Rokom toke PETI di Kabupaten Pasaman dan Nazar Lubis di Pasaman Barat
Rokom toke PETI di Kabupaten Pasaman dan Nazar Lubis di Pasaman Barat, Sumbar. Aparat tahu tapi tak bertindak. (Foto Tim)
Tinggam, Detak Indonesia--Sejumlah tokoh masyarakat di Kabupatren Pasaman Barat, dan Pasaman, Provinsi Sumatera Barat buka rahasia kepada tim investigasi dan awak media sesiapa toke PETI (Pertambangan Emas Tanpa Izin) yang dipelihara oleh oknum Ninik mamak dibekap oknum aparat. Para toke itu dilindungi tak ditangkap dan dibiarkan bertahun-tahun beroperasi PETI dengan puluhan ekskavator menambang PETI di sejumlah titik tambang emas ilegal.
Aparat di daerah ini beralasan tambang emas ilegal itu beroperasi atas kesepakatan ninik mamak dan warga di kampung itu. Padahal tidak ada izin resmi dari Pemerintah. Presiden Prabowo Subianto mengatakan ada sekitar 1.063 PETI di Indonesia dan kerugian negara sekitar Rp300 triliun. Saat ini tim gabungan sudah mulai melancarkan penertiban.
Di wilayah Batang Tombang, Talu, Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat, wilayah hukum Polsek Talamau Sumbar luas hutan ulayat sekitar 22.000 ha sudah di SK kan oleh Bupati Pasaman Barat dan sudah ditinjau dulunya oleh Gubernur Sumbar Buya Mahyeldi ke Kampung Talu, kampung tokoh adat Datuk Buyung.
Datuk Buyung tidak menikmati uang PETI, yang menikmati uang PETI adalah oknum ninik mamak Sinuruit sekitarnya, dll. Kata Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tri, bahwa penambangan ini kesepakatan para ninik mamak. Kapolres dan jajaran sudah sering mengadakan sosialisasi. Namun ninik mamak yang mana sepakat menambang PETI? Pemegang ulayat tidak mengetahui kesepakatan ninik mamak Sinuruit.
Adapun toke besar yang disebut para penambang kepada tim investigasi dan awak media, disebut nama Nazar Lubis ada sekitar 20 alat berat ekskavator yang dioperasikannya di Pasaman Barat. Di Pasaman di Lubuksikaping ada nama toke PETI Rokom, demikian kata warga yang minta dirahasiakan namanya.
Setoran ke aparat sebelumnya adalah Rp60 juta per payung/ekskavator kini naik menjadi Rp70 juta per payung (satu ekskavator) per bulan di setor ke oknum aparat Kabupaten, kata penambang. Alat berat ekskavator yang beroperasi di Kampung Tombang Batang Soman, Talamau, Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar saat ini awal November 2025 ada sekitar 50 unit ekskavator. Dari hilir hingga hulu Batang Soman.(tim)