KPK Kayaknya Belum Selidiki Proyek Bermasalah Era Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir 2011-2015 dan 2016-2021
Sejumlah proyek mangkrak mubazir dana terbuang percuma di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau semasa Bupati dijabat Irwan Nasir 2011-2015 dan 2016-2021 pembangunan Jembatan Selat Rengit di Semukut, Pelabuhan Dorak, jembatan Selat Akar dan Jembatan Panglima Sampul yang ambruk, Pasar Moderen tak diminati pembeli kios banyak tak ditempati. (tim)
Selatpanjang, Detak Indonesia--Irwan Nasir (lahir 31 Desember 1969) adalah Mantan Bupati Kepulauan Meranti, Provinsi Riau dua periode yakni 2011—2015 dan 2016—2021.
Terlepas dari beberapa keberhasilan membangun daerah yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia ini, bisa disebut daerah 3 T (Terluar, Terdepan, Tertinggal) bila ditelusuri lebih ke dalam Kepulauan Meranti Riau terutama ke dalam ceruk-ceruk daerah yang sulit dijangkau kendaraan mobil dan hanya bisa ditempuh dengan sepeda motor, maka ditemukan banyak proyek bermasalah alias mangkrak di era Irwan Nasir memimpin Kepulauan Meranti, Riau dua periode yang kayaknya belum diselidiki aparat berwenang, mungkin seperti KPK.
Ini bisa jadi karena jauhnya aksesibilitas untuk mencapai beberapa proyek yang bermasalah ini. Menyeberangi selat, tak bisa naik mobil, harus pakai sepeda motor dari satu pulau nyeberang ke pulau lainnya. Misalnya dari Pulau Tebing Tinggi ke Pulau Ransang, Merbau, dan lain-lain dipisahkan oleh selat. Untuk mencapai pulau-pulau menggunakan kapal pompong, atau bisa pakai kapal Kompang. Untuk investigasi sampai ke proyek mangkrak, mubazir, merugikan keuangan negara ini memang sesak napas mencapainya. Harus punya nyali macan, napas kuda, dan tak gentar dengan selat dan laut.
Informasi yang dikumpulkan dari beberapa warga Kepulauan Meranti di Selatpanjang dan hasil investigasi di lapangan baru-baru ini semasa Irwan Nasir jadi Bupati terdapat beberapa proyek pembangunan yang bermasalah. Namun Irwan Nasir yang coba dihubungi di chat via ponselnya nomor 08116935xx beliau belum menjawab konfirmasi yang dilayangkan sejak Jumat (21/11/2025) hingga Sabtu malam (22/11/2025).


Pelabuhan Dorak di era Irwan Nasir jadi Bupati terbengkalai 2011 hingga 2025. Tiang pancang terbuang percuma. Dekat ke Singapura dan Malaysia. (azf)
Adapun pertanyaan atau konfirmasi yang dilayangkan kepada mantan Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir ini antara lain :
1. Tak selesainya jembatan Semukut Selat Rengit Kecamatan Tebing Tinggi Barat era bapak Bupati Meranti dijabat Irwan Nasir tahun 2011 lalu ratusan bahkan mungkin ribuan tiang pancang terbuang berserakan di pinggir Selat Rengit Semukut, proyek merugikan Negara. Tak ada studi kelayakan, Bappeda Meranti harus juga bertanggungjawab, demikian juga Pak Irwan.
2. Pelabuhan Dorak juga tak selesai di era Pak Irwan, ada pelantar yang sudah jadi tapi sekarang tak bisa dimanfaatkan, tiang pancang terbuang berserakan di pinggir Pantai Dorak. Lahan untuk Pelabuhan Dorak sudah disiapkan sejak 2011 namun sampai 2025 ini terbengkalai. Sejumlah tiang pancang berserak terbuang di pinggir pantai merugikan keuangan negara.
3. Kemudian jembatan Selat Akar dan Jembatan Panglima Sampul dibangun di era Pak Irwan juga tak bermutu, keduanya amblas 2025 belum juga bisa dimanfaatkan. Tim investigasi menyeberang menggunakan Kompang/kapal penyeberangan membawa sepeda motor.

Patok Pemda Kepulauan Meranti di Pelabuhan Dorak. (azf)
4. Pasar Moderen Jalan Tanjung Harapan Selatanjang yang tak diminati pembeli datang berbelanja, kios banyak kosong, kios rusak, dan lain-lain.

Tiang Pancang di Pelabuhan Dorak.
Maksud tim investigasi dari DPP TOPAN RI Wilayah Sumbagut Rahman dan awak media kepada Pak Irwan sebagai mantan Bupati Meranti dan mau jadi Komisaris Bank Riau Kepri Syariah pula, tim hanya ingin memperjelas saja sebelum terbit berita kami di media hanya ingin konfirmasi buat kepentingan publikasi jangan sampai salah tulis sekali lagi mohon maaf kalau chat kami kurang pas dibaca. Sebaiknya kalau tak keberatan mohon konfirmasi dulu sama Bapak Irwan dulu kenapa proyek diatas tak jadi dan dana ratusan miliaran terbuang percuma, merugikan rakyat dan negara.

Kios Pasar Moderen di Jalan Tanjung Harapan Selatpanjang banyak rusak tak diminati pedagang. (azf)
Namun konfirmasi ini yang dilayangkan via chat ponselnya belum direspon belum ditanggapi oleh mantan Bupati Kepulauan Meranti, Riau, dua periode tersebut Irwan Nasir. (tim)