Kecamatan Dolat Rayat Laksanakan Inovasi Sumpah Beruang, Sulap Sampah Berubah Uang

Kamis, 26 Juni 2025 - 20:00:14 WIB

Camat Dolat Rayat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Junaidi P Sembiring SSTP SSos MIKom melakukan sebuah terobosan Inovasi yang berjudul LISA (Lihat Sampah Angkat) sehingga terlihat Kecamatan Dolat Rayat menjadi bersih, indah dan lestari. (Saritua Manalu/Detak Indonesia.co.id)

Dolat Rakyat, Detak Indonesia--Kehidupan manusia tidak akan terlepas dari adanya sampah. Sampah yang dihasilkan dari rumah tangga, industri, sekolah dan pabrik berupa sampah organik dan sampah anorganik yang menjadi masalah akibat dari penumpukan sampah yang menimbulkan bau yang kurang sedap yang mengakibatkan pencemaran lingkungan yang bisa merusak kesehatan masyarakat.

Setiap manusia pasti menghasilkan sampah, tak terkecuali sampah makanan. Seiring bertambahnya penduduk dunia, sampah makanan pun meningkat sedangkan sebaliknya, ketersediaannya semakin terbatas. Kantong plastik, bungkus makanan dan minuman, pakaian bekas furniture rusak dan juga sisa makanan disebut juga sampah.

Kabupaten Karo menghasilkan 187 ton sampah setiap harinya dan akan semakin meningkat setiap tahunnya (BPS 2020). Sampah menyebabkan banyak pengaruh buruk pada lingkungan dan memiliki dampak buruk bagi kesehatan dan juga dikhawatirkan menurunkan citra berwisata ke Kabupaten Karo. Kecamatan Dolat Rayat adalah salah satu Kecamatan di Kabupaten Karo yang mempunyai 7 (tujuh) Desa dan merupakan pintu gerbang masuk menuju Kabupaten Karo.

Pada 2023 Camat Dolat Rayat, Junaidi P Sembiring SSTP SSos MIKom melakukan sebuah terobosan Inovasi yang berjudul LISA (Lihat Sampah Angkat) sehingga terlihat Kecamatan Dolat Rayat menjadi bersih, indah dan lestari, namun masih ada permasalahan yang perlu dipecahkan, yaitu pengurangan jumlah sampah yang harus dibuang ke TPA. Adapun sampah-sampah yang selama ini dibuang belum melalui tahapan pemilahan dari rumah.

Sampah yang benar benar tidak dapat dijual dan diolah lebih lanjut dibuang ke TPA. Seperti diketahui sampah botol plastik dan kertas masih dapat dijual untuk menghasilkan uang, sampah makanan dapat digunakan menjadi makanan ternak sedangkan sampah organik lainnya dapat diolah menjadi pupuk kompos. Sampah di luar dari pada plastik, kertas makanan organik dan sampah organik lainnya merupakan sampah beracun adalah sampah yang akan dibuang ke TPA dan jumlahnya jauh lebih kecil setelah pemilahan.

Camat Dolat Rayat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Junaidi P Sembiring SSTP SSos MIKom gotong royong membersihkan sampah bersama masyarakat Dolat Rayat. (stm)

 

"Jadi kami Kecamatan Dolat Rayat berinisiatif membuat Inovasi SUMPAH BERUANG (Sulap Sampah Berubah Uang), agar masalah sampah dapat diatasi dengan mudah. Dengan adanya inovasi Sumpah Beruang, Kecamatan Dolat Rayat membuat satu kebijakan dimana 7 desa yang ada di Kecamatan Dolat Rayat melakukan pemilahan sampah dari rumah sebelum membuang sampah ke TPA," kata Camat Dolar Rayat Junaidi P Sembiring SSTP SSos MIKom dalam bincang-bincang dengan wartawan Detak Indonesia.co.id, Kamis 26 Juni 2025.

Menurut Junaidi, keberhasilan penanganan sampah harus didukung oleh kesadaran masyarakat untuk memilah sampah yang dapat ditukar dengan nilai berupa sembako, menjual sampah ke Bank Sampah Simpatik Desa Sugihen Kecamatan Dolat Rayat, inilah salah satu inovasi yang selama ini telah dilaksanakan dengan menggandeng pihak Ketiga seperti : PT Tirtasibayakindo (Aqua), CFK, LWR, Starbucks, dan donatur dengan cara membuat pasar murah sembako bagi masyarakat desa dengan cara membeli/menukar sampah dengan sembako, ya harus membeli sembako menggunakan sampah yang dibawa dari rumah masing-masing dan saldo yang ada di buku tabungan nasabah bank sampah, harga yang dipatok juga hanya 50 persen dari harga normal namun harus ditebus dengan sampah (botot) yang dibawa ke bank sampah Simpatik Sugihen Kecamatan Dolat Rayat.

Melalui inovasi ini diharapkan sampah tidak lagi mencemari Lingkungan. Keberhasilan dalam menangani sampah ini juga diharapkan bisa menciptakan kawasan wisata yang indah di pandang oleh mata, menarik, berseri, asri, sejuk dan bebas dari sampah.

Sebelum Adanya Inovasi

Sebelum adanya inovasi, sampah MERUPAKAN MASALAH di Kecamatan Dolat Rayat disebabkan masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari rumah sebelum membuang sampah pada tempatnya. Adapun sampah-sampah yang selama ini dibuang belum melalui tahapan pemilahan dari rumah. Sampah yang benar benar tidak dapat dijual dan diolah lebih lanjut dibuang ke TPA.

Seperti kita tahu sampah botol plastik dan kertas masih dapat dijual untuk menghasilkan uang, sampah makanan dapat digunakan menjadi makanan ternak sedangkan sampah organik lainnya dapat diolah menjadi pupuk kompos. Sampah di luar dari pada plastik, kertas makanan organik dan sampah organik lainnya merupakan sampah beracun adalah sampah yang akan dibuang ke TPA dan jumlahnya jauh lebih kecil setelah pemilahan. Sampah yang mempunyai nilai jual dapat dijual/ditabung ke Bank Sampah simpatik Sugihen Kecamatan Dolat Rayat.

 

Masalah sampah yang rumit, sampah itu menimbulkan bau yang tidak sedap, banyaknya lalat yang beterbangan dan hinggap di sampah tersebut, nyamuk yang bisa membawa sumber penyakit kepada warga di sekitarnya, dan sampah tersebut bisa merusak Lingkungan atau mencemari Lingkungan serta merusak kesehatan warga.

Sampah rumah tangga organik dan anorganik banyak berserakan dan menimbulkan bau yang tidak sedap sehingga merusak Lingkungan dan Pemandangan. Sebelum adanya Inovasi SUMPAH BERUANG (Sulap Sampah Berubah Uang) Kecamatan Dolat Rayat, masyarakat membuang sampah masih secara gelondongan.

Kondisi Sesudah Adanya Inovasi

Dengan adanya Inovasi SUMPAH BERUANG (SULAP SAMPAH BERUBAH UANG) merubah kebiasaan masyarakat untuk hidup bersih bebas dari sampah dan masyarakat terbiasa untuk mengumpulkan dan memilah sampah dari rumah sebelum dibuang ke TPA. Sampah yang mempunyai nilai jual untuk menjualnya atau menukarkannya menjadi uang yang bisa meningkatkan ekonomi masyarakat tersebut dan merubah Kecamatan Dolat Rayat menjadi Kecamatan yang bersih, Indah, berseri dan bersinar terutama di lingkungan masyarakat pemukiman warga menjadi bersih dan tidak bau sampah.

Di samping itu juga kegiatan gotong-royong yang selama ini telah terbangun baik di tengah-tengah masyarakat memberikan bukti nyata semakin kokohnya kebersamaan masyarakat dalam memerangi sampah baik melalui kegiatan jumat bersih maupun gotong royong rutin lainnya.

Tahapan memilah sampah pada Inovasi Sumpah Beruang Kecamatan Dolat Rayat yaitu : Memilah sampah dari rumah kita.

Sampah Organik     

Sampah Anorganik


Sampah B3 (sampah bahan berbahaya dan beracun)

 


Pemilahan sampah anorganik (plastik, logam, kaleng, kertas dan lain-lain) dipisahkan sesuai jenisnya


Masyarakat mengantar sampah anorganik yang sudah dipisah ke bank sampah


Pihak Bank Sampah menerima sampah yang sudah dipilah dan mengembalikan sampah yang tidak memiliki nilai jual (Tidak Sesuai Kriteria)

Menimbang sampah yang sudah diterima dan membuat bon faktur sampah


Menghitung nilai atau Rupiah yang diperoleh sesuai dengan yang tercatat di bon faktur dan menyerahkannya kepada pemilik sampah

 


Bank sampah juga menawarkan masyarakat dapat menukarkan sampah dengan sembako ataupun Bank sampah menyediakan tabungan bagi masyarakat yang ingin menabungkan hasil nilai sampahnya. (stm)