Ribut Penggusuran 200 Makam untuk Jalan TOL Rumbaibarat Tak Melibatkan RW

Ahad, 26 Januari 2025 - 15:20:02 WIB

Ribut penggusuran 200 makam untuk Jalan TOL di RT 02 RW 05 Kelurahan Agrowisata Rumbaibarat Pekanbaru, Minggu (26/1/2025). (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)

Rumbaibarat, Detak Indonesia--Rencana penggusuran 200 makam warga di RT 02 RW 05 Kelurahan Agrowisata Kecamatan Rumbaibarat, Pekanbaru penuh sengkarut dan ribut karena tidak melibatkan beberapa masyarakat dan tak diketahui Ketua RW setempat Jefri, Minggu (26/1/2025).

Pasalnya kata masyarakat pihak PUPR Riau, PT HKI hanya melibatkan beberapa warga saja seperti Badan Sosial Kematian (BSK) Pak Iwan dan beberapa kaum perempuan.

"Saya Ketua RW 05 tak dilibatkan, tak diberitahu adanya rencana pembongkaran 200 makam warga saya. Saya ketua RW sah hasil pemilihan warga," kata Ketua RW 05 Jefri di lokasi penggusuran Minggu (26/1/2025).

Dalam pertemuan dengan ratusan warga di lokasi makam yang akan digusur, Ketua BSK Iwan menjelaskan ganti rugi makam dewasa yang akan dibongkar Rp5,5 juta per makam. Sementara ganti rugi makam anak-anak Rp5.040.000 per makan anak-anak. Namun beberapa jam kemudian diralat Iwan ganti rugi pembongkaran makam anak-anak menjadi Rp5,4 juta per makam anak-anak.

 

Ketua BSK, Iwan dalam pertemuan dengan warga di lokasi makam Minggu (26/1/2025) menambahkan akan ada 20 petugas khusus pembongkaran makam yang disiapkan PT HKI dan PUPR Riau. Jadi masyarakat tolong isi formulir dulu, penyerahan uang ganti rugi belakangan.

Namun ada sebagian masyarakat sebagai ahli waris setuju dan ada juga yang keberatan. Sebagian warga minta uang ganti rugi dulu.

Ketua RW 05 Jefri yang tak dilibatkan dan tak diberitahu rencana penggusuran dan pembongkaran 200 makam warganya ini mempertanyakan keterbukaan panitia berapa sebenarnya uang/biaya penggusuran/pembongkaran petugas yang disiapkan pihak PT HKI/PUPR. Jefri minta keterbukaan masalah biaya bongkar makam per satu makam berapa, ini dirahasiakan. Namun petugas bongkar makam yang diwawancara mengatakan upah satu makam yang dibongkar Rp780.000. Camat Rumbaibarat Fahruddin Panggabean kata Jefri juga tak diberitahu adanya pembongkaran 200 makam warganya ini.

Penyerahan formulir kepada 200 ahli waris makam yang akan dibongkar makam keluarganya di lokasi makam Minggu (26/1/2025).

Pantauan di lapangan alat berat eskavator sudah stanby di lapangan. Lurah Agrowisata Zulken tak hadir di lapangan. Padahal menurut warga, Lurah ini yang banyak punya peran/mengetahui dalam ganti rugi pembongkaran 200 makam ini. Lurah Zulken yang dikonfirmasi wartawan menegaskan dia sedang di luar kota. Ada wakil Lurah yang hadir. Menurut Lurah Pak Ketua RW Jefri tak dilibatkan sebagai Ketua RW karena Jefri sebagai warga biasa penerima ganti rugi juga makam kedua orangtuanya. Warga heran terhadap Lurah Agrowisata ini. Warga menyorot peran Lurah yang dirasa warga aneh ini. Warga juga minta pihak Kejati Riau menyelidiki masalah ini. (azf)