Hampir Seluruh Kabupaten/Kota di Pantai Timur Riau Beredar Rokok Ilegal
Di samping rokok resmi, juga beredar banyak rokok ilegal tak pakai pita cukai dan tak sinergi rokok SKM dan SKT di hampir seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau. Perairan pesisir pantai timur Provinsi Riau di Pulau Sumatera sangat rawan penyeludupan rokok ilegal di sejumlah pelabuhan tikus yang jumlahnya ratusan pelabuhan tikus beroperasi tengah malam. (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)
Tembilahan, Detak Indonesia -- Hampir di seluruh kabupaten/kota di Pantai Timur Provinsi Riau beredar sangat luar biasa rokok ilegal berbagai merek. Dari berbagai kabupaten/kota di Pantai Timur Provinsi Riau ini, rokok ilegal dipasok ke kota-kota di Riau daratan.
Adapun kabupaten/kota di Pantai Timur Provinsi Riau itu yang berbatasan dengan Singapura-Malaysia antara lain Kabupaten Kepulauan Meranti ibukotanya Selatpanjang, Dumai, Kabupaten Indragiri Hilir ibukotanya Tembilahan. Di kabupaten/kota ini beredar luar biasa rokok ilegal berbagai merek.
Kota dan kabupaten di Riau daratan yang mendapat pasokan rokok ilegal dari pesisir Pantai Timur Riau antara lain Kota Siak sekitarnya di mana pelabuhan tikus di kawasan Sungai Apit cukup banyak, kemudian Kabupaten Indragiri Hulu ibukotanya Rengat yang dekat dengan Kabupaten Indragiri Hilir, Kota Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan, Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Rokan Hilir, dan Rokan Hulu.
Berbagai variasi merek rokok ilegal itu mulai dari tidak ada pita cukai, pita cukai palsu, sampai dengan tidak sinergi antara rokok SKT dan SKM.
Pejabat berwenang Kantor Bea Cukai setempat yang dikonfirmasi awak media investigasi mengatakan mereka tidak bisa pengawasan ke pelabuhan-pelabuhan tikus yang jumlahnya ratusan, tapi wilayah pengawasan adalah pelabuhan resmi.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bakal menerjunkan tim guna mengecek ke warung-warung kelontong, hingga e-commerce untuk mencegah peredaran rokok ilegal.
Nama toke Tong Seng sangat terkenal di Riau sebagai pemasok rokok Ilegal dia punya banyak kaki tangan di berbagai pelabuhan tikus di Riau untuk melancarkan pengiriman barang. Dia dibekap oleh oknum APH saat dulu laptopnya merek Toshiba disergap di Simpang Bingung Rumbai Pekanbaru. Sementara laptop merek Apple lepas supir lari kebut membawa truk Colt Dieselnya dari pelabuhan tikus Dumai.
Di sela rokok ilegal ada rokok resmi merek baru yaitu rokok Auora Bold dipasok ke Kota Lirik Kabupaten Inhu Riau. Menurut petugas marketing rokok Auora yang mereka pasok di kedai-kedai Kota Lirik Kabupaten Inhu adalah rokok resmi, bukan ilegal dan ini produk Djarum. Namun marketing/sales ini dulunya di Airmolek Inhu 20 Mei 2025 pernah disergap membawa rokok ilegal banyak merek.

Mobil sales rokok di Airmolek Kabupaten Indragiri hulu, Riau. (azf)
Menkeu Turunkan Tim
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa bakal menerjunkan tim guna mengecek ke warung-warung kelontong hingga e-commerce untuk mencegah peredaran rokok ilegal. Purbaya juga meminta warung-warung yang masih menjajakan rokok ilegal untuk segera berhenti dan menjual rokok yang memiliki pita cukai rokok resmi yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (DJBC Kemenkeu).
“Di warung-warung katanya ada juga per toples murah, kita akan cek. Teman-teman tolong sebarkan bahwa siapapun yang jual rokok ilegal di tempat mana, saya akan datangin secara random,” tegas Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi September 2025, Senin (22/9/2025).
Selain itu, untuk memberantas penjualan rokok ilegal, pihaknya juga akan mengecek produk-produk industri hasil tembakau (IHT) yang didistribusikan para suplier atau distributor. Purbaya menegaskan, jika terbukti masih ada yang menjual atau mengedarkan rokok ilegal, pihaknya akan menangkap dan memberikan hukum setimpal bagi pihak-pihak terkait itu.
“Terus nanti mulai ada kan, sudah ada teknik, siapa-siapa aja yang jual, kita akan mulai nangkepin. Jadi, yang masih mau jual (rokok ilegal), harus berhenti aja. Jangan jual lagi. Itu saya harapkan bisa mengurangi kontribusi rokok ilegal. Kami juga akan cek-cek ke supplier,” ujar Purbaya.
Tidak hanya secara offline, untuk memberantas rokok ilegal, pemerintah juga sudah memanggil para pemain lokapasar atau e-commerce seperti Bukalapak, Tokopedia, hingga Blibli.
Dalam pertemuan tersebut, mantan Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (DK LPS) itu mengimbau agar aplikator-aplikator tersebut tidak membiarkan para mitra merchant-nya menjajakan barang ilegal, termasuk rokok ilegal.
“Untuk cukai, kemarin saya ngomong soal cukai rokok. Kami sudah panggil marketplace, Bukalapak, Tokopedia, apalagi Blibli, semua untuk mengimbau tidak mengizinkan penjualan barang-barang ilegal. Nanti yang lain juga, tadinya minta baik-baik, 1 Oktober, tapi saya bilang secepatnya aja,” jelas Purbaya.
Perlu diketahui, Kemenkeu mencatat pertumbuhan 6,4 persen atau Rp194,9 triliun dalam realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai sampai dengan Agustus 2025. Untuk cukai tercatat Rp144 triliun atau naik 4,1 persen, bea keluar sebesar Rp18,7 triliun atau melesat 71,7 persen dan bea masuk Rp32,2 triliun atau kontraksi 5,1 persen. (azf)