Jalan Neraka Juga Ditemukan di Indragiri Hilir selain di Rokan Hilir Riau
Jalan rusak berat seperti Jalan Neraka selain ditemukan di Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas Rokanhilir Riau juga ditemukan di Desa Seberang Pebenaan, Sanglar, Kelurahan Madani, Pulau Kijang Kecamatan Reteh Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)
Laporan: Aznil Fajri, dari Reteh, Indragiri Hilir, Riau
Reteh, Detak Indonesia--Jalan rusak berat yang diistilahkan seperti "Jalan Neraka" di kawasan lumbung pangan di Provinsi Riau tidak hanya terdapat di Kecamatan Pasir Limau Kapas Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Riau sebagai lumbung penghasil laut terbesar di Riau, tetapi juga "Jalan Neraka" terdapat di Kecamatan Reteh di Desa Seberang Pebenaan, Desa Sanglar, Kelurahan Madani, dan Pulau Kijang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Riau.
Hasil investigasi menjelang Tutup Buku Proyek yang akan berakhir pada Natal 25 Desember 2025 di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, sejumlah proyek bermasalah ditemukan di lapangan. Proyek ada yang tak siap dikerjakan.
Menurut warga Desa Seberang Pebenaan kepada tim investigasi media dan LSM, sejak sebulan lalu yakni November 2025 tiang pancang besi untuk pembangunan jembatan kecil di desa ini diletakkan begitu saja di lapangan di lokasi rencana pembangunan jembatan kecil itu. Namun pertengah Desember 2025 sudah mau Tutup Buku Proyek belum juga dikerjakan proyek itu.

.jpg)
Desa Seberang Pebenaan, Sanglar, Desa Madani di Kecamatan Reteh Kabupaten Inhil Riau ini adalah penghasil atau lumbung padi Kabupaten Inhil. Tapi jalanan desanya seperti "Jalan Neraka" rusak berat di sana sini. Riau kaya minyak katanya, di bawah minyak di atas minyak tapi jalan di kawasan lumbung pangan rusak berat. Beda dengan Sumatera Barat, kawasan lumbung pangannya, jalan mulus diaspal hotmix.
Lurah Madani Kecamatan Reteh Saparuddin SKM yang dikonfirmasi di kantor kelurahannya mengaku tak ada warga yang mengeluh jalan rusak, "jalan neraka.


Lurah Madani Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, Saparuddin SKM. (azf)
"Warga cuma ingin jalan dinormalisasi saja. Di sini petani padi 90 persen warga Jawa yang datang sejak puluhan tahun lalu," kata Lurah Madani Kecamatan Reteh Inhil Riau Saparuddin SKM.
Bupati Inhil Riau Herman yang dihubungi sejak Senin (8/12/2025) hingga Selasa (9/12/2025) belum menanggapi pesan chat WA yang dikirimkan ke ponselnya. Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Indragiri Hilir (Inhil) Riau dan Kabid Bina Marga PU Inhil Andi yang coba dikonfirmasi di kantornya di Tembilahan yang bersangkutan sering tidak ada di kantor. Sudah beberapa kali diupayakan konfirmasi oleh tim kepada mereka semua, namun sampai kini belum memberikan penjelasan sehubungan proyek bermasalah di Kabupaten Indragiri Hilir Riau. Menurut stafnya, pimpinannya itu sedang DL (Dinas luar).
Jalan rusak berat ini mencapai puluhan kilometer. Baik yang sudah disemenisasi kondisinya pecah-pecah berlubang-lubang, kalau wanita hamil melintas naik motor di sini barangkali bisa "keguguran". Belum lagi jalan tanahnya yang berlubang-lubang naik motor, tim investigasi seperti dihantam gelombang laut di sana sini karena ribuan jalan tanah berlubang digenangi air.
Oprit jembatan juga rusak berat digenangi air. Warga desa dan tim investigasi sangat super hati-hati melintas naik motor. Sudah puluhan tahun berganti jabatan bupati Inhil sampai 5 kali pergantian Bupati, jalannya hingga 2025 ini masih rusak parah di kawasan lumbung padi ini!
Sejumlah bangunan Sekolah Dasar (SD) rusak berat. Atap seng terbongkar. Lantai papan berlubang dan lapuk. Kaca jendela pecah. Sudah sering diajukan bantuan melalui rapat Musrenbang, tapi tak juga direhabilitasi. Seperti tak ada gunanya Rapat Musrenbang di desa ini.


Di Pasar Pulau Kijang, jalanan juga rusak berat. Jalan di depan Mapolsek Reteh yang Kapolsek dipimpin AKP Syahril SH, juga jalannya rusak parah!
Dermaga penumpang speed boat dari Pulau Kijang ke Tembilahan ibukota Kabupaten Indragiri Hilir ambruk ke Sungai Gansal akibat konstruksi besinya sudah lapuk dimakan usia dan hingga kini belum mendapat perhatian instansi berwenang di Inhil.
Pelabuhan bongkar muat barang juga rusak berat. Menurut Mukhlis buruh di Pulau Kijang ini perlu bantuan Pemerintah agar dermaga bongkar muat barang dibangun beton lantainya yang kini dipasang lantai papan dan sudah lapuk. Buruh sendiri gotong royong sumbang uang untuk beli papan lantai dermaga ini.

Mukhlis, buruh bongkar muat barang dermaga Pulau Kijang, Reteh, Inhil, Riau. (azf)
Terdengar rencana akan dibangun Pasar Terapung Pulau Kijang di sebelah dermaga Pak Mukhtar. Pasar Terapung dari beton ini akan ditempati pedagang ikan dan pedagang sayur-mayur. Pedagang yang menempati di tepi Sungai Gansal ini informasi yang beredar akan digusur karena rencananya akan dibangun Pasar Terapung tersebut.
Sulit aksesibilitas jalan darat yang rusak berat hanya bisa dilewati motor, mobil pickup L-300, tapi tak bisa dilewati truk Colt Diesel. Karena jembatan kecil rapuh akan runtuh kalau dilewati truk Colt Diesel bermuatan barang 8 ton ke atas. Sulitnya aksesibilitas jalan darat, akhirnya harga semen melambung mencapai Rp85.000 hingga Rp90.000 per sak.


Dermaga penumpang speed boat di Pulau Kijang ambruk belum diperbaiki. Untuk naik turun ke speedboat, penumpang menggunakan batang pinang. (azf)
Menurut warga untuk semen dipasok melalui provinsi tetangga dari perairan timur Sumatera yang sangat dekat yakni dari Muara Tungkal Jambi yang bersepadan dengan Pulau Kijang Inhil Riau. Dibongkar dari kapal pompong di Batang/Sungai Gansal lalu dimuat ke mobil L-300. Dan semen dilansir untuk kebutuhan warga Kecamatan Reteh di pantai timur Sumatera Kabupaten Inhil Riau.
Dari Muara Tungkal Jambi ini kata warga banyak barang-barang masuk baik rokok ilegal maupun barang-barang lainnya. Karena pengawas dari aparat berwenang juga langka di daerah pesisir. Pengusaha yang terkenal di Muara Tungkal ini kata warga Pulau Kijang adalah bernama Joni.

Jalan semenisasi di Sungai Iliran Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) Kabupaten Indragiri Hilir, Riau mangkrak ditinggalkan kontraktor 2025. (azf)
Di Sungai Iliran Kecamatan Gaung Anak Serka (GAS) Inhil Riau juga ada proyek jalan semenisasi mangkrak (Los Cost). Pekerjaan jalan semenisasi tak siap dan ditinggalkan kontraktor

25 hektare kebun kelapa tonjang Disbun Riau dan Disbun Inhil di Sungai Luar Batang Tuaka Inhil Riau hasil panen buahnya kemana selama ini? (azf)
Selain masalah jalan rusak berat, ada juga yang disorot masalah kebun kelapa tonjang seluas 25 hektare di Sungai Luar Kecamatan Batang Tuaka Inhil Riau dikelola oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau dan Dinas Perkebunan Inhil. Kelapa usia produktif sekitar 15 tahun ini tak diketahui hasil panennya siapa yang menikmati sudah ratusan juta rupiah. Tim beberapa waktu lalu sudah konfirmasi ke Kadisbun Riau Syahrial Abdi yang kini menjabat Sekdaprov Riau. Namun yang bersangkutan belum juga memberi keterangannya. (tim)