Kebun Sagu Warga Sungai Apit Siak Porakporanda Ditraktor Alat Berat Perusahaan
Kebun sagu atau Rumbia milik masyarakat di Kecamatan Sungai Apit, Siak, Riau porakporanda ditraktor alat berat perusahaan untuk diganti dengan tanaman sawit. (tsi)
Sungai Apit, Detak Indonesia--Puluhan warga Desa Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau, mengeluh karena kebun rumbianya (sagu) yang tumbuh di lahan basah di habitat lahan gambut, porakporanda ditraktor alat berat perusahaan yang akan menanam tanaman sawit.
Warga kepada awak media mengatakan lahan warga itu sudah lama dimiliki warga sebelum hadir perusahaan Uniseraya Grup yang berkantor di Jalan Teuku Umar/Jalan Sutomo Pekanbaru yang kini hadir di Desa Penyengat telah menanam sawit ribuan hektare.
Dari kepemilikan turun temurun, lalu warga membeli dari warga lainnya tahun 2.000-an diteken surat tanahnya oleh Kades Penyengat saat itu yakni Pak Mahadi alias Pak Depa. Warga heran kalau klaim perusahaan itu lahan konsesinya, kenapa Kades meneken surat tanah warga. Lalu tahun 2004 disampaikan perusahaan bahwa itu lahan HGU perusahaan.
Kata warga mereka sudah konfirmasi kepada pihak perusahaan Pak Akiong. Pak Akiong kata warga senang warga menyampaikan melaporkan hal ini kepadanya. Kata warga, masyarakat sudah beberapa kali panen sagu untuk penghidupan warga. Selama ini masyarakat Desa Penyengat Sungai Apit Siak ini aman-aman saja mengembangkan tanaman sagu di lahan basah habitat khas sagu di desa ini.
Tapi tiba-tiba saja muncul pengakuan perusahaan tanpa enclave kebun sagu warga main traktor hantamkromo tanaman warga yang hidup dari tanaman sagu dari masa nenek moyang dahulu kala. Padahal lahan di kawasan ini adalah habitat tanaman sagu karena lahannya basah, sawit sulit berkembang dan rawan kebakaran lahan kalau dibuat kanal-kanal, merusak lingkungan.

Setelah kebun sagu warga ditraktor perusahaan, lalu dibangun kanal gambut.
Yudi warga Sungai Apit menjelaskan pamannya Hamid warga Desa Mekar Jaya punya kebun Rumbia seluas sekitar 3,6 ha di Desa Penyengat dan beberapa warga lainnya juga terdampak main traktor perusahaan yang masuk ke kampung itu. Ratusan hektare tanaman sagu warga ditumbang paksa perusahaan. Sampai saat ini pihak perusahaan di Pekanbaru belum memberi penjelasan permasalahan yang dihadapi sejumlah warga Desa Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Riau. Warga juga mengeluh pembagian lahan plasma 20 persen dari perusahaan sawit di kawasan ini ada yang belum direalisasikan. Demikian juga dana CSR.
Kawasan Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak menurut warga lainnya kurang pengawasan dari Pemkab Siak, Polres Siak, dan aparat berwenang lainnya. Sejumlah pelabuhan tikus memainkan perannya di malam hari. Bahkan ada oknum yang mengawal barang kata warga.

Ratusan hektare tanaman sagu warga di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak Riau porakporanda ditraktor perusahaan. Kata perusahaan ini lahan HGUnya.
Kemudian sejumlah barang-barang dibongkar pada malam hari dan diangkut truk di tengah malam di berbagai pelabuhan di sejumlah desa di Kecamatan Sungai Apit, Siak ini. Ini disampaikan oleh warga. Pengangkutan sering dilakukan pada malam hari. (tim)