Bupati Rohil Bistamam Janji Kampanye Omon Omon Aja, Jalan Panipahan Rusak Berat Kayak Jalan Neraka Tak Dipedulikan

Senin, 22 Desember 2025 - 22:47:22 WIB

Jalan darat ke Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika) Kabupaten Rokanhilir Riau rusak berat sejauh hampir 30 km kayak jalan neraka, padahal daerah ini penghasil laut terbesar di Riau untuk ekspor ke Malaysia. Tapi hasil laut tak masuk ke ibukota Provinsi Riau Kota Pekanbaru karena jaraknya jauh 10 jam perjalanan darat. (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)

Panipahan, Detak Indonesia--Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Kabupaten Rokan Hilir, Riau atau lebih dikenal dengan nama Panipahan kota terapung berbatasan dengan Kabupaten Labuhan Batu 
Provinsi Sumatra Utara, berada di pinggir pantai, dihuni hampir 20.000 jiwa terdapat bermacam suku dan agama, hidup saling berdampingan, masyarakat Panipahan mayoritas penduduknya melaut alias nelayan.

Tim investigasi monitoring LSM dan wartawan menyelusuri jalan sekitaran Panipahan terlihat akses jalan kota Panipahan banyak yang putus dibantu diperbaiki warga dengan kayu seberang Nipah dan kayu ada juga jalan berlubang, sebelumnya pernah di beritakan "Jalan Neraka", jalan Panipahan, di tengah keramaian kota Panipahan tentu menjadi perhatian khusus pemerintah Provinsi Riau dan Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), karena ada, terlihat kantor-kantor pemerintah, seperti sekolah SD, SMP, ada juga Kantor Polsek Panipahan, Kantor Camat, kantor Bea Cukai, Kantor Syahbandar, Kepenghuluan Panipahan, tempat ibadah umat Islam, umat Budha, dan umat kristiani dan lain lain semuanya itu bersinergi dengan pembangunan kota Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas Kabupaten Rokan Hilir.

Masyarakat Panipahan sampaikan kepada media kalau untuk jalan ke Panipahan ini jalannya ektrem jalan tanah berlubang wajar dikatakan "Jalan Neraka" karena parah jalannya, dari Bagansiapi-api  menempuh perjalanan 4 jam ke Panipahan, itu kalau musim panas jalan keras kalau musim hujan begini mau 8 jam, ada juga jalan dari Bagansiapi-api ke Aek Nabara Sumatera Utara (Sumut)-Panipahan bisa tempuh 10 jam. Panipahan penghasil ikan ada 30 gudang ikan di Panipahan ini, 150 ton sekali tiga hari hasil tangkapan ikan nelayan dibawa ke Malaysia, Batam dan Tanjungbalai Asahan Sumut. Demikian ungkap warga Panipahan Sitorus Senin (22/12/2025).

Di tempat terpisah salah seorang pedagang pemborong hasil laut dari Kota Pinang Sumatera Utara yang khusus datang dengan motor keranjangnya, Wahyudi kepada awak media ini menjelaskan tentang menyusutnya hasil tangkapan laut para nelayan Panipahan.

Contoh seperti Ikan Senangin yang biasanya Rp20.000 per kilogram kini naik menjadi Rp25.000 per kg. Cumi-cumi atau sotong biasanya Rp25.000 per kg kini meroket menjadi Rp32.000 perkg.

 

Sementara keterangan dari pedagang ikan, di Panipahan ini hanya terdapat ikan khusus seperti Senangin, Bawal, Udang, Kepiting, Cumi-cumi, kerang, dan yang jarang ditemukan ikan serai, ikan gembung.

Tokoh pemuda Panipahan mengatakan Panipahan ini untuk pemilihan umum suara terbanyak Pak Bistamam bupati sekarang bayangkan penduduk Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas ini 20.000 jiwa, pernah beliau (Bupati Bistamam) mengatakan waktu kampanye mengatakan akan membangun infrastruktur jalan Panipahan sampai saat ini omon omon aja bupati Bistamam.

"Tidak menepati janjinya saat kampanye kami sebagai warga Panipahan kecewa bang sama Pemerintah Rokan Hilir, biar tau abang Panipahan mayoritas nelayan hidupnya di laut hasil nelayan dibawa ke Tanjungbalai Asahan Sumut, Panipahan dekat ke Sumut bang, seharusnya pemerintah Rohil perhatian khusus kepada Panipahan, kami kesulitan Elpiji, kami kesulitan BBM, kami kesulitan air bersih, jaringan listrik dari Sumut bukan dari Riau, bahan pokok itu banyak di datangkan dari wilayah Tanjungbalai Asahan bukan dari Bagan bang, ikan ikan hasil tangkapan nelayan Panipahan dibawa ke Malaysia, Tanjungbalai Asahan, Kota Pinang, Aek Nabara Sumut bang, dikarenakan akses jalan sangat sulit dari Kota Panipahan ke Bagan 10 jam jalan darat," kata warga..

Awak media dan LSM menghubungi Kepala Daerah Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) H Bistamam lewat seluler dengan nomor Hp +62 813-6XXX-8021 untuk menindaklanjuti hasil temuan jalan rusak, juga keluhan warga, terkait janji kampanye Bistaman kalau jadi bupati akan membangun infrastruktur jalan Panipahan dan pertanyaan hasil laut di Panipahan adakah masuk ke dana APBD dan pembangunan yang ada di kota Panipahan Kecamatan Pasir Limau Kapas?  Namun ditelpon pak Bistamam tidak menjawab, di chat ceklis dua tak dibalas Pak Bupati, Senin (22/12/2025).

Selanjutnya tim investigasi wartawan dan LSM menghubungi Wakil Bupati Kabupaten Rokan Hilir Rohil Jhony Charles lewat seluler +62 821-9XXX-9838 waktu pemilihan suara terbanyak pemilu di Panipahan dimenangkan bupati-wakil Rohil Bistamam -Jhony Charles terkait jalan rusak tidak ada uluran tangan pemerintah, infrastruktur jalan tidak dibangun, hasil laut Panipahan melimpah apakah masuk kas daerah ditelpon tidak dijawab, di chat tidak dibalas.

Di tempat terpisah, menanggapi jalan rusak parah "jalan neraka" Panipahan ini, anggota Komisi IV DPRD Riau dari Fraksi PKS Muharam yang dikontak tim investigasi menjelaskan terima kasih informasinya, nanti akan ditindaklanjuti. (tim)