Heboh Soal Perseteruan Gubernur Riau Abdul Wahid dengan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho
Ketua DPD KNPI Riau Larshen Yunus (foto atas), Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho (kiri bawah). Gubernur Riau Abdul Wahid (kanan bawah). (tsi)
Pekanbaru, Detak Indonesia--Ketua DPD KNPI Riau Larshen Yunus menegaskan desas- desus soal perseteruan antara Gubernur Riau Abdul Wahid SPdi MSi dengan Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho SE MM mulai terkuak.
Menurut Larshen, aroma busuk ketidakharmonisan itu mulai tercium, publik semakin dikhawatirkan lewat sepak terjang dan keangkuhan Gubernur Riau Abdul Wahid.
Setelah sebelumnya ribut dan mengkhianati wakilnya sendiri, Wakil Gubernur Riau (Wagubri), Ir H SF Hariyanto MT, kini mantan anggota Komisi XI DPR RI yang tersandung kasus korupsi dana CSR Bank Indonesia dan OJK itu kembali berulah, dengan tontonan yang sangat memalukan.
Semenjak menjadi Gubernur Riau, Abdul Wahid menurut Larshen justeru selalu menghadirkan kekhawatiran dan kecemasan, bukan hanya sama rakyat, tetapi juga di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. Semua habis disikat, terhadap pihak-pihak yang dianggap lawan politiknya, Abdul Wahid tak segan-segan menghancurkannya, seperti yang dialami para korban saat ini, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Riau yang terkena demosi atau penurunan pangkat dan jabatan.
Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) tingkat I, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Riau ini hanya katakan, bahwa kondisi buruk tersebut sudah diprediksi dari awal. Baru saja dilantik, Gubri Abdul Wahid sudah membuat suasana kebatinan masyarakat jadi rusak, lewat berbagai pernyataan liar yang dilontarkan, seperti pusing tujuh keliling, hutang yang tak terbayarkan, stadion dan aset Pemprov yang akan dijual hingga baru-baru ini di hadapan para P3K beliau katakan jangan kawin lagi.
"Sejujurnya, saudara Abdul Wahid ini bukan tipikal seorang pemimpin. Hanya karena beruntung dengan situasi Pilkada kemarin, beliau ketimpa durian runtuh. Mentalnya tak ada, apalagi wawasan ilmu pengetahuan. Coba kita perhatikan selama ini, kerjanya hanya meninjau, mengecek, jalan sana, jalan sini, habiskan dana operasional, tapi nyatanya apa? tidak ada satupun yang dieksekusi, semua hanya Omon-omon doang," ujar Larshen Yunus, dengan nada penuh penyesalan.
Ketua DPD KNPI Provinsi Riau itu tegaskan sekali lagi, agar perseteruan dan ketidakharmonisan yang terjadi antara Gubernur Riau dan Wali Kota Pekanbaru segera diakhiri.
"Kalian itu dipilih untuk menjalankan amanah, melakukan pembangunan dan perbaikan. Anggaran kalian besar, jangan lagi disuguhkan dengan hal-hal yang tidak patut. Terhadap Gubernur Riau Abdul Wahid, segeralah bertobat, anda jangan sok, jangan macam betul, belum apa-apa rumahmu yang kau rehab, kau bangun seperti istana, ayolah!!! Revolusi mental kawanku," pungkas Ketua KNPI Riau Larshen Yunus.
Menurut Pimpinan INDUK Organisasi Kepemudaan (OKP) terbesar dan tertua itu menyarankan, agar secepatnya Gubri Abdul Wahid Bertobat. Jangan lagi pakai ilmu sandiwara, jangan sesuka hatinya menggunakan APBD itu, semua harus berlangsung secara transparan dan PRESISI.
"Ayo bapak ibu warga Provinsi Riau, khususnya yang berdomisili di Kota Pekanbaru. Mari sama-sama kita tegur sikap angkuh dan arogan seorang Gubernur Riau Abdul Wahid. Hasil kerja tidak ada, apalagi karya? jabatan itu hanya digunakan sebagai bahan wara dan wiri. Kedaulatan Rakyat seakan tidak ada nilainya. Justeru disinyalir Gubri Abdul Wahid sudah melakukan praktek haram KKN, dengan menempatkan orang-orang dekatnya, seperti keluarga dan kerabat dalam mengisi jabatan di BUMD, Wallahuallam Bissawab," akhir Ketua KNPI Riau, Larshen Yunus, bersama-sama para Relawan Garis Keras Prabowo Gibran. (*/di)