Baru Dikerjakan Jalan Nasional Pelebaran Tahap II, Kabanjahe - Berastagi Kembali Rusak Parah

Kamis, 01 Mei 2025 - 10:27:45 WIB

Jalan berlubang di depan SPBU Halilintar II Berastagi, sudah banyak memakan korban pengendara sepeda motor, dimohon pihak terkait segera memperbaikinya. Foto diabadikan Kamis (1/5/2025). (Saritua Manalu/Detak Indonesia.co.id)

Berastagi, Detak Indonesia--Baru dikerjakan ditambal sulam Jalan Nasional Kabanjahe - Berastagi tepatnya di depan SPBU Halilintar II, Desa Raya, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, menuai sorotan tajam dari masyarakat pada Hari Buruh Internasional (May Day) Kamis (1/5/2025).

Perbaikan Jalan Nasional yang melintasi Kabanjahe - Berastagi, menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, jalan yang belum lama diperbaiki dengan metode tambal sulam itu kini kembali mengalami kerusakan parah tepatnya di depan SPBU Halilintar II Berastagi, ada tiga titik berlubang kedalaman 50 cm nampak kelihatan itu sangat membahayakan pengguna jalan.

Menurut keterangan karyawan SPBU Halilintar II bahwa jalan berlubang itu sudah sering memakan korban pengendara sepeda motor dan bahkan korbannya dilarikan ke Rumah Sakit Efarina. 

Kerusakan paling parah terlihat di sekitar depan SPBU Halilintar II, di mana aspal mulai mengelupas dan membentuk lubang-lubang yang membahayakan pengguna jalan. Warga mengeluhkan kualitas pengerjaan proyek pelebaran tahap II tahun 2019 yang dinilai asal-asalan dan tidak bertahan lama, meskipun baru beberapa waktu yang lalu selesai diperbaiki sudah banyak jalan tersebut mengalami kerusakan.

Sangat disayangkan anggaran negara sudah digelontorkan, tapi kualitas jalan tidak memadai. Seolah proyek ini hanya dikerjakan untuk menggugurkan kewajiban, bukan untuk kenyamanan dan keselamatan warga,” ujar salah satu warga yang enggan disebut namanya, Kamis 1 Mei 2025.

Pemerintah diharapkan lebih tegas dalam melakukan pengawasan terhadap proyek-proyek infrastruktur, khususnya yang bersumber dari dana APBN. Jika dibiarkan terus-menerus kondisi ini tidak hanya merugikan secara ekonomi, tetapi juga membahayakan keselamatan pemakai jalan. (stm)