Indonesia Disalip Negeri Jiran, Malaysia Luncurkan Visit Malaysia 2026
Dari kiri ke kanan searah jarum jam, Gedung Merdeka Kuala Lumpur, peluncuran Visit Malaysia 2026, dan wisatawan asing menikmati kuliner di Bukit Bintang Kuala Lumpur, Malaysia. (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)
Laporan : Aznil Fajri, dari Kuala Lumpur, Malaysia
Kuala Lumpur, Detak Indonesia--Saat Pemerintah Indonesia sibuk mengurusi retret, makan bergizi gratis (MBG), pusing dengan pemutusan hubungan kerja (PHK), lapangan kerja susah, pusing dengan korupsi Pertamina, sibuk urusan kebun sawit dalam kawasan hutan, apalagi daerah Riau tegang dengan masalah urusan parkir, tunda bayar, uang kas daerah minim, namun lain halnya dengan negeri Jiran Malaysia yang gemilang!
Malaysia tak pusing urusan parkir, tak ada tukang parkir di pinggir jalan yang mengutip uang parkir kendaraan. Parkir di pinggir jalan negara ditempat tertentu, gratis! Tak ada preman minta-minta jatah preman. Pedagang UMKM tertib ditempatkan di tempat khusus dan wisatawan ramai ke situ.
Salah satu lokasi favorit wisatawan mancanegara dan domestik di Kuala Lumpur adalah Bukit Bintang. Destinasi wisata ini hampir tiap malam padat wisatawan. Aneka kuliner cukup lengkap di sini di kiri-kanan di Alor Food Street. Hamparan jalan atau di Amerika menyebutnya boulevard Alor Food Street ini di hari biasa saja sudah padat wisatawan. Apalagi Sabtu malam Minggu jarak pejalan kaki hanya hampir sejengkal, begitulah saking ramainya wisatawan mancanagera di Bukit Bintang ini.
Bukan Jakarta, Riau, Medan, Surabaya, tak bisa meniru ini. Bisa! Kan sudah sering studi banding pejabat Indonesia ke luar negeri seperti ke Malaysia, Singapura, bahkan ke Amerika Serikat. Tapi mana bukti penerapan di dalam negeri Indonesia hasil studi banding itu?
Di Malaysia masuk lokasi wisata tak bayar. Paling bayar apabila menggunakan tandas (toilet) untuk buang air besar-kecil sekira dua Ringgit. Toiletnya premium gitu, dapat tissue basah. Tapi ada juga toilet gratis.

Padat wisatawan di pusat kuliner Bukit Bintang Kuala Lumpur. (azf)
Pejalan kaki aman lalu lalang di trotoar yang lebar. Menyeberang jalan di zebra crosspun tertib. Bila lampu merah menyala pejalan kaki stop, kendaraan silakan meluncur. Begitu pula sebaliknya.
Di tempat keramaian umum misalnya di lalu lintas perjalanan orang di pedesterian atau trotoar yang lebar, tak nampak personel polisi atau Cik Malaysia menyebutnya polis sibuk berjaga-jaga di pinggir jalan atau di lokasi keramaian turis mancanagera. Aman kamtibmas.
Angkutan umum atau transportasi massal seperti MRT, LRT, bus umum, lebih banyak dipenuhi wisatawan karena perjalanannya cepat. Ada transportasi bawah tanah MRT dan LRT .
Melangkah jalan kaki di pedesterian Kuala Lumpur polusi udara akibat asap kendaraan tak terasa. Nyaman saja walau melangkah sejauh 2 km. Ramai wisatawan juga belanja di Petaling Street Sabtu (8/3/2025) untuk beli oleh-oleh.
Kini Indonesia benar-benar telah disalip/ditelikung Malaysia. Kampanye Visit Malaysia 2026 resmi diluncurkan, 6 Januari 2025 lalu oleh Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Anwar Ibrahim, lengkap dengan peluncuran logo baru, maskot, dan lagu tema. Upacara pembukaan berlangsung di Kompleks Teknik Malaysia Airlines Berhad di Sepang, Selangor, dan dihadiri oleh Wakil Perdana Menteri, Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi dan Datuk Seri Fadillah Yusof, Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya, Datuk Seri Tiong King Sing, dan Menteri Komunikasi, Fahmi Fadzil, serta sejumlah pejabat lainnya.

Menurut Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya, Malaysia Datuk Seri Tiong King Sing, kampanye ini berpusat pada dua pilar utama, pariwisata berkelanjutan dan bernilai tinggi, yang mencerminkan komitmen negara untuk menawarkan pengalaman yang bermakna sekaligus melindungi kekayaan khas Malaysia.
“Untuk mencapainya, kami telah mengidentifikasi beberapa strategi, termasuk memperkaya pengalaman budaya dan ekowisata, memberdayakan masyarakat lokal, meningkatkan infrastruktur, dan mendorong pengeluaran yang lebih tinggi dengan mempromosikan pengalaman pariwisata khusus,” jelasnya
Kontribusi pariwisata terhadap PDB Malaysia
Bagi negeri Jiran ini, pariwisata merupakan salah satu sektor terpenting di negara tropis yang menawarkan kekayaan alam dan warisan budaya. Pada 2023 lalu, sektor pariwisata secara langsung menyumbang lebih dari 81 miliar ringgit Malaysia terhadap produk domestik bruto (PDB) negara tersebut.
Lampaui Pariwisata Thailand
Malaysia adalah negara ASEAN yang paling banyak dikunjungi pada 2024 dengan 38 juta kedatangan wisatawan asing. Malaysia secara resmi telah melampaui Thailand sebagai negara yang paling banyak dikunjungi di ASEAN pada 2024, dengan mencatat 38 juta kedatangan wisatawan asing yang mengesankan. Pada 2022, pariwisata Malaysia menyumbang 14 persen terhadap PDB Malaysia secara keseluruhan.
Total PDB yang dihasilkan Thailand sepanjang 2022 mencapai 580,69 miliar dolar AS. Posisi ke-3 diraih oleh Malaysia dengan total PDB sebesar 469,62 miliar dolar AS. Pada 2023, sektor Perjalanan dan Pariwisata Malaysia mengalami kebangkitan yang signifikan, tumbuh sebesar 97,8 persen hingga mencapai MYR 157 miliar, yang menyumbang 8,6 persen dari total output ekonomi negara tersebut. Meskipun menandai pemulihan yang kuat, kontribusi ekonomi Perjalanan dan Pariwisata tetap 19,8 persen di bawah level tahun 2019.

Pada 2023, Selangor merupakan destinasi domestik terpopuler di Malaysia, dengan sekitar 27,58 juta pengunjung domestik ke negara bagian tersebut, diikuti oleh ibu kota Kuala Lumpur, dengan sekitar 22 juta pengunjung domestik. Negara bagian yang paling jarang dikunjungi wisatawan domestik adalah Labuan, yang terletak di Malaysia Timur.
Fokus kegiatan ekonomi Malaysia berada pada sektor pertanian, perkebunan, dan pertambangan. Malaysia yang menjadi penghasil karet terbesar di dunia. Tak hanya itu, Malaysia juga banyak menghasilkan kelapa, tembakau, lada.
Mengapa mengunjungi Malaysia pada 2026?
Kampanye 'Visit Malaysia 2026' berfokus pada keberlanjutan dan pertumbuhan ekonomi, dengan menekankan pariwisata khusus dan masa tinggal yang panjang. Upaya untuk meningkatkan konektivitas mencakup kebijakan bebas visa untuk pasar utama seperti India dan rute penerbangan internasional baru, yang meningkatkan daya tarik Malaysia sebagai tujuan wisata global.
Sumber wisatawan asing utama ke Malaysia adalah Singapura, diikuti oleh Indonesia, Thailand, Tiongkok, dan Brunei. Pada 2023, Singapura merupakan sumber wisatawan internasional teratas ke Malaysia, dengan jumlah kunjungan sebanyak 8,3 juta kunjungan.
Selain mendapat julukan sebagai Negeri Jiran, karena negara ini paling dekat dengan Indonesia, juga mendapat julukan sebagai Land of Indigenous Malay atau bisa diartikan sebagai 'Tanah Melayu Adat'.

Musisi jalan menghibur wisman di Bukit Bintang, Kuala Lumpur.
Negeri Jiran Malaysia juga meraih angka kunjungan wisatawan mancanegara yang mengagumkan, di mana angkanya melampaui 20 juta pengunjung hingga bulan Oktober 2024.
Malaysia termasuk negara yang memprakarsai berdirinya ASEAN di tahun 1967, Malaysia juga memiliki beberapa sumber daya unggulan di negaranya. Di antaranya kelapa sawit, timah, karet, teh, padi, bauksit, minyak dan gas bumi, serta emas. Negara tujuan ekspor China, Singapura, Amerika, dan Thailand.
Pariwisata Indonesia
Wisman yang berkunjung ke Indonesia pada Juli 2024 didominasi oleh wisman yang berasal dari Malaysia (13,56 persen), Australia (12,73 persen), dan Tiongkok (9,62 persen). Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnu) pada Juli 2024 mencapai 77,24 juta perjalanan.
Destinasi wisata Indonesia jadi tempat liburan orang terkenal dunia. Pulau Moyo misalnya, salah satu destinasi wisata alam yang ada di Nusa Tenggara Barat dan kerap disebut-sebut sebagai tempat liburan tersembunyi para seleb dunia. Ada juga objek wisata Gunung Merapi, Bali, Candi Borobudur, Pulau Komodo, Taman Nasional Gunung Leuser, Kepulauan Mentawai.
Mengapa pariwisata penting di Indonesia
Dengan mengenali potensi pariwisatanya, akan terbuka peluang baru untuk lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar. Jika dikelola dengan baik, sektor ini akan menjadi peluang emas yang dapat menjadi sumber utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Wisatawan ramai lalu lalang di pedesterian Kuala Lumpur, Kamtibmas terjaga dengan baik tak ada personel polisi di sini.
Indonesia menyambut 13,9 juta wisatawan mancanegara pada 2024, menandai peningkatan signifikan dari 11,68 juta pengunjung yang tercatat pada 2023, Kementerian Pariwisata mengumumkan hal itu dalam siaran pers pada Sabtu lalu 8 Februari 2025.

Di trotoar disediakan air minum mineral gratis untuk warga dan wisatawan. Pemerintahan baik sekali kepada rakyat dan wisatawan.
Mengapa banyak turis asing yang datang ke Indonesia
Indonesia terkenal dengan kekayaan alam yang sangat indah baik dari kekayaan alam di daratan maupun di lautnya, Malaysia sedikit. Alam terbuka dengan berbagai karakteristik pariwisata pegunungan, gua, hutan, sungai, air terjun, pantai dan keindahan bawah laut semakin membuat warga asing senang mengeksplor Indonesia. Tapi kenapa lebih banyak wisman ke Malaysia? Karena Sapta Pesona dan Sadar Wisata masyarakat sangat tinggi. Sangat jarang ada turis yang dirampok, dicelakai, dan sebagainya. Hampir setiap hari jalanan Kuala Lumpur dipenuhi turis asing yang berjalan kaki di pedesterian menikmati objek wisata kota seperti Bukit Bintang, Petaling Street, Batu Gaves, MLCC Part, Twin Tower, dan sebagainya. Mal dan Plaza, hotel terkoneksi dengan jalur transportasi massal. Lebih murah naik MRT, LRT di banding naik taksi. Baik jam sibuk pergi kerja atau pulang kerja, tiket MRT atau LRT tak dinaikkan. Tetap stabil. Di Jakarta ada keluhan warga pada jam sibuk pergi kerja dan pulang kerja, tiket dinaikkan.

Gedung Twin Tower Kuala Lumpur.
Lebih murah naik pesawat dari Pekanbaru-Kuala Lumpur hanya sekitar Rp350 ribu, pulangnya dari Kuala Lumpur ke Pekanbaru sekitar Rp600ribu. Tapi dari Pekanbaru ke Jakarta saat ini tiket pesawat mencapai jutaan rupiah. Maka orang Riau banyak berwisata ke Malaysia murah biayanya daripada ke Jakarta yang penuh polusi, rawan kamtibmas. Penduduk Jakarta bilang daripada berlibur ke Bali lebih baik ke Thailand sesekali ongkos hampir sama. (azf)