KPK Geledah Rumah Kadishub Pekanbaru Yuliarso, Yuliarso Tidak Ditangkap
Kepala Dinas Perhubungan Pekanbaru Yuliarso beri keterangan pers di halaman depan rumahnya usai delapan penyidik KPK menggeledah rumahnya di Jalan Nilam Sakti 40 B Sigunggung Pekanbaru, Selasa senja (10/12/2024) pukul 18.30 WIB. Empat mobil yang dikendarai KPK nampak keluar dari rumah Yuliarso. (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)
Pekanbaru, Detak Indonesia--Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pekanbaru Yuliarso menjelaskan dirinya hanya dimintai keterangan dan beberapa dokumen diminta pihak penyidik KPK saat sekitar 8 orang penyidik KPK mendatangi rumah pribadi Yuliarso di Jalan Nilam Sakti No.40 B Kelurahan Labuhbaru Barat Kecamatan Payungsekaki Pekanbaru, Selasa senja (10/12/2024).
Yuliarso membantah dirinya ditangkap KPK apalagi ada yang mengira Yuliarso diboyong penyidik KPK ke Jakarta Selasa senja (10/12/2024).
"Tak benar saya ditangkap. Petugas KPK iya mendatangi Kantor Dishub Pekanbaru di Tenayanraya. Lalu ke rumah pribadi Saya sorenya meminta data-data yang mereka perlukan antara lain bukti transfer Rp150 juta. Sudah Saya berikan kepada penyidik KPK," kata Yuliarso saat ditanya Detak Indonesia.co.id di kediamannya Selasa senja tadi (10/12/2024).
Dari pantauan di rumah Kadishub Pekanbaru nampak hadir tokoh Riau dari Rohul Suparman. Suparman menegaskan dia hadir begitu mendengar rumah Yuliarso didatangi KPK.

Mobil putih yang ditumpangi penyidik KPK keluar dari rumah Yuliarso, Selasa senja (10/12/2024) pukul 18.18 WIB.
"Yuliarso ini adik saya. Jadi jangan macam-macam. Saya tahu betul dia ini," tegas Suparman.
Suparman meminta masyarakat jangan sembarang menebak-nebak negatif dulu. Yuliarso ini orang baik, Suparman tahu sekali. Jadi jangan sembarang beranggapan yang negatif. Suparman mengaku melindungi adiknya ini jangan sembarang dituduh macam-macam.
Dalam wawancara dengan wartawan Yuliarso menjelaskan pihaknya benar dilakukan pemeriksaan, penggeladahan, penyitaan oleh KPK di Kantor Dishub Pekanbaru di perkantoran Wali Kota di Tenayanraya Pekanbaru.
"Penggeledahan itu lebih kurang dimulai dari pukul 11.00 sampai 14.00 lebih. Setelah itu KPK meminta Yuliarso bersama-sama ke rumah melakukan penggeledahan. Tadi sudah dilakukan penggeledahan, penyitaan, pemeriksaan terkait dengan kasus yang diduga terjadi kepada para tersangka. Tadi sudah dibuat berita acara dan dimintai keterangan semua sudah kami jelaskan. Jadi sebatas itu tadi," ujar Yuliarso.
Terkait uang Rp150 juta kata Yuliarso pihaknya sudah menjelaskan kepada KPK bahwa dirinya memang diserahkan uang oleh Pak Indra Pomi sejumlah uang tersebut dan dikirimkan.


Kadishub Pekanbaru Yuliarso dan Suparman (kemeja kuning)
"Saya sudah tunjukkan bukti transfer bahwa hari itu juga setelah saya terima dalam kurun waktu 1 jam langsung saya kirim ke yang diperintahkan. Jadi itu sudah saya sampaikan kepada KPK. Jadi sebatas itu. Hari ini KPK sudah selesai melakukan pemeriksaan semua berita acara dan dokumen yang diambil untuk itu. Alhamdulillah sampai hari ini saya masih disini. Dan bila diperlukan kembali saya akan dipanggil kembali," tutup Kadishub Pekanbaru, Yuliarso.
KPK Buru Uang Rp9 miliar yang Ketemu Baru Rp6,8 miliar
Informasi yang berhasil dikumpulkan di lapangan malam tadi dari sumber yang tak ingin disebut identitasnya mengatakan diperkirakan penyidik KPK sedang memburu dan mencari uang total Rp9 miliar dan baru ditemukan sekitar Rp6,8 miliar dari para tersangka yang sudah diamankan. Sisanya Rp2,1 miliar kemana aliran uangnya, kepada siapa uang mengalir belum diketahui dan sedang diburu penyidik KPK. (azf)