Diduga Sidak Bocor, SPBU Hentikan Aktivitas Langsir BBM Bio Solar
Diduga sidak bocor, aparat tak berhasil menemukan incarannya. Tapi kalau malam hari sampai subuh bakal ditemukan sasaran empuk di sejumlah SPBU jalan lintas timur Pangkalankerinci Pelalawan sampai batas Jambi. Truk industri rebahan kuda di jalan lintas timur Pelalawan batubara tumpah ke jalan, Rabu 14 Mei 2025. (azf)
Pangkalan Kerinci, Detak Indonesia--Praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis Bio Solar di beberapa di SPBU di Kota Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, sudah bukan rahasia umum lagi. Silih berganti warga masyarakat melaporkan kepada pihak terkait, namun hasilnya nihil. Begitu juga halnya dengan media yang secara terus menerus memberitakan seakan-akan seperti jalan rusak, buka tutup kemudian buka lagi.
Dari pantauan media yang ditemani beberapa warga masyarakat di SPBU yang ada di Pangkalan Kerinci, setiap hari puluhan truk langsir milik para mafia BBM baik dari Kota Pangkalan Kerinci sendiri maupun dari Kota Pekanbaru, Riau, mengantre di SPBU di malam hari sampai subuh hingga bisa mencapai 100 meter. Saat orang tidur di malam hari, aktivitas SPBU melayani BBM subsidi jenis is bio solar lancar sekali. Bahkan menggunakan jeregen, baby tank, dll.
Padahal BBM jenis Bio Solar untuk kebutuhan warga masyarakat diperkirakan hanya sekitar 16 Kilo Liter (KL), namun pada kenyataan pasokan BBM dari Pertamina melebihi dari kebutuhan yang diperkirakan, bisa mencapai 40 KL perharinya.
"Nah, kelebihan pasokan inilah yang membuat para mafia BBM bergairah untuk menguras BBM subsidi dari setiap SPBU di jalan lintas Timur mulai dari Pangkalankerinci sampai batas Selensen nihil-Jambi," ujar Sabar saat bersama-sama memantau aktivitas di SPBU PT KSO Nomor seri 14.2836109 Jalan Lintas Timur KM 78 Senin, (5/5/2025).
Berbeda saat media yang juga kembali ditemani warga memantau kedatangan pihak Badan Penyalur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dan Satgas BBM Mabes Polri, Selasa (6/5/2025) terlihat hampir seluruh SPBU di Pangkalan Kerinci, menghentikan aktivitas pengisian BBM Jenis Bio Solar padahal stok BBM masih banyak.
"Terlihatkan bang, mereka ketakutan, langsung menghentikan kegiatan aktivitas langsir," ungkap Sabar lagi sambil tertawa.
Memang terpantau di lokasi SPBU PT KSO aktivitas pengisian BBM Bio Solar tidak berjalan. Biasanya puluhan mobil truk pelangsir BBM berbaris antre namun saat itu tim turun tidak terlihat sama sekali.
Zulfan salah seorang sekurity pihak SPBU PT KSO Nomor Seri 14.2836109 Jalan Lintas Timur KM 78 saat ditemui media di kantornya menyampaikan bahwa seluruh pelangsir BBM diperintahkan pihak menejemen untuk tidak mengisi BBM dan dilarang datang ke SPBU karena akan adanya Inspeksi mendadak (Sidak) dari BPH Migas dan Satgas BBM Mabes Polri.
"Hari ini para pelangsir bubar, siang tadi pukul 12.00 WIB, ada intruksi tiarap dulu karena adanya pemeriksaan dari tim Mabes Polri dan BPH migas pusat," jelasnya.
Masih kata dia lagi, perintah ini datangnya dari pihak menejemen SPBU demi menjaga kelangsungan bisnis SPBU ke depannya.
"Kalau tidak hari ini selesai pemeriksaan, bisa jadi esok hari. Kalau pun tidak siap esok hari, berarti lusa," katanya sambil berlalu.
Melihat kondisi ini sangat mengecewakan, karena informasi Sidak bisa bocor kepada para SPBU yang nakal. Untuk itu warga masyarakat meminta pihak BPH Migas dan Satgas BBM Mabes Polri cukup menggunakan informasi yang disampaikan masyarakat dan media yang telah lelah memberitakan kecurangan yang terjadi.
"Tolonglah para bapak-bapak yang terhormat, mohon ditindak, terutama Kapolres Pelalawan karena ini terjadi di depan rumah mereka pada malam hari sampai subuh, seru sekali antre truk industri," katanya mengakhiri. (tim)