Masyarakat Desak Satreskrim Polres Tanah Karo Segera Tangkap Dalang Penyerangan Brutal di Desa Ketaren Kabanjahe

Sabtu, 02 Agustus 2025 - 13:09:46 WIB

Masyarakat Kabupaten Karo berharap kepada Satreskrim Polres Tanah Karo tangkap dalang penyerangan di Desa Ketaren Kabanjahe, Jumat (1/8/2025).(Saritua Manalu/Detak Indonesia. co.id)

Kabanjahe, Detak Indonesia--Masyarakat Kabanjahe berharap kepada Satreskrim Polres Tanah segera menangkap dalang  serangan brutal yang dilakukan sekelompok gangster (OTK) yang menggunakan senjata tajam seperti parang, kelewang, lembing, dan batu di sebuah warung kopi di kawasan Jalan Nasional, Desa Ketaren, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo Provinsi Sumatera Utara, Minggu, (27/7/2025).

Serangan tersebut dinilai cukup terorganisir dugaan bahwa sudah direncanakan, bukan sebatas mobil dilempar batu, pelaku dengan brutal menganiaya warga secara membabi buta. Apalagi OTK tersebut mencapai sebanyak dua puluh lima orang dan semuanya bersenjata tajam. Jumat 01 Agustus 2025 pelaku tiga orang sudah ditangkap Satreskrim Polres Karo, dan masih tahap melakukan pengembangan, masyarakat Kabupaten Karo berharap agar dalang pelaku utama segera diungkap ke publik.

Hasil penelusuran dari beberapa warga yang mengaku berada di sekitar lokasi peristiwa menyebut, mereka sama sekali tak mengetahui adanya peristiwa pelemparan batu ke arah mobil yang dikendarai para pelaku saat melakukan aksi penyerangan.

Warga mengungkap, salah satu korban serangan atas nama Mikael Sembiring justru berada di dalam warung kopi tersebut saat serangan terjadi. Saat itu Mikael terlihat tengah duduk bersama beberapa orang sembari berbincang bincang dengan rekan-rekan.

"Korban saat kejadian sedang duduk bersama beberapa orang di satu meja mereka sedang membahas soal rencana pelaksanaan pertandingan beladiri. Mikael ini adalah seorang atlet MMA. Kayaknya dia mau buat turnamen gitu," ungkap warga, namun setelah beliau keluar warung langsung diserang. 

Dikatakannya lagi, usai menghajar Mikael dengan sajam, mereka langsung menyerang mobil branding Laskar Merah Putih (LMP), secara membabi buta.

 

"Setelah itu massa masuk ke warung sambil mengancam saya yang duduk minum sambil meletakkan sabit di leher saya, dengan lantang mengatakan kau anak mana? mana Rukun? Seolah olah sudah punya target serangannya," kata MT. 

MT menjelaskan Ormas tersebut saya lihat terbagi menjadi dua kelompok, satu kelompok menghajar Mikael, dan satu kelompok lagi mencari Rukun di duga Ketua LMP Sumut ke warung dan menghancurkan mobil LMP di depan warung, mobil tersebut merupakan milik Thomas Sinuhaji yang merupakan pengurus LMP Sumut, diduga Mikael  merupakan korban salah sasaran, karena menganggap bagian dari pengurus LMP,  pelaku yang berjumlah sebanyak berkisar 25 orang dominan orang luar Karo sehingga tidak mengenal targetnya paparnya. 

Untuk diketahui pasca kejadian tersebut telah memakan dua korban yakni :

1. Mikael Sembiring (27), Satpam BRI asal Desa Rumah Kabanjahe, mengalami luka tusuk di perut dan luka sayat di tangan kanan.
2. Arista Tarigan (35), warga Mulia Rakyat, mengalami luka di kaki kanan.

Dengan sudah dilakukan penangkapan terhadap pelaku, publik berharap agar dalang utama di balik kejadian tersebut secepatnya ditangkap, siapa pun yang terlibat segera diungkap ke publik dan dihukum seberat-beratnya agar efek jera. (stm)