Dinamit Tambang Diledakkan, Rumah Warga Berguncang Keras Kayak Diguncang Gempa!

Sabtu, 31 Mei 2025 - 17:28:45 WIB

Dinamit tambang galian C batu alam andesit diledakkan, rumah warga berguncang keras kayak diguncang gempa. Sementara lereng jalan Pangkalan Sumbar ada yang runtuh dan longsor mengkhawatirkan. (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)

Pangkalan, Detak Indonesia--Masyarakat di Gunung Malintang, Nagari Manggilang, Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat dalam sepekan ada sekitar tiga kali diguncang ledakan dinamit dari tambang Galian C (batu alam andesit) perusahaan tambang di kawasan itu.

"Rumah kami berguncang keras kayak diguncang gempa. Lereng jalan runtuh dan longsor. Ledakan dinamit tambang batu alam dilakukan tiga kali dalam seminggu yakni Senin, Rabu, Jumat," kata salah seorang ibu rumah tangga di Gunung Malintang Pangkalan Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar, baru-baru ini.

Warga menjelaskan hal itu kepada Tim Investigasi DPP TOPAN RI Rahman dan Tim media saat ngopi di kedai depan rumahnya baru-baru ini.

Hal senada juga disampaikan tokoh adat yang dihormati di Pangkalan, Datuk Melayu Ongku Muid Manggilang.

"Surau suluk kami ini pernah rusak konstruksi di bawahnya akibat guncangan ledakan dinamit PT Ansar Terang Crushindo (PT ATC) tambang batu alam di Pangkalan ini. Kerusakan surau kami sudah diganti rugi pihak PT ATC ratusan juta rupiah," kata Datuk Melayu Ongku Muid Manggilang yang dikenal sebagai guru spiritual Thariqat Naqsabandi di kawasan Sumbar.

 

Ada isu di kampung bahwa diduga PT ATC belum mengantongi izin dari Kementerian ESDM. Kawasan tambang yang dimiliki lahannya oleh masyarakat kalau kerjasama dengan investor/perusahaan, maka bagi hasilnya setiap 1 ton batu tambang Rp15.000 sampai Rp18.000 untuk pemilik lahan. Dan sukarela untuk sumbangan Nagari sekitar setengah dua ribu atau Rp1.500,-. Sumbang sukarela untuk Nagari ini dibantah Wali Nagari Manggilang Noviardi dengan mengatakan tidak ada sumbangan itu untuk Nagari Manggilang.

Pimpinan PT Atika Tunggal Mandiri (PT ATM) melalui Staf HRD Nadirman yang coba dihubungi di lokasi tambang di kantornya belum berhasil ditemukan.

Sementara Kapolsek Pangkalan Aiptu Iwan membenarkan adanya penggunaan dinamit ditambang galian C batu andesit PT ATM. Menurut Aiptu Iwan itu sudah ada izin dari Polri. Masalah gangguan lingkungan masyarakat karena adanya guncangan ledakan dinamit itu, menurut Iwan bukan tanggungjawab polisi. Silakan ke instansi lainnya tanya. Lokasi tambang dengan rumah penduduk berjarak sekitar 500 meter.

Wali Nagari Manggilang Noviardi saat bertemu dengan tim ini di Kantor Mapolsek Pangkalan menjelaskan tambang PT ATC ada izinnya dulu dikeluarkan Kabupaten. Dulu perizinan tambang bisa diterbitkan Kabupaten. Sekarang 2025 belum diketahui ada aturan baru apakah PT ATC ada izin dari Kementerian ESDM. 

Sementara tambang batu kali usaha rakyat juga tetap berjalan diangkut mobil L-300 dari batang air/kali/sungai di sekitar Pangkalan.(azf)