Jalan Tanjung Kapal Rupat di Semen Beton Dapat Kucuran APBN Rp13 Miliar Lebih

Ahad, 01 Februari 2026 - 20:18:36 WIB

Preservasi Jalan Tanjung Kapal-Jalan Pemuda Rupat, Kabupaten Bengkalis dana APBN 2025-2206 sebesar Rp13 miliar lebih sedang berlangsung Jumat lalu (30/1/2026). Badan jalan akan dicor beton bertulang atau dirigid sejauh 1,8 km. (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)

Rupat, Detak Indonesia--Kabupaten Bengkalis, Riau khususnya Desa Tanjung Kapal, Kecamatan Rupat tak jauh dari dermaga Ro-Ro Tanjung Kapal dekat SPBU, tahun anggaran 2025-2026 ini mendapat kucuran dana Preservasi Jalan sepanjang 1,8 km bersumber dari dana APBN sebesar Rp13 miliar lebih.

Kepala Balai Pelaksana Pembangunan Jalan Nasional (BP2JN) Wilayah II Sumatera, Danil melalui Satker Wilayah I Naimilayanti yang dikonfirmasi Jumat (30/1/2026) belum bersedia memberikan keterangan. Memang jajaran BP2JN Wilayah II Sumatera yang beroperasi di Riau ini sangat tertutup memberikan keterangan kepada wartawan yang konfirmasi kepada mereka. Beberapa pertanyaan tak dijawab.

Namun pekerja di lapangan yang ditanya wartawan menjelaskan mereka sedang mengecor alas jalan rigid setebal 20 cm. Kenapa tak pakai kerangka besi pengecorannya? Dijawab pekerja memang nanti pakai kerangka besi setelah pengecoran alas jalan rigid beton ini.

Sehari selesai dicor pada Jumat (30/1/2026) maka pada hari Sabtu (31/1/2026) bekas coran sudah kering dan banyak dilewati sejumlah pemotor, walau jalurnya masih ditutup plang.

Sesuai plang proyek yang dipasang di lapangan kegiatan Peningkatan jalan kabupaten/kota. Pekerjaan Preservasi Jalan Tanjung Kapal- Jalan Pemuda. Nomor kontrak EP-01KCTFHJ3FRB7WXXSM1QSXYBD3. Harga kontrak Rp13.350.820.000. Waktu pelaksanaan 120 hari kalender. Waktu pemeliharaan 365 hari kalender. Sumber dana APBN tahun anggaran 2025-2026. Kontraktor Pelaksana CV Tagar Harapan. Konsultan Pengawas PT Ciriatama Nusawidya Consult.

Masyarakat Rupat, Pak Hamzah mengeluhkan pengerjaan jalan di Pulau Rupat tiap tahun hanya sepanjang sekitar 500 meter. Saat ini permintaan warga kepada Pemerintah hanya minta tolong perbaiki infrastruktur jalan. Saat ini masih ada yang belom dirigid beton, masih jalan tanah. Saat musim kemarau sekarang berdebu, dan musim hujan becek.

"Permintaan kami masyarakat Pulau Rupat ini tak banyak-banyak. Tolonglah Pemerintah perbaiki jalan raya sampai dicor beton seluruhnya. Masyarakat bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dari kebun karet, kebun sawit, kebun pinang, dan nelayan," kata Pak Hamzah. (azf)