Owner KopiKap Pimpin Seminar Technopreneur untuk Dosen RPL Politeknik Negeri Bengkalis

Kamis, 28 Agustus 2025 - 21:05:03 WIB

Erik Maunanta, Owner KopiKap Bengkalis, pimpin Seminar Technopreneur untuk Dosen RPL Politeknik Negeri Bengkalis, di Aula Hotel Berlian Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Kamis (28/8/2025). (TA Devonny/ DetakIndonesia.co.id)

Bengkalis, Detak Indonesia--Geliat technopreneurship semakin terasa di Kabupaten Bengkalis Riau dengan diselenggarakannya seminar “Best Practice Technopreneurship dalam Pengembangan Produk Digital” di Aula Hotel Berlian Bengkalis oleh Jurusan Teknik Informatika Politeknik Negeri Bengkalis, Kamis (28/8/2025).

Acara ini menghadirkan narasumber utama Erik Maunanta, selaku wirausahawan muda dan Owner KopiKap Bengkalis. Seminar yang diikuti oleh dosen Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) ini, membahas tantangan sekaligus peluang besar dunia usaha berbasis teknologi informasi.

Erik menekankan bahwa mahasiswa dan akademisi tidak cukup hanya unggul dalam aspek teknis, melainkan juga harus memiliki daya tawar yang kuat di pasar digital.

“Technopreneurship bukan hanya tentang menciptakan produk digital, tetapi bagaimana produk tersebut bisa menjawab kebutuhan pasar, punya nilai jual, dan berkelanjutan. Di sinilah dosen punya peran penting membimbing mahasiswa agar tidak hanya jadi developer, tapi juga entrepreneur,” ujar Erik.

Dalam paparannya, Erik Maunanta membagikan best practice kewirausahaan digital, mulai dari strategi riset pasar, pentingnya personal branding, model bisnis digital, hingga legalitas produk. Para dosen RPL diajak untuk berkolaborasi dengan dunia industri agar mampu mencetak lulusan technopreneur yang siap bersaing.

Focus Group Discussion (FGD), di Aula Hotel Berlian Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Kamis (28/8/2025). (TA Devonny/ DetakIndonesia.co.id) 

 

Kegiatan ini disambut antusias oleh para dosen peserta seminar, turut hadir juga Pak Kasmawi SKom MKom selaku Ketua Jurusan Teknik Informatika. Mereka menilai materi yang dibawakan relevan dengan kebutuhan industri saat ini, khususnya dalam menyiapkan mahasiswa menghadapi era digital dan persaingan global.

Melalui seminar ini, diharapkan tercipta sinergi berkelanjutan antara Politeknik Negeri Bengkalis dan pelaku usaha lokal, sehingga pendidikan vokasi mampu mencetak technopreneur muda yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi. (devon/rls)