Puluhan Alat Berat Eskavator, Masih Meraung-raung Cari Emas PETI di Jorong Tombang
Kawasan Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar. (tsi)
Tinggam, Detak Indonesia--Puluhan alat berat eskavator, meraung-raung cari emas di kawasan penambangan emas tanpa izin (PETI) di Jorong Tombang Kanagarian Sinuruik Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat Sumbar, Sabtu 18 Januari 2025.
Menurut tokoh masyarakat pemegang ulayat di kawasan PETI ini kepada tim wartawan, pihaknya sangat prihatin karena alat berat itu masuk dari luar daerah di malam hari diturunkan truk Terado di pinggir jalan besar Talu dan Tinggam kemudian alat berat itu masuk merangkak di kegelapan malam menuju lokasi tambang emas PETI di Jorong Tombang. Saat razia Jumat 17 Januari 2025, alat berat dilarikan keluar dari Simpang Air Salak menuju jalan besar Tinggam.
Sekitar 25 unit alat berat eskavator telah melakukan PETI selama berhari-hari. Aktivitas ini berada di aliran sungai Batang Soman atau Sungai Pasaman. Ke lokasi ini bisa masuk dari simpang Air Salak, Kotobaru Jorong Pembangunan Kanagarian Cubadak barat, Lanai, Tombang ada pintu masuk Astra, Airsalak, batas Tinggam, Batang Mundur ada tiga alat berat.

Simpang Air Salak menuju PETI Tombang.
Pos 1 di Bateh Samuik (Batas Semut) ada terdapat sekitar 150 KK dari jalan raya Talu 6 km tamu yang datang ditanya oleh mata-mata atau kaki tangan PETI, selanjutnya ke lokasi Tombang 8 km. Dari Tombang k lokasi sekitar 200 meter ke atas berderet 3 km di dalam sungai bekerja alat berat eskavator jarak 300 meter antar alat berat di dalam sungai di dalam sungai itu mencari emas. Pos dua aman tak ada mata-mata PETI yang tanya tamu yang masuk. Yang dekat dari Lanai sekitar 8 km, ke lokasi Tombang tambah 4 km lagi.
Di lokasi PETI Tombang ini, kerja ribuan tenaga kerja. Malam hari mereka termasuk kaum perempuan juga bekerja di dalam sungai itu sehingga nampak kayak cahaya bintang bercahaya di sungai itu.
Menurut warga lainnya, bagaimana tak semangat pekerja PETI datang kesini. Ini disebabkan kadar emasnya murni 24 karat sebesar butiran gula dan pasir halus berkilau kuning emas yang luar biasa. Dulu warga pernah bermimpi ada emas sebesar kuda, inilah yang menyebabkan ramai-ramai orang menambang PETI di sini. Cerita warga lagi dulu katanya pernah Freepot ke sini namun tak berlanjut. Modus para pekerja siluman ini terkadang alat berat eskavator masuk kerja PETI awalnya misalnya mereknya Komatsi dan keluar akan diganti merek Hitacha. Ini agar tak bisa diketahui aparat penegak hukum ciri-ciri alat berat yang dicari.

Petani cabai merah dan kopi keluar membawa panennya di simpang Air Salak tak jauh dari kawasan PETI Jorong Tombang.
Potensi emas juga banyak di bebukitan Gunung Kelabu di Kanagarian Simpangtonang Utara Kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasaman. Mengalir dua sungai di bebukitan Gunung Kelabu ini. Satu sungai namanya Batang Pasaman satu lagi Batang Ranah Batahan. Ini emasnya lebih mantap lagi kata warga. Ramai juga di sini warga menambang emas.
Ciri khas masyarakat di sini, saat wartawan bertamu ke rumah salah satu warga setelah ketemu salah seorang tokoh adat, biasanya habis makan nasi bersama lauk-pauk, warga mengisap-isap potongan pinang hutan. Apalagi kalau ada undangan acara Ninik mamak, yang dihidangkan pertama terkadang pinang hutan. Pinang hutan rasanya ada manis-manisnya sedikit. Bukan seperti pinang biasa yang rasanya kelat. Pinang hutan tak sama dengan pinang biasa. Umumnya masyarakat di kawasan ini menanam pinang hutan itu untuk konsumsi rumah tangga sendiri dan tidak dijual.

Simpang Air Salak menuju Jorong Tombang tempat penambangan emas tanpa izin (PETI) di Kanagarian Sinuruik Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar, penambang naik motor trial, Sabtu 18 Januari 2025.
Jumat subuh (17/1/2025) kata warga melarikan diri di subuh hari satu eskavator di simpang Air Salak cepat-cepat alat berat itu dinaikkan ke atas truk terado karena takut ada razia aparat penegak hukum Jumat itu. (azf)