Polda Riau Belum Jelaskan Kasus Pembongkaran Jembatan Bailey Jalan Amblas Riau-Sumbar Km 106-107

Ahad, 11 Mei 2025 - 14:08:57 WIB

Foto atas dan tengah adalah jembatan sementara kerangka baja (Bailey) dipasang pertama awal 2025 lalu dan ditinjau Kapolda Riau sebelumnya yakni Irjen Pol Mohammad Iqbal. Foto paling bawah jembatan Bailey itu sudah dibongkar menghabis dana besar tapi mubazir bagaimana pertanggungjawaban dananya? Mei 2025 ini sedang dibangun lagi jembatan baru di jalan amblas Km 106/107 Riau-Sumbar. (azf)

Tanjung Alai, Detak Indonesia--Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan melalui Kabid Humas Polda Riau Kombes Anom Karibianto belum juga menjelaskan ada tidaknya pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat Balai Jalan Kementerian PU Nasional Provinsi Riau, PPK, konsultan, kontraktor dan pengawas, terkait apakah sudah dipanggil diperiksa pejabat terkait skandal proyek gagal pemasangan jembatan Bailey (sementara) di jalan amblas di jalan lintas Riau-Sumbar Km 106-107.

Kasus jembatan amblas ini viral sekali beberapa waktu lalu di jagad maya dan heboh dalam pembicaraan sebagian masyarakat Riau-Sumbar antara lain para supir angkutan barang. Karena jalur itu ditutup total kendaraan tak bisa lewat beberapa hari dulu. Lalu kendaraan dari Sumbar-Riau yang membawa hasil bumi dialihkan ke rute Sumbar-Talukkuantan-Pekanbaru. Akhirnya dibuat jalan darurat di samping jembatan amblas tersebut dan dapat dilalui truk-truk besar seperti truk tronton angkut batu alam dari Sumbar ke Riau saat ini. Kini timbul pertanyaan besar ada hutan HPT yang digunduli diduga penyebab banjir merontokkan jembatan tersebut. Tapi pelaku perusak hutan tak dicegah mendeforestasi hutan Pongkai dan Koto Tuo XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar Riau termasuk hutan di perbatasan Sumbar.

Ribuan hektare Hutan Produksi Terbatas (HPT) Pongkai dan Koto Tuo, Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar Riau di perbatasan Riau-Sumbar Km 110 sudah gundul diekskavator perambah liar. Sekarang sedang berlangsung penanaman sawit besar-besaran di lokasi sini. Gundulnya HPT itu menurut masyarakat inilah barangkali penyebab air bah air besar meruntuhkan jembatan di Km 106-107. Karena hutan sudah gundul tak lagi pohon alam dominan menyerap air hujan yang turun. Fungsi absorbsi (menghisap) akar pohon alam terhadap air sudah musnah digeledor perambah liar yang dibiarkan aparat penegak hukum mengekskavatornya.

Hutan Produksi Terbatas (HPT) Pongkai dan Koto Tuo Kecamatan XIII Koto Kampar, Kampar Riau gundul mengalirkan air besar ke jembatan amblas di jalan lintas Riau-Sumbar Km 106-107.

 

Menurut warga Tempatan ada keterlibatan Ninik mamak menjual lahan HPT ini baik ninik mamak dari Sumbar maupun yang mengaku Tokoh Khalifah di XIII Koto Kampar. Pemodal datang menghadap mereka untuk membeli lahan ribuan hektare, ratusan hektar, puluhan hektar. Tersebut pemodal itu antara lain Toha yang meninggal dunia tabrakan di TOL Bangkinang sepulang membeli lahan sawit di Pongkai-Koto Tuo itu. Kini anak almarhum Toha yang melanjutkan.

Heboh jembatan/jalan ambruk beberapa waktu lalu sampai-sampai Kapolda Riau sebelumnya yakni Irjen Pol Mohammad Iqbal dan jajaran meninjau jembatan amblas tersebut. Tapi apa kabarnya sekarang? Masalah jembatan amblas itu dibawa diam. Wartawan yang konfirmasi kepada Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto tentang adanya informasi sejumlah pejabat Balai Jalan Kementerian PU Provinsi Riau yang bertanggungjawab atas gagalnya pemasangan jembatan darurat dan jembatan itu dibongkar lagi karena tak dibangun pondasi, hingga kini Kabid Humas Polda Riau Kombes Anom belum memberi keterangan pers.

"Nanti saya teruskan ke Krimsus bang," singkat Anom menjelaskan sepekan lalu.

Hingga kini belum ada penjelasan. Demikian juga Kepala Balai Jalan Kementerian PU Nasional Provinsi Riau Yohanes Tulak yang bertanggung jawab atas proyek gagal pemasangan jembatan bailey itu dikonfirmasi sejak Kamis (8/5/2025) belum juga beri keterangan pers sampai Minggu ini (11/5/2025). Sementara hasil pengumpulan data di lapangan oleh tim investigasi menjelaskan sejumlah pejabat Balai Jalan Kementerian PU Nasional Provinsi Riau diperiksa pihak Ditreskrimsus Polda Riau. Termasuk telah dilakukan pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Riau terhadap Satker Wilayah 1 Kementerian PU BP2JP Naimilayanti, informasi telah diperiksa di Polda Riau.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom Karibianto dan Kepala Balai Jalan Kementerian PU Nasional Provinsi Riau Yohanes Tulak.

 

Termasuk beberapa pegawai, konsultan perencana proyek, kontraktor pelaksana, pengawas proyek, dll.

Dari pantauan di lokasi Jembatan yang amblas di Km 106-107 jalan lintas Riau-Sumbar, Kamis 8 Mei 2025 hingga Jumat 9 Mei 2025, rupanya jembatan Bailey (sementara) yang ditinjau mantan Kapolda Riau Irjen Pol M Iqbal beberapa waktu lalu jembatan malang dan menyedihkan itu sudah dibongkar. Tak terpakai. Konon dibongkar karena tak pakai pondasi bawah tanah, diletakkan saja di atas tanah kiri-kanan jalan yang putus (lihat foto). Itu karena kontraktor bongkar tak siapkan pondasi akhirnya takut amblas lagi akhirnya dibongkar. Kini jembatan kerangka baja  itu disimpan di Kantor Satker Balai Jalan Kementerian PU Nasional Provinsi Riau di Marpoyan damai Pekanbaru. Kerja tak becus lalu dimintai pertanggungjawaban mereka. Sampai sekarang belum ada penjelasan pers dari pihak Ditreskrimsus Polda Riau dan Kepala Balai Jalan Kementerian PU Nasional Provinsi Riau terkait skandal proyek jembatan Bailey yang dibongkar tak terpakai ini. Padahal dana darurat membangun jembatan sudah dikucurkan, kemana dananya?

Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Anom K belum kasih penjelasan, sehubungan gagalnya pemasangan jembatan sementara/Bailey awal 2025 lalu itu. Sementara kontraktor yg sudah mengaspal jalan di lokasi itu belum Pak Yohanes Tulak bayar Rp1,5 M dari dana APBN, tunda bayar sampai sekarang. Kenapa?

 

Setelah gagal pemasangan jembatan sementara kerangka baja Bailey (jembatan sementara) miliaran rupiah itu, sekarang Mei 2025 mengucur lagi dana kedua sebesar Rp13.846.541.000,- untuk pembangunan jembatan amblas Km 106-107 tersebut dan dari pantauan tim investigasi di lapangan, kontraktor sedang bekerja pada Kamis 8 Mei 2025 dan Jumat siang (9/5/2205). Alat berat kren nampak sudah selesai menurunkan tiang pondasi warna hitam. Ada dua ekskavator stanby di lokasi proyek.

Ada lagi longsoran baru di ruas jalan lintas Sumbar-Riau di Km 102 akibat tidak padatnya timbunan tanah timbun di bawah jalan sampai ke dasar bawah yang dikerjakan kontraktor. Tiap tahun jalan berlubang-lubang akibat tidak kuatnya pemberian material jalan yang diperbaiki. Penambalan jalan atau patching terkesan asal-asalan. Tahun anggaran 2024 lalu sudah ditambal, awal 2025 ini sudah bergelombang, berlubang/rusak lagi. Jadi tiap tahun modusnya agar dapat dana pemeliharaan lagi. Penambalan yang dilakukan tidak bermutu, cepat rusak.

Apalagi tiap malam jalan lintas Sumbar-Riau dilewati ratusan bus tronton melebihi tonase membawa batu alam dari Sumbar ke Riau dan dikirim ke pabrik-pabrik pemecah batu di sekitar Kabupaten Kampar, Riau lewat jembatan Bangkinang seberang Petapahan, ada PT Viradika dekat SPN, dan PT Lutvindo di Jalan Garuda Sakti dekat Sungai Sibam Km 6. Siang hari agak sepi truk batu alam itu melintas. Kebutuhan material itu antara lain untuk pembangunan jalan TOL yang sedang dikerjakan di kawasan Jalan Rimbopanjang Km 17, Jalan Garuda Sakti Km 7, dan untuk kebutuhan pembangunan lainnya. (azf)