi dan Kepala BP3MI Riau Funny Wahyu Kurniawan.

Menurut Wamen Christina, banyak kesempatan bagi masyarakat yang ingin merantau ke luar negeri tentu yang penting memiliki kompetensi. Di acara Sosialisasi Peluang Kerja Luar Negeri Skema Penempatan Program Government to Government (G to G) ini kata Wamen Christina pihaknya menyampaikan peluang-peluang apa saja yang ada dan diperlukan persyaratannya kerja di luar negeri.

Peserta yang hadir ini 150 orang dari empat perguruan tinggi bidang Keperawatan di Pekanbaru peluang yang ada adalah sebagai perawat di negara Jepang dan Jerman. Kemampuan berbahasa Jepang atau Jerman sangat penting bagi calon naker dari Pekanbaru ini. Mungkin les bahasa, atau belajar secara mandiri perlu dan saat pendaftaran dibuka siap untuk ikut serta .

Target tidak ada, tapi kata Wamen mereka ingin mempersiapkan bisa berangkat melalui jalur prosedural. Dalam keseharian perlu dipantau jika ada permasalahan, Negara bisa selalu hadir untuk memastikan perlindungan. Target yang ingin dicapai adalah memberikan sosialisasi kepada adik-adik mahasiswa ada peluang kerja di luar negeri dan bagaimana cara mengambilnya bagaimana cara ikut serta secara aman.

 

Ada keberangkatan yang melalui jalur melancong, Negara terkadang tak bisa mendeteksi tahu-tahu ada permasalahan. Maka berangkatlah mlaui jalur yang sudah didesain Pemerintah dan adik-adik mahasiswa selalu terjaga dan bisa pulang menjadi tenaga kerja migran yang sukses melanjutkan kehidupan buka usaha.

Sementara Kadisnakertrans Riau Boby Rachmat menyampaikan ceramahnya berjudul Peran Pemerintah Daerah dalam Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Boby mengimbau kepada calon tenaga kerja ke luar negeri agar memanfaatkan usia produktif sekarang ini dengan sebaik-baiknya. Disnaker Riau dan kabid-kabidnya siap memberikan informasi yang seluas-luasnya kepada adik-adik calon tenaga kerja Indonesia ke luar negeri. Kendala kerja ke luar negeri terkadang memang sulit mendapat izin dari orang tua. Peluang kerja saat ini yaitu di Jepang, dan Jerman. Ada 150 peserta dari empat perguruan tinggi bidang kesehatan di Pekanbaru yang ikut acara ini.

Menurut Kadisnakertrans Riau dengan sosialisasi ini dapat mengurangi tingkat pekerja migran yang nonprosedural. Jadi masyarakat Riau yang ingin bekerja di luar negeri agar memenuhi kompetensi dan regulasi sehingga tidak bermasalah dan tak  menjadi beban negara. Itulah kehadiran Ibu Wamen sebagai komitmen Pemerintah akan kehadiran negara untuk pekerja migran yang ada di Riau.

Sebelumnya kepada mahasiswa yang hadir diberikan kesempatan untuk bertanya. Salah seorang mahasiswa, Maulana mahasiswa jurusan Kesehatan Masyarakat dari Institut Kesehatan Al Insyirah Pekanbaru bertanya apakah boleh ada kemudahan bagi calon pekerja yang tidak menguasai bahasa asing.

 

Nurhaliza mahasiswi bertanya apakah syarat bekerja di Jerman harus berpengalaman 2 tahun di RS pemerintah atau swasta.

Mahasiswa lainnya, Samuel bertanya apakah kalau betah di negara tujuan kerja bisa menetap di sana.

Menjawab ini Wamen Christina menjawab pertanyaan Maulana bahwa peluang kerja ada di Jepang. Untuk mengetahui lebih lengkap pertanyaan ini bisa dibuka di website BP2MI. Demikian juga pertanyaan Nurhaliza bisa dilihat di website BP2MI.

Kadisnakertrans menganjurkan mahasiswa mempersiapkan diri misalnya belajar bahasa Jerman, bisa mempersiapkan diri 9 bulan bahasa Jerman.

Menjawab mahasiswa Samuel apakah bisa menetap di negara lain saat bekerja di luar negeri, itu tergantung diri sendiri. Bisa tinggal di luar negeri, dan bisa juga dapat isteri di luar negeri bawa pulang ke Indonesia.

Kepala BP3MI Riau Funny Wahyu Kurniawan menjelaskan di Jepang peluangnya adalah menjaga pasien jompo di Jepang. Dua tahun kerja di Jepang atau Jerman, bisa menetap di sana. (azf)