Diduga Ada Kerjasama Orang Dalam Kepala BRI Unit Lau Beleng Diamankan

Sabtu, 15 November 2025 - 11:08:14 WIB

Kantor Unit Bank Rakyat Indonesia Lau Baleng, Sabtu (15/11/2025). (Saritua Manalu/Detak Indonesia.co.id)

Lau Baleng, Detak Indonesia--Raipnya  uang nasabah di rekening berdampak langsung kepercayaan masyarakat terhadap bank dan perbankan secara keseluruhan, kepercayaan publik adalah aset terpenting bagi bank, dan insiden semacam itu dapat memicu konsekuensi yang lebih luas, dan termasuk potensi gangguan ketidakstabilan ekonomi secara nasional. 

Mayesti br Perangin-angin nasabah uangnya raib sebesar Rp200 juta dari tabungan di Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Lau Baleng, Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, disebut-sebut ada peran orang dalam terlibat, bahkan diduga ada sindikat pembobol rekening yang sengaja dipekerjakan di BRI Unit Lau Baleng. Sehingga bisa terkoordinasi dengan sangat rapi selama ini di Bank tersebut. 

Menurut keterangan masyarakat Lau Baleng dan Mardinding kepada Detak Indonesia.co.id raibnya uang di rekening nasabah sudah sering terjadi. Jika ditotal kerugian masyarakat yang rekeningnya dibobol capai miliaran rupiah ucap warga indetitasnya dirahasiakan, Kamis (13/11/2025).

Mayesti br Perangin-Angin sudah dua kali menjadi korban pembobolan BRI Unit Lau Baleng pertama uang dia pernah raib Rp500 juta, dan ini Rp200 juta sudah dikembalikan pihak bank dan kasus ini sedang ditangani pihak Polres Tanah Karo.

Sindikat pembobol rekening yang diduga melibatkan orang dalam (bank) bakal mulai terungkap dan saat ini Kepala BRI Unit Lau Baleng sudah diamankan Polres Tanah Karo.

Mayesti br Perangin-Angin nasabah BRI Unit Lau Baleng uangnya raib Rp200 juta dan telah dikembalikan pihak bank BRI. (stm)

 

Modus skimmer telah banyak dialami nasabah BRI di seluruh Indonesia, dan permainan tersebut dilakukan secara terorganisir bekerja sama dengan peran orang dalam mengakibatkan kerugian pada nasabah, tapi tidak terbongkar ke publik seakan akan tidak ada masalah, padahal pembobol uang nasabah tersebut sudah sering terjadi di BRI. 

Akibat terjadinya pembobolan rekening nasabah, atau raibnya uang simpanan dari tabungan senilai ratusan juta rupiah mengakibatkan nama baik bank BRI menjadi buruk, pihak nasabah BRI menjadi cemas dan takut uang tabungan mereka ikut raib, kepercayaan masyarakat semakin berkurang kepada pihak BRI dan perbankan lainnya.

Taruli Zevanora Manalu salah seorang nasabah BRI mengatakan, setelah kejadian pembobolan uang nasabah di BRI Unit Lau Baleng senilai Rp200 juta lenyap, dia secara pribadi sangat cemas, dikatakannya lagi padahal niat menyimpan uangnya di bank supaya aman dari pencuri rupanya sekarang menyimpan di bank juga tidak aman ucapnya. 

Akibat peristiwa tersebut nasabah bank BRI menjadi cemas, padahal keamanan adalah faktor terpenting dalam hubungan bank dan nasabah, ketika nasabah mulai hilang rasa aman kepercayaan masyarakat mulai menurun drastis secara langsung, mengganggap pihak bank tidak mampu untuk menjaga uang dan aset pribadi mereka, semoga peristiwa seperti ini tidak terulang lagi dan pihak Chief Executive Officer (CEO) Direktur Utama Bank BRI terus mengawal kinerja bawahannya. (stm)