Lima Warga Desa Tinggam Pasaman Barat Meninggal Tertimbun Longsor

Jumat, 05 Desember 2025 - 13:57:28 WIB

Lima jenazah warga di kawasan Lapau Durian, Desa Tinggam, Kecamatan Talamau Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar tertimbun tanah lereng yang longsor Jumat subuh (28/11/2025) sekira pukul 04.00 WIB. Hari ketiga datang bantuan alat berat dua jenazah ditemukan, tiga jenazah lagi belum ditemukan hingga Jumat (5/12/2025).(Dok. Warga Tinggam)

Pasaman Barat, Detak Indonesia--Tokoh masyarakat/Ninik Mamak Desa Tinggam Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat Sumbar, Syamsul Bahri Datuk Basa melaporkan kepada awak media bahwa telah terjadi tanah longsor di lereng Lapau Durian Desa Tinggam tersebut sejak Jumat subuh lalu (28/11/2025) sekira pukul 04.00 WIB.

Lima warga setempat meninggal tertimbun selama tiga hari warga ribut meminta pertolongan aparat. Barulah di hari ketiga masuk dua alat berat dari Wagub Sumbar bersama masyarakat mencari korban tertimbun itu. Sudah ditemukan dua jenazah, tiga jenazah lagi belum ditemukan hingga Jumat (5/12/2025).

"Di Lapau Durian rumah tertimbun dua rumah, orangnya di dalam rumah itu saat kejadian. Satu lagi bertiga orang jadi dua rumah itu lima orang tertimbun longsor, ada lima orang tertimbun longsor. Tolong sampaikan ke Pak Gubernur supaya cepat dicari warga tertimbun itu," kata Syamsul Bahri Datuk Basa, Jumat (5/12/2025.

Menurut warga Tanah bekas longsoran itu menutup badan jalan. Jalan dari Talu ke Panti masih putus belum bisa dilewati hingga Jumat (5/12/2025). Tinggi tanah longsoran itu sekitar 80 meter, lebih tinggi dari badan jalan yang tertimbun.

Kepala BNPB Dampingi Wapres Kunjungan ke Aceh Singkil

Terpisah, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr Suharyanto SSos MM mendampingi kunjungan Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming di Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh pada Kamis (4/12/2025).

Menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB,
Abdul Muhari PhD, untuk jaringan komunikasi wilayah Aceh Singkil saat ini sudah dapat berkomunikasi dengan jaringan provider seluler.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Dr Suharyanto SSos MM (baju hijau topi) mendampingi kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming (baju krem) melihat jembatan yang putus di Desa Gosong Telaga Barat, Kabupaten Aceh Singkil, Provinsi Aceh pada Kamis (4/12/2025). (Sumber foto : BPMI Setwapres RI)

 

Setibanya di Bandar Udara Syekh Hamzah Fansyuri, Desa Kampung Baru, Kecamatan Singkil Utara, rombongan bergerak menuju Desa Ujung Bawang, Kecamatan Singkil, menggunakan kendaraan darat untuk meninjau wilayah yang terdampak banjir serta memastikan kebutuhan masyarakat tertangani secara tepat.

Dalam peninjauan ini, Wapres menekankan pentingnya percepatan penanganan banjir, termasuk pendataan kerusakan, penyediaan logistik, dan penyiapan rencana pemulihan jangka panjang. Wapres juga menyaksikan penyerahan bantuan kemanusiaan dari PT BSI dan PT Pupuk Indonesia (Persero), yang diserahkan secara simbolis oleh Wakil Kepala Badan Pengaturan BUMN Aminuddin Ma’ruf kepada Bupati Aceh Singkil.

Adapun paket bantuan tersebut terdiri dari 200 paket logistik yang berisi beras 5 kg, minyak goreng 1 liter, susu formula atau susu UHT, obat-obatan, roti kering atau biskuit, mie instan, serta air mineral. Bantuan ini disiapkan untuk mendukung kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak bencana dan masih dalam masa pemulihan.

Wapres menyambut baik langkah cepat BUMN dan menyampaikan bahwa kolaborasi pemerintah dengan dunia usaha merupakan bagian penting dalam mempercepat pemulihan masyarakat. Bantuan ini diharapkan dapat mengurangi beban warga terdampak, sekaligus memperkuat dukungan logistik bagi mereka yang masih membutuhkan.

BNPB juga berkomitmen untuk terus berupaya memberikan upaya percepatan dalam penanganan darurat di Provinsi Aceh. Distribusi logistik melalui jalur darat, laut dan udara terus dimaksimalkan. Volume distribusi juga ditingkatkan dari penambahan jumlah akomodasi melalui dukungan alutsista yang terbagi dua titik yakni Bandara Kualanamu Medan dan Bandara Sultan Iskandar Muda Banda Aceh. (tim)