Ketua JMSI Sumut Desak Bupati Karo Segera Evaluasi Kinerja Petugas Dinas Pariwisata

Kamis, 10 April 2025 - 11:09:49 WIB

Ketua JMSI Sumut Rianto SH MH desak Bupati Karo Brigjen (Pol) Dr dr Antonius Ginting SPOG MKes dan Wakil Bupati Karo Komando Tarigan SP segera mengevaluasi kinerja petugas Dinas Pariwisata Kabupaten Karo, Rabu (9/4/2025). (Saritua Manalu/Detak Indonesia.co.id)

Berastagi, Detak Indonesia--Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara desak Bupati Karo Brigjen (Pol) Dr dr Antonius Ginting SPOG MKes dan Wakil Bupati Karo Komando Tarigan SP segera mengevaluasi seluruh petugas Dinas Pariwisata di Kabupaten Karo karena dinilai kinerja mereka buruk tidak mencerminkan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan di wilayah Kabupaten Karo, Sumut.

Kritik ini disampaikan oleh Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sumatera Utara Rianto SH MH, dalam konferensi pers yang berlangsung, di Medan, Provinsi Sumatera Utara, Rabu (9/4/2025).

Rianto mengungkapkan bahwa salah satu masalah yang cukup meresahkan adalah petugas Dinas Pariwisata yang bertugas di pos-pos yang telah ditetapkan tidak mengenakan seragam dinas dan pengenal diri, mengaku petugas pariwisata tapi tidak menunjukkan tata krama yang baik  kepada pengunjung, bahkan melontarkan kata-kata ancaman dengan gaya premanisme.

Tindakan Arogansi seperti yang dilakukan petugas Dinas Pariwisata Kabupaten Karo tersebut, menurutnya dapat menimbulkan kesan buruk bagi pariwisata Kabupaten Karo, ketidakprofesionalan ini bahkan bisa membuat wisatawan merasa tidak nyaman/aman saat berkunjung di Kabupaten Karo. 

Dikatakannya lagi adanya insiden yang melibatkan dua oknum petugas retribusi dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga yang terekam kamera sedang mengejar dan menghadang wisatawan dengan gaya yang sangat arogan, seolah-olah bertindak seperti preman, tindakan arogansi yang dilakukan petugas pariwisata itu sangat mencoreng nama baik masyarakat Karo. 

 

Dalam video yang beredar, kedua petugas tersebut bahkan memaksa wisatawan untuk segera membayar retribusi jika ingin masuk ke kawasan pemandian air panas.

"Tidak hanya bagi wartawan, tetapi juga bagi setiap pengunjung yang datang ke Berastagi untuk menikmati suasana rileks dan keindahan kota yang sejuk. Hal ini tentu sangat merugikan citra wisata Berastagi,” ujar Rianto.

Anto Genk begitu sapaannya menambahkan bahwa Bupati Karo harus segera mengambil sikap tegas untuk memastikan bahwa kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

"Kami berharap Bupati Karo dapat menindaklanjuti kasus ini dengan serius agar wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, merasa aman dan nyaman ketika berkunjung ke Berastagi," katanya. (stm)