Hobben Berutu Tewas Ditembak Sesama Pemburu

Senin, 11 Agustus 2025 - 15:55:28 WIB

Korban tiba di RS Polda Sumut untuk dilakukan Autopsi Forensik terhadap korban Hobben Berutu. (ist)

Parlilitan Detak Indonesia--Nasib malang tidak dapat ditolak, inilah kejadian yang dialami Hobben Berutu (33) warga Desa Tornauli, Kecamatan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Hobben tidak menyangka saat dia tengah mengamati hama babi yang akan masuk ke ladang miliknya.

Sedang asyik mengamati ladang tersebut, sambil merayap di atas pohon, di saat yang sama salah seorang bermarga Hasugian seorang pemburu juga sedang mengamati sasarannya.

Merasa telah menemukan buruannya, Hasugian pun membidik dan siap menembak.

Dorrrrr, peluru pun melesat tepat mengenai sasaran. Dan merasa bidikannya tepat, Hasugian inipun mendekati target, lalu terkejut tidak kepalang, saat melihat yang ditembak itu ternyata bukan monyet, melainkan manusia yang dikenalnya pula bernama Hobben Berutu.

Ternyata korban saat yang sama sengaja memanjat pohon karet yang hanya berjarak kira-kira dua meter dari tanah itu, senyap sedang mengamati, kalau kalau babi akan masuk di ladangnya.

 

Hobben pun setelah terkena tembakan, diperkirakan tewas di tempat. Karena korban tetap dalam posisi merayap berada persis di atas dahan pohon karet tempat dia mengamati hama babi tersebut.

Demikian diungkapkan Hotman Berutu, keluarga korban, lewat ponselnya, kepada Detak Indonesia, Senin (11/8/2025).

Hotman, menjelaskan sangat terkejut saat ia mendapat informasi dari keluarga menyebut Hobben Berutu meninggal dunia akibat kena tembak senapan angin.

Lantas diapun meminta agar korban dibawa ke Medan untuk dilakukan otopsi.

Pelaku adalah teman korban sendiri, yang juga disebut masih ada hubungan keluarga dengan korban.

Di mana istri Hobben Berutu adalah semarga dengan pelaku, bahkan diinformasikan bahwa selama ini korban dan pelaku sama sama gemar berburu.

 

Lebih lanjut Hotman Berutu menjelaskan, kronologi kejadian hari Jumat (8/8/2025) sekitar pukul 17.30 sore Hobben datang ke rumah itonya yakni Mak Nando di Dusun Simbongbong.

Korban mengatakan kepada itonya untuk pergi ke perladangan sekitar kampung untuk berburu hama babi hutan yang sering merusak tanaman.

Hobbenpun menenteng senapan angin sebagai alat yang biasa ia gunakan berburu.

Ternyata setelah sampai di perladangan itu Ia naik pohon untuk tempatnya mengintai hama babi, sekaligus tempat berlindung.

Setelah ditemukan pohon karet lalu diapun memanjat kira-kira dua meter tingginya dari tanah, lalu di situlah dia melakukan pengintaian dan berharap hama babi akan datang. Dan di atas dahan itu juga Hobben menghembuskan nafas terakhirnya.

Dia memang punya keahlian turun temurun selaku pemburu hama babi.

 

Pada saat melakukan pengintaian tiba- tiba seorang pemburu bermarga Hasugian juga sama sama melakukan perburuan hama babi.

Namun mereka tidak saling tau karna sama-sama mengintai.

Menurut pengakuan Hasugian saat di hadapan Polisi dia ungkapkan bahwa pelaku mengira yang di pohon karet itu adalah monyet yang juga hama tanaman. Sehingga dia membidik lalu melepaskan tembakan.

Tembakan tersebut tepat mengenai rahang di bawah telinga sebelah kiri dan tembus ke otak kecil.

Setelah terjadi penembakan beberapa saat kemudian Hasugian-pun mendatangi batang pohon yang dibidik dan melihat ternyata bukan monyet yang ditembaknya melainkan sesosok manusia.

Lalu diapun memberitahukan hal itu kepada warga, hingga pihak berwajib.

 

Setelah menjalani autopsi, Minggu sore (10/8/2025) akhirnya jenazah dimakamkan di TPU Tornauli, Desa Sionom Hudon Selatan, Kecamatan Parlilitan.

Kapolres Humbang Hasundutan, AKBP Arthur Sameaputty SIK melalui Kasat Reskrim Iptu Jhon FM Siahaan, menjawab Detak Indonesia lewat ponselnya mengakui, pihaknya tengah menangani kasus penembakan yang terjadi di Desa Tornauli Kecamatan Parlilitan.

"Benar, kami tengah menangani kasus penembakan tersebut. Saat ini sedang gelar perkara, dan menunggu hasil autopsi forensik dari RS Polda Sumatera Utara. Kami akan mengundang wartawan untuk memberikan ekspos terkait masalah tersebut," ungkap Kasat Reskrim Humbang Hasundutan Jhon FM Siahaan.(nes)