RS Awal Bros Pekanbaru Bersiap Layani Pasien Nuklir

Senin, 04 Agustus 2025 - 17:36:15 WIB

dr Reza Rinaldi, dokter Kedokteran Nuklir RSUP Dr Hasan Sadikin-Bandung, Senin (4/8/2025). (Johanes Sinaga/Detak Indonesia.co.id)

Bandung, Detak Indonesia--Masyarakat Riau yang menderita penyakit tiroit, dan yang harus menjalani ablasi, tidak perlu lagi berobat ke luar daerah.

Sebab saat ini Rumah Sakit Awal Bros-Sudirman Pekanbaru, tengah membangun fasilitas kedokteran Nuklir.

Dengan demikian, jika semua rencana berjalan lancar, maka tidak lama lagi, rumah sakit tersebut akan dapat melayani pasien terapi nuklir. Sebagaimana yang dilakukan di beberapa rumah sakit yang ada di Indonesia saat ini.

Demikian diungkapkan dr Reza Rinaldi Harahap, kepada Detak Indonesia di Kedokteran Nuklir RSUP Dr Hasan Sadikin-Bandung, Jawa Barat, Senin (4/8/2025).

Reza menyebutkan, sebelum beroperasi dilakukan terlebih dahulu peninjauan.  Peninjauan akan dilakukan oleh Bapeten (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) untuk menilai apakah kelengkapan dan bangunannya sudah layak untuk operasional.

 

Untuk itu, dalam waktu dekat lanjut dia, pihaknya akan ke Pekanbaru mendampingi Bapeten, sehingga nantinya dipastikan apakah sudah bisa beroperasi atau masih ada yang harus dilengkapi.

Sebab kata Reza, untuk dapat melayani pasien di rumah sakit nuklir, rumah sakitnya harus memiliki berbagai kelengkapan teknis dan non teknis sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Sehingga dalam pengoperasiannya nanti tidak mengalami kendala atau dampak buruk pada lingkungan. Mulai dari legalitas formal maupun masalah teknis serta non teknis lainnya.

Seperti kelengkapan fasilitas Pet Scan dan Speekt-CT serta peralatan lainnya untuk kelengkapan serta fasilitas ruang rawat inap/ruang isolasi bagi pasien yang akan diterapi.

"Kalau bangunan, diyakini sudah sesuai dengan ketentuan konstruksinya. Namun demikian, belum dapat dioperasionalkan sebelum ada rekomendasi dari pihak yang berkompeten," jelasnya.

 

Untuk itu lanjut Reza yang gemar olah raga pagi itu menyebutkan, bagi pasien dari Riau selama ini harus ke RSHS Bandung atau ke Jakarta, untuk menjalani ablasi, maka doakan saja agar semuanya bisa berjalan lancar.

"Mudah mudahan tak lama lagi ablasi tiroit nantinya sudah bisa dilakukan di Pekanbaru," sebut Reza yakin.

Terpisah, Elyanti salah seorang pasien di Kedokteran Nuklir RSHS Bandung asal Pekanbaru - Riau, kepada Detak Indonesia, saat melakukan pengecekan administrasi untuk melakukan isolasi tiroit tersebut mengatakan, melakukan Ablasi di RSHS Bandung menurutnya cukup menyita energi.

"Walau kita pasien BPJS, tentu saja masalah biaya akomodasi serta transportasi, juga waktu yang  cukup harus kita sediakan. Mulai dari sejak keberangkatan sampai pulang kembali ke Pekanbaru, tentu saja butuh energi dan waktu. Mendengar info akan ada pelayanan kedokteran Nuklir di Pekanbaru, tentu saja hal itu cukup melegakan hati. "Saya sangat bersyukur kalau nantinya terwujud di Pekanbaru, bahkan teman lainnya juga dipastikan berpendapat sama. Karena kita tidak perlu lagi mengeluarkan biaya banyak maupun meninggalkan keluarga," ungkap Ibu ini gembira.

"Mudah mudahan semua fasilitas yang dibutuhkan segera tersedia, sehingga nantinya kita tidak perlu lagi ke luar kota untuk ablasi tiroit, sebagaimana biasanya," sebut Ibu ini penuh harap.(nes)