Hutan Konservasi Sempadan Sungai Kunyit Solok Selatan Digunduli, Ditanami Sawit
Hutan Konservasi Sempadan Sungai Kunyit Solok Selatan digunduli, ditanami sawit. Alat berat ekskavator Komatsu warna kuning PC 200 meraung-raung, pekerja mulai tanam sawit. (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)
Solok Selatan, Detak Indonesia--Bukit di kawasan konservasi sempadan Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat nampak telah Digunduli/botak hutan alamnya, Minggu (11/1/2026).
Nampak alat berat ekskavator Komatsu warna kuning PC 200 sedang membuat tetesan untuk jalur penanaman bibit sawit. Beberapa bibit sawit baru tanam nampak tumbuh di kawasan konservasi sempadan Sungai Kunyit tersebut.
Warga Tempatan kepada tim investigasi awak media dan LSM DPP TOPAN RI Wilayah Sumbagut memberikan informasi oknum yang membuka kebun sawit di atas bukit yang botak itu adalah pemodal besar. Warga tak punya modal takkan mampu membuka hutan di atas bukit dengan alat berat seperti itu.
Berbagai keanehan ditemukan di kawasan hutan Solok Selatan yang menurut warga sudah terjadi deforestasi, penggundulan hutan secara besar-besaran sejak tahun 1998 lalu hingga 2026 ini masih berlangsung.
Dengan dibukanya jalan penghubung dari kawasan kebun sawit PTPN VI di Kabupaten Solok Selatan sampai ke Sungai Rumbai Kabupaten Dharmasraya Sumbar, aktivitas pembukaan hutan terjadi besar-besaran dan ditanami tanaman sawit yang sangat mendominasi.


Foto atas, bukit kawasan konservasi sempadan Sungai Kunyit sudah gundul, foto fata aliran Sungai Kunyit. (azf)
Warga juga menyebutkan terdapat kebun sawit Bupati Solok Selatan H Khairunas sekitar luas 200 hektare dekat Kampung Log. Memang kata warga Solok Selatan bahwa Bupati Solok Selatan H Khairunas dulunya sebelum jadi bupati dia adalah pemain kayu balak, punya sawmill yang kini telah berubah sawmill itu menjadi lokasi SPBU milik Pak Bupati. Kebun sawit itu kata warga diduga masuk kawasan hutan. Warga juga mempertanyakan kenapa jalan lama di Langliang tidak dilanjutkan perbaikannya. Malah perbaikan jalan direncanakan masuk ke dalam kebun sawit milik Pak Bupati itu nantinya.
Sehubungan informasi dari warga di atas, tim investigasi dan LSM DPP TOPAN RI berusaha konfirmasi kepada Bupati Solok Selatan H Khairunas sejak Sabtu dan Minggu lalu (10-11/1/2026), namun Pak Bupati belum memberikan penjelasan/konfirmasi. Ponselnya yang dikirimi pesan WA hingga kini belum merespon untuk konfirmasi.
Jalan yang menghubungkan Kabupaten Solok Selatan ke Kabupaten Dharmasraya Sumbar masih rusak berat memprihatinkan. Baik jalan lama di Langliang maupun jalan baru yang masuk dari kebun sawit PTPN VI menuju Sungai Rumbai Kabupaten Dharmasraya, Sumbar.



Foto atas jalan menuju kebun sawit Bupati Solok Selatan H Khairunas. Foto tengah kawasan hutan di latar belakang sudah menjadi kebun sawit. Foto bawah kata warga persiapan lahan akan dibangun Pabrik Kelapa Sawit (PKS) grup PT Genk, dipertanyakan apakah PT Genk sudah punya kebun sawit minimal 20 persen? (azf)
Warga Solok Selatan berharap kepada Bupati Solok Selatan agar jalan lama di Langliang dilanjutkan perbaikannya. Karena sudah dilakukan perbaikan cukup lebar dengan batu koral dan tinggal diaspal. Sementara jembatan kecil cuma bisa dilewati mobil kecil seperti L-300. Truk besar tak bisa lewat jembatan kecil ini. (azf)