Ribuan Preman Hutan Rambah Hutan, Oknum Baju Hijau Beli Kayu Gergajian, Kades Pura-pura Tak Tahu
Foto bawah, kawasan hutan di Desa Cipang Kiri Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokanhulu Riau sudah berubah jadi kebun sawit menurut cerita warga salah satunya milik mantan Wakil Bupati Rokanhulu Riau dan ada juga kebun sawit milik mantan Gubernur Riau. Foto kiri atas Kades Cipangkiri Asri SPd, foto tengah atas Kades Tibawan Radius, foto kanan atas Tim Investigasi DPP TOPAN RI, Rahman konfirmasi ke staf Kades Cipangkiri, Riko, Senin (26/5/2025). (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)
Rokan IV Koto, Detak Indonesia--Setelah luluhlantak ribuan hektare hutan negara dibabat preman hutan di Desa Pongkai, Koto Tuo, Binamang, Siasam batas Desa Balung Pangkalan Sumbar Kecamatan XIII Koto Kampar, Riau, kini ribuan hektare kawasan hutan negara dibabat preman hutan di Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) Riau, sejak Minggu 25 Mei 2025 hingga Kamis 29 Mei 2025.
Tim gabungan investigasi DPD TOPAN RI Rahman dan media yang turun di puluhan desa di Kecamatan Rokan IV Koto Rohul Riau sejak Minggu 25 Mei 2025 hingga Kamis 29 Mei 2025 ribuan preman hutan masuk hutan menumbang kayu, ada membawa mesin chainsaw (gergaji rantai). Kayu log yang ditumbang digergaji menjadi kayu olahan gergajian dijual kepada pembeli oknum baju hijau. Koordinator pembeli kayu olahan/gergajian di Rokan IV Koto Rohul Riau ini disebutkan warga ada oknum baju hijau Manik. Kades Cipangkiri Asri SPd kepada tim ini mengatakan oknum baju hijau itu dari info warga adalah Ma harus sepengetahuan dia kalau mau main kayu di kawasan itu. Kalau tidak sepengetahuan Ma akan disikat si Ma itu, demikian jelas Kades Cipangkiri Asri SPd Jumat (30/5/2025). Sementara info lain menyatakan Manik itu groupnya 3 orang. Pemain lain ada namanya Putra, Wandi, Lubis dan masih banyak lagi. Kadang orang lain jual nama M. Oknum polisi tak ada main kayu di sini. Entah iya entah tidak itulah info warga, Kades belum pernah ketemu Ma itu.

Kayu gergajian dari hutan puluhan desa di Rokan IV Koto Kabupaten Rokanhulu, Riau. (azf)
Sebelum keliling hutan desa di Kecamatan Rokan IV Koto Rohul Riau, tim masuk Candi Muara Takus Desa Batu Bersurat, Desa Koto Tuo, Desa Tanjung, Desa Sibiruang, Desa Gunung Malelo, Desa Bandur Picak (Kabupaten Kampar) Riau, lalu masuk Kabupaten Rokanhulu Kecamatan Rokan IV Koto masuk Desa Pendalian, Desa Cipang Kiri, Desa Cipang Kanan, Desa Tibawan (hutan dibuka alat berat, mesin chainsaw meraung-raung menumbang kayu log hutan negara) info warga mau buka tambang batubara). Dan akhirnya masuk Desa Rao, Panti, Lubuksikaping Kabupaten Pasaman Timur Sumbar. Kemudian cek hutan cek potensi air panas di Taman Wisata Rimbo Panti, masuk Desa Tinggam Kabupaten Pasaman Barat, balik lagi ke Panti, Lubuksikaping, Bonjol, Kumpulan, Palupuh, Gadut, Bukittinggi, Payakumbuh, Pangkalan masuk simpang Balung cek hutan negara bagian dari 58.000 ha hutan XIII Koto Kampar Riau telah dibabat ditanam tanaman sawit, terus ke Desa Siasam XIII Koto Kampar, Desa Sungai Sarik Kamparkiri, Desa Lubuk Ogung Kamparkiri hulu, lewat di atas jembatan Sungai Sitingkai Lipatkain Kamparkiri, Desa Pantai Raja, Desa Perhentian Raja, Teratakbuluh.
Hasil pengumpulan data di Desa Cipangkiri Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokanhulu (Rohul) Riau dari keterangan staf Desa Cipangkiri, Riko dijelaskan di desa ini ada kebun sawit PT Sawit Rokan Semesta (PT SRS) sudah tanam sawit 4.000 ha rencana kabarnya mau buka 11.000 ha. Tahun 2012 awal tanam 4.000 ha tersebut. Sawit ditanam sampai ke pinggir Sungai Mentawai. Menurut Tim investigasi DPP TOPAN RI Rahman, sesuai SK Menhut RI No.36/2025 dari 4.000 ha yang ditanam, ditolak 1.650 ha. Janji PT SRS membangun kebun plasma warga Desa Cipangkiri sampai kini belum juga direalisasikan PT SRS masyarakat sudah marah saat ini.

Transaksi jual beli dan pemuatan kayu gergajian di malam hari di depan tower Desa Cipangkiri Rokan IV Koto, Rohul Riau, Senin malam (26/5/2025). (azf)
Di depan tower sebuah operator Telkom di Dusun Banjar Datar Desa Cipangkiri Kecamatan Rokan IV Koto Rohul Riau pada malam hari ditemukan tempat pemuatan kayu gergajian ke truk. Kata supir dan warga pembeli kayu gergajian ini punya empat truk Colt Diesel warna kuning ditutup terpal gelap aktivitas di malam hari. Kayu gergajian dari tebangan hutan para preman hutan tadi ditampung dibeli oleh oknum pembeli baju hijau inisial M dan satu lagi inisial Ha.
Sementara ada juga pembeli lainnya juga main kayu di Rokan IV Koto truk ada warna putih dan tak tentu. Kondisi demikian oknum Kades Disorot Tim Investigasi diduga seperti "bermain" pura-pura tak mengetahui adanya aktivitas perambahan hutan ribuan hektare di Kecamatan Rokan IV Koto Rohul ini.

Rumah dan vila-vila milik mantan Wakil Bupati Rohul inisial IG kini 2025 anggota DPRD Riau sebelumnya kawasan ini hutan yang sudah dibabat, mantan Gubernur Riau kata warga pernah tidur di vila ini dan mantan gubernur kata warga juga ada kebun sawitnya ratusan hektare di depan tower dekat vila ini. (azf)
Kades Cipangkiri Kecamatan Rokan IV Koto Rohul Riau Asri SPd yang dikonfirmasi sejak beberapa hari lalu hingga Kamis 29 Mei 2025 belum memberikan keterangan. Tim investigasi sudah datang ke Kantor Desa Cipangkiri menemui Kades Asri SPd namun yang bersangkutan tidak ada di kantornya Senin 26 Mei 2025. Tim hanya ketemu Sekdesnya Junaidi dan stafnya Riko. Disampaikan bahwa Kades Asri SPd sedang ke Pekanbaru ada tugas.
Didapat juga cerita dari warga Cipangkiri ini ada juga mantan Wakil Bupati Rohul inisial IG membuka kawasan hutan cukup luas tanam sawit dan membangun villa-vila, rumah warna kuning, tempat ibadah. Dan kata warga mantan Gubernur Riau inisial Sy pernah tidur di vila IG yang kini IG menjabat sebagai salah seorang anggota DPRD Riau 2025 ini. Sy kata warga juga punya kebun sawit di seberang lahan IG ratusan hektare juga kebun sawit. Masih cerita warga, ada sekitar 800 ha kebun sawit milik salah satu bos Rumah Sakit swasta besar di Pekanbaru.



Foto dari atas ke bawah Kantor Desa Cipangkanan, kayu gergajian di bawah Jembatan Tibawan, hutan yang ditraktor alat berat kata warga akan dieksplorasi tambang batu bara di Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rohul, Riau. (azf)
Pembeli kawasan hutan dijadikan kebun sawit di Kecamatan Rokan IV Koto Rohul Riau ini adalah pemodal besar, belum tersentuh Tim Penertiban Kawasan Hutan (PKH) Kejagung RI dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Demikian juga kawasan hutan di Kecamatan XIII Koto Kampar Kabupaten Kampar Riau yang hutannya dibabat ribuan hektare ditanam sawit belum tersentuh belum ditindak Tim PKH Kejagung RI dan Kejati Riau.
"Kami akan laporkan oknum Kades Cipangkiri ini ke Tim PKH dan Kejati Riau diduga membiarkan kawasan hutan dibabat ditanam sawit," tutup tim Tim Investigasi DPP TOPAN RI Rahman.
Menurut Badan Pusat Statistik Kabupaten Rokanhulu Riau tahun 2015, luas Hutan Lindung (HL) di Kecamatan Rokan IV Koto ini seluas 27.012,50 ha, Hutan Produksi Terbatas (HPT) 37.168,60 ha, Hutan Produksi dapat Dikonversi (HPK) seluas 8.393,80 ha. (azf)