Proyek Preservasi Jalan Beraroma Korupsi Tiap Tahun Dapat Kucuran Dana Tapi Jalan Rusak Terus

Kamis, 18 Desember 2025 - 19:03:29 WIB

Proyek Preservasi atau perbaikan jalan rusak berlubang-lubang di Provinsi Riau tiap tahun dapat kucuran dana puluhan miliar rupiah dari Kementerian PUPR namun jalan tetap rusak terus yang disalahkan tanah Riau labil, truk batubara dan truk CPO melebihi tonase melewati jalan tersebut. (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)

Lubuk Jambi, Detak Indonesia--Proyek preservasi jalan atau perbaikan jalan rusak berlubang-lubang mulai dari kawasan jalan lintas Muara Lembu Kabupaten Kuantan Singingi Riau sampai batas Kabupaten Sijunjung Provinsi Sumbar tiap tahun dari 2022, 2023, 2024, dan 2025 dapat kucuran dana puluhan miliaran rupiah dari Kementerian Pekerjaan Umum RI. Namun anehnya dari pantauan di lapangan khususnya pada masa akhir tutup tahun anggaran Desember tiap tahunnya masih ditemukan jalan yang berlubang-lubang, rusak, tidak dipreservasi tidak diperbaiki sebagaimana mestinya oleh kontraktor bersangkutan. Aroma dugaan korupsi menyeruak di Provinsi Riau.

Menteri PUPR Dody Hanggodo menegaskan bahwa preservasi jalan terus dilakukan untuk menjaga kemantapan, meningkatkan kualitas layanan, keselamatan, dan kenyamanan pengguna jalan, serta memperkuat konektivitas antara pusat pertumbuhan ekonomi dan menurunkan biaya logistik. Kementerian PU memastikan jalan tidak ada lubang dan kerusakan, sehingga meningkatkan kenyamanan pengguna jalan.

Tugas utama BP2JN adalah mengelola, membangun, memelihara, dan mengawasi jaringan jalan nasional di wilayah kerjanya masing-masing. Di Indonesia, terdapat beberapa BP2JN yang tersebar di berbagai provinsi atau wilayah untuk memastikan penanganan jalan nasional yang efektif dan merata.

Yohannes Tulak Kepala BP2JN Wilayah II Provinsi Riau

Namun sayangnya Jalan Nasional yang diperuntukkan untuk masyarakat kualitasnya yang bagus tapi sangat disesalkan Jalan Nasional dari APBN untuk wilayah Riau tidak maksimal khusus Wilayah Kabupaten Kuansing dengan titik koordinat 0,752462.101421742 nampak plang proyek yang berdiri di batas Sijunjung Sumbar- Riau Proyek tersebut Preservasi Jalan Muara Lembu sampai perbatasan Sijunjung Sumbar banyak yang berlubang dan bergelombang/corrugation.

Secara teknis jalan bergelombang disebut juga "jalan keriting" atau corrugation adalah kerusakan jalan berupa gelombang melintang yang terjadi akibat pergeseran lapisan aspal atau pemadatan tanah yang tidak merata. Kemudian ada jalan yang bleeding/kegemukan. Ditemukan juga kondisi jalan yang retak kotak-kotak atau block cracking. Ada juga jalan yang cekung atau bums and sags. Ada juga retak samping jalan atau edge cracking, retak sambung atau joint reflect cracking kondisi jalan sungkur atau shoving.

 

Untuk pekerjaan Preservasi Jalan Nasional khususnya proyek jalan muara Lembu sampai Perbatasan Sijunjung Sumbar mengabiskan anggaran tahun 2022 cukup besar sebesar Rp71.511.229.000,- kontraktor pelaksana PT  Putra Hari Mandiri, Konsultan Supervisi PT Virama Karya KSO.

Selanjutnya tahun anggaran 2024 APBN pusat mengelontorkan dana untuk Preservasi Jalan Nasional yang sama yakni Muara Lembu Kuansing Riau batas Sijunjung Sumbar sebesar Rp21.664.936.000.00 miliar sangat fantastik, yang dimenangkan oleh perusahan kontraktor PT Donny Putra Mandiri, Konsultan Supervisi ada tiga yakni PT Diantama Rekanusa (KSO), PT Cipta Strada, PT Bintang Agung Konsultan.

Pada tahun anggaran 2025 APBN Pusat kembali menggelontorkan lagi dana perbaikan jalan rusak untuk proyek jalan nasional yang sama itu juga, jalan lintas Muara Lembu Kuansing Riau sampai batas Sijunjung Sumbar mencapai Rp 13.959.857.000,00 kontraktor pemenang masih itu juga yakni PT Donny Putra Mandiri, namun fakta di lapangan Desember 2025 tutup buku tahun anggaran 2025 ditemukan masih terdapat jalan rusak berlubang yang tak dipreservasi, badan jalan bergelombang ada juga yang sudah ditambal sulam tapi rusak lagi.

Dilihat dari plang pagu anggaran proyek Preservasi Jalan Nasional dari APBN yang ditemukan oleh tim investigasi LSM wartawan bertuliskan: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional II. Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Riau.

Paket  : Preservasi Jalan Muara Lembu BTS Provinsi Sumbar.
Sumber Dana : APBN.
Tahun Anggaran : 2024.
Nilai Kontrak : Rp21.664.936.000.00.
Waktu Pelaksanaan : 330 ( Hari Kalender).
Waktu Pemeliharaan : 365 ( Hari Kalender).
Kontraktor Pelaksana PT Donny Putra Mandiri
Konsultan Supervisi : 
PT Diantama Rekanusa (KSO)
PT Cipta Strada 
PT Bintan Agung Konsultan.

Jalan masih banyak berlubang dan rusak .

 

Pada tahun 2025 proyek APBN Pusat  Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan dana lagi untuk Preservasi Jalan Nasional Muara Lembu sampai Perbatasan Sijunjung Sumbar. Nampak plang Proyek Berdiri di batas Kabupaten Kuansing Riau - Sijunjung Sumbar, titik koordinat 0,752462.101421742. Bertuliskan: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional II Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Riau.

Paket : Preservasi Jalan Muara Lembu BTS Provinsi Sumbar.
Sumber Dana : APBN.
Tahun Anggaran : 2025.
Nilai Kontrak : Rp13.959.857.000,00.
Waktu Pelaksanaan : 283 (Hari Kalender).
Waktu Pemeliharaan : 365 ( Hari Kalender).
Kontraktor Pelaksana : PT Donny Putra Mandiri
Konsultan Supervisi : 
PT Diantama Rekanusa (KSO).
PT Cipta Strada.

Jalan tetap masih ada yang berlubang.

Awak media dan LSM menelusuri jalan nasional Selasa (07/9/2025), di sepanjang jalan Muara Lembu sampai Perbatasan Sijunjung Sumbar banyak jalan yang berlubang , ada juga sudah ditambal sulam, tapi rusak dan nampak aspal yang sudah di tambal sulam dan ada tidak di aspal, tentu ini banyak berdampak bagi kendaraan yang melintas. Jalan sering rusak lagi, pihak berwenang beralasan karena tanah Riau labil, kendaraan melebihi tonase seperti truk batubara dan truk CPO melintas di situ.

Tim Investigasi mencoba bertanya pada masyarakat sekitar wilayah Muara Lembu sehari hari jualan di pinggir jalan, dan bertanya ada pekerjaan proyek jalan disini buk,  pedagang tersebut mengatakan tidak pernah jalan ini diperbaiki pak. Lihat saja itu sudah tergenang air di dalam akibat jalan lubang, dan pernah kecelakaan di sana Pak, kata pedagang sambil menunjukkan jalan berlubang yang tergenang air.

Tim investigasi konfirmasi kepada  yang berwenang pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BP2JN) Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum Wilayah II Provinsi Riau dengan kontak seluler bapak Yohannes Tulak +62 813-4XXX-0234 terkait Proyek Jalan Nasional Muara Lembu sampai Perbatasan Sijunjung Sumbar, berkali-kali dianggarkan Tahun 2024 anggarannya Rp21.664.936.000, 00 dan Tahun 2025 diulang lagi proyek yang sama Preservasi Jalan Nasional dengan dana Rp13.959.857.000,00 tapi masih banyak kerusakan jalan tidak dikerjakan, berlubang dan Yohanes Tulak menjawab: "Terima kasih infonya Pak - kami tindak lanjuti - Tks," tutupnya singkat, Kamis (18/12/2025). Sementara PPTKnya Erfin dan anggota PPTK Deby Herdika yang dikonfirmasi masalah tersebut di atas Kamis (18/12/2025) yang bersangkutan juga belum memberikan jawaban.

 

Masyarakat harus tahu apa itu Preservasi Jalan, Preservasi jalan adalah kegiatan penanganan berupa pencegahan, perawatan, dan perbaikan yang dilakukan untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap optimal dan mencapai umur rencana yang ditetapkan.

Tujuannya adalah untuk memastikan jalan selalu berfungsi dengan baik, menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas, serta mendukung pertumbuhan ekonomi melalui penurunan biaya transportasi dan peningkatan investasi.

Preservasi jalan mencakup berbagai tindakan seperti:

1, Pencegahan: Upaya awal untuk melindungi jalan dari kerusakan sebelum terjadi.

2, Perawatan (Pemeliharaan): Kegiatan rutin dan terjadwal untuk menjaga kondisi jalan, seperti perbaikan kecil atau inspeksi berkala.

3, Perbaikan: Tindakan korektif untuk mengatasi kerusakan atau kegagalan yang sudah terjadi, seperti menambal jalan berlubang.

Tujuan Utama Preservasi Jalan
mempertahankan fungsi jalan: Memastikan jalan berfungsi secara optimal untuk melayani kebutuhan lalu lintas.

Mencapai Umur Rencana: menjaga jalan agar dapat digunakan sesuai dengan masa layanan yang telah ditentukan.

 

Meningkatkan Keselamatan: memastikan pengguna jalan merasa aman dan nyaman saat melintas.

Menurunkan Biaya Transportasi: Jalan yang terawat baik dapat memperpanjang usia kendaraan dan mengurangi biaya operasional.

Mendorong Pertumbuhan Ekonomi: Prasarana transportasi yang baik mendukung aktivitas ekonomi, pengembangan daerah, dan menarik investasi.

Preservasi Jalan Pematang Reba Inhu Batas Jambi 2025 Masih Banyak Rusak

Jelas anggaran preservasi jalan yang begitu besar tentu dituntut untuk maksimal agar jangan terjadi kecelakaan lalulintas, kalau yang dikerjakan oleh pihak kontraktor PT Nagamas Mitra Usaha ini mencerminkan pekerjakan yang buruk, biaya dikucurkan oleh pemerintah pusat APBN tidak memuaskan masyarakat.

Pimpinan PT Nagamas, Sutopo yang dikonfirmasi terkait proyek jalan preservasi yang mereka kerjakan kurang baik masih banyak yang rusak hingga berita ini diterbitkan belum memberikan keterangan.

"Jadi kami minta pihak Kejaksaan Tinggi Riau atau Kepolisian untuk memeriksa perusahaan kontraktor PT Nagamas Mitra Usaha anggaran Preservasi Jalan Nasional Pematang Reba sampai Perbatasan Jambi," jelas Rahman Ketua Investigasi Wilayah Sumbagut Tim Operasional Penyelamat Aset Negara Republik Indonesia (DPP TOPAN RI). (tim)