Masyarakat Sion Utara dan Sion Runggu Sambut Hangat Pembangunan Jembatan Lae Luhung
Pelaksanaan konstruksi pembangunan Jembatan Lae Luhung. (nes)
Uruk Tolong, Detak Indonesia-- Masyarakat Desa Sionom Hudon Utara/ (Uruk Tolong - Sangkalan)-Kecamatan Parlilitan - Kabupaten Humbang Hasundutan- Sumatera Utara, bersyukur dan menyambut gembira adanya pembangunan Jembatan bernama Jembatan 'Lae Luhung'. Jembatan tersebut menjadi akses utama atau akses satu satunya dari Desa Sion Runggu (Sitapung) menuju Desa Sion Utara dan juga sebaliknya.
Apalagi sungai atau bahasa setempat menyebut "Lae" Luhung ini memiliki kedalaman yang cukup ekstrem. Yakni lebih 70 meter dari atas permukaan air.
Kedalaman sungai itu menjadi momok yang sangat menakutkan bagi siapapun yang melewatinya. Seakan bertaruh nyawa saat melewati jembatan itu.
Untunglah selama ini walau dengan kondisi memprihatinkan itu, semua kendaraan yang lewat dapat menyeberang dengan aman dan selamat.
Dan kondisi jembatan yang sudah mengalami penuaan bahkan keropos itu, dikhawatirkan bisa rubuh kapan saja, selama kondisinya tidak diperbaharui.
Keraguan masyarakat itu sekaligus juga dambaan akan jembatan baru dan permanen tersebut, nampaknya sudah di depan mata. Wujud jembatan itu dipastikan nyata setelah PT Asri Power Prima (APP), bersama PT Karya Prima Cipta Utama (KPCU), sejak awal Juli 2025 lalu, telah memulai pembangunan pondasi konstruksi.
Dikerjakan oleh perusahaan konstruksi yakni PT PKCU yang juga selaku pelaksana konstruksi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air 'Lae Rahu 2' yang saat ini juga sedang berlangsung.
Menanggapi pelaksanaan pembangunan jembatan itu, Kepala Desa Sionom Hodon Utara, Raja Jonri Tinambunan, menjawab Detak Indonesia mengatakan, masyarakat dari kedua desa bertetangga tersebut menyambut gembira adanya pembanguan Jembatan Lae Luhung.
Dikatakan Jonri, masyarakat Desa Sionom Hudon Utara, sudah sangat lama mendambakan kehadiran jembatan permanen di wilayah itu.
Selain karena usia jembatan yang lama sudah di atas 50 tahun. Tentu saja sangat dikhawatirkan bisa rubuh, apalagi saat dilewati kendaraan berat.
Jadi kehadiran jembatan Lae Luhung baru ini, dipastikan akan mendukung geliat pembangunan infrastruktur yang akan terus dilakukan pemerintah.
Diperkirakan kekuatan jembatan itu bisa bertahan lama, kokoh dan akan mendukung sepenuhnya aktivitas dan kelancaran transportasi masyarakat.
Untuk itu, tambah Tinambunan, kepada seluruh masyarakat diharapkan agar mendukung pelaksanaan pembangunan jembatan itu.
"Jangan ada pihak yang coba mengganggu, apalagi menghambat jalannya pembangunan. Siapapun yang mengganggu, akan berhadapan dengan seluruh masyarakat dari kedua desa bertetangga itu," tegas Jonri.
Selain itu, lanjut Kades ini lagi, kehadiran PT APP dan PT KPCU di wilayah tersebut wajib didukung oleh seluruh lapisan masyarakat.
Karena kehadiran perusahaan telah terbukti peduli dan berkontribusi langsung terhadap kemajuan dan masa depan masyarakat.
"Ini harus kita dukung bersama sehingga antara perusahaan dan masyarakat tercipta satu hubungan yang saling membutuhkan demi kemajuan bersama," pinta Raja Jonri Tinambunan.
Sementara itu, tokoh masyarakat dari Desa Sionom Hudon Runggu, Parlin Maharaja, senada dengan tokoh masyarakat dari Desa Sion Utara, Parningotan Sinaga, lewat ponselnya menyebut, masyarakat menyambut gembira dan penuh sukacita adanya pembangunan jembatan itu. Begitu juga para anak rantau sangat bersyukur saat mendengar adanya kepedulian perusahaan yang beroperasi di wilayah itu.
Dengan kelancaran arus lalulintas ke depan, dipastikan akan mendorong kemajuan di berbagai bidang dan sektor pembangunan.
Sebab jalan dan jembatan, adalah dua komponen infrastruktur strategis yang tidak bisa dipisahkan. Dan harus dimiliki untuk menuju masa depan gemilang dari seluruh masyarakat.
Selain jembatan, PT APP dan PT PKCU juga telah berjanji akan memperlebar jalan dari ujung jembatan menuju Uruk Tolong sejauh 300 meter.
Kalau sebelumnya kondisi jalan itu sangat sempit dan rawan, menjadi kekhawatiran tersediri bagi masyarakat saat melintas di wilayah itu. Karena tepi jalan dari ujung jembatan menuju Dusun Siganda menjadi sangat rawan karena berada persis di tepi jurang.
Apalagi di ujung jembatan terdapat jalan bersiku, yang cukup menyulitkan pengguna kendaraan saat melintas di lokasi itu.
Ke depan, setelah pembangunan jembatan itu rampung, maka lebar jalan juga akan dimaksimalkan.
"Dengan demikian aktivitas transportasi masyarakat akan semakin lancar dan juga ekonomi nantinya dipastikan akan meningkat," ucap Parlin senada dengan Parningotan.
Sekaligus juga memperlebar Jalan yang selama ini sempit dan mengancam pengguna jalan. Diharapkan pembangunan infrastruktur dasar ini akan mendukung pembangunan di berbagai bidang nantinya. (nes)