Razia Gabungan POM TNI AD/AU, Propam Polda Riau, 13 Terjaring, Satu Disebut-sebut Anak Pejabat
Foto atas para tersangka pengguna narkotika ganja dan rokok elektrik mengandung narkoba etomidate yang ditangkap Tim Gabungan POM AD/AU dan Propam Polda Riau di tempat hiburan malam Sabtu (23/5/2026) hingga Minggu dinihari (24/5/2026). Foto bawah konferensi pers digelar Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta dan Kepala BNN Kota Pekanbaru Kombes Wawan dan Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru Noki Loviko didampingi seorang dokter dari BNN Kota Pekanbaru, Senin petang (25/5/2026). (Ist/Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)
Pekanbaru, Detak Indonesia--Razia gabungan POM TNI AD/AU dan Propam Polda Riau pada Sabtu 23 Mei 2026 hingga Minggu dinihari 24 Mei 2026 berhasil menjaring 13 orang di tempat hiburan malam (THM) di Kota Pekanbaru. Satu di antara yang ditangkap disebut-sebut anak seorang pejabat di Kabupaten Pelalawan.
Pejabat Pelalawan tersebut dikonfirmasi sejumlah wartawan Senin petang (25/5/2026) usai konferensi pers gabungan BNN Kota Pekanbaru dan Polresta Pekanbaru di Mapolresta Pekanbaru bungkam seribu bahasa. Apalagi anak pejabat itu disebut-sebut pemimpin salah satu organisasi ternama di Pelalawan.
Penangkapan kelompok AF cs anak pejabat ini begadang pesta semalam suntuk menenggak bahan terlarang bersama para cewek-cewek selebgram cantik-cantik kelompok CS dkk yang pernah tersandung hukum beberapa tahun lalu.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta dan Kepala BNN Kota Pekanbaru Kombes Wawan dan Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru Noki Loviko didampingi seorang dokter dari BNN Kota Pekanbaru menggelar konferensi pers di Mapolresta Pekanbaru Senin petang (25/5/2026).
Tiga belas orang yang jadi tersangka, 11 diantaranya sebagai tersangka pengguna cairan narkoba mengandung etomidate dan satu tersangka ditingkatkan ke penyidikan. Di Pekanbaru harga narkoba itu jualnya sekitar Rp2 juta per unit.
Etomidate itu sebenarnya obat bius anestesi, tapi sekarang disalahgunakan dicampur ke liquid vape. Efeknya bikin ngantuk berat, hilang kesadaran, dan masuk kategori narkotika baru di Indonesia.
Nama jalanan lain yang beredar di Pekanbaru/Riau biasanya sama seperti daerah lain:
- Liquid Love Ind - merek dagang yang pernah diungkap BNN
- Liquid Gorilla, Liquid Alien - nama dagang buat cannabinoid sintetis
- Vape Sabu Cair- kalau campurannya metamfetamin
Ciri khasnya dijual di tempat hiburan malam dan sasarannya anak muda pengguna vape. Harganya Rp2-5 juta per cartridge.
Dari 13 yang ditangkap, delapan orang adalah pria, dan lima orang cewek selebgram genk CS yang pernah tersandung kasus dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur di Mal SKA Pekanbaru pada Desember 2023 lalu. Mereka ini ada dari Pelalawan, Pekanbaru, dan Kampar.
Delapan pria yang dijaring razia gabungan itu yakni inisial KS (32), RL (22), GFA (23), TT (28), AF (21), MAY (24), FER (22), IMF (22). Dan lima cewek selebgram antara lain FA (23), NR (23), SAP (22), SA (23), ALS (23).
Dari tim asesmen terpadu (TAT), 13 orang ini yang memiliki barang bukti narkotika dua orang. Yaitu FER (22) berupa narkotika daun ganja kering 9,8 gram serta empat buah cartridge Etomidate. Kedua adalah MAY (24) daun ganja kering 1,2 gram. Polresta Pekanbaru melakukan tes urine 13 orang ini di RS Bhayangkara dan positif Etomidate.
"Proses hukum terhadap 13 orang ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan," kata Kapolresta Pekanbaru Kombes Muharman Arta.
Sementara menurut Ketua BNN Kota Pekanbaru Kombes Wawan, selain 13 orang ini, ada tiga orang lain di tempat lain juga ikut diamankan sedang diasesmen.
TAT adalah tim gabungan Ketua TAT adalah Kombes Wawan selaku Kepala BNN Kota Pekanbaru, ada tim hukum dari Kejari Pekanbaru, penyidik dari Polresta Pekanbaru dan Penyidik BNN Pekanbaru. Tim hukum gunanya untuk mengkaji apakah tersangka terkait dengan jaringan narkoba atau tidak. Sementara tim medis ada dua dokter dari BNN Kota Pekanbaru dan BNN Riau. Fungsinya untuk mengetahui penggunaan narkoba dari tersangka. Apakah kategori ringan, sedang, atau berat. Akan ditentukan apakah rawat inap atau rawat jalan.
Yang menentukan rawat inap dan rawat jalan adalah tim medis. Sedangkan tim hukum menilai apakah para tersangka terlibat jaringan narkoba atau tidak.
Hasil TAT untuk inisial FER (22) cek urine positif ganja dan Etomidate. Barang bukti di tangannya ganja kering 9,86 gram dan etomidate 7,76 gram. Hasil putusan tim TAT inisial FER tidak terlibat dalam jaringan, tapi barang bukti ganja miliknya melebihi dari ketentuan SEMA No.4/2010. Dalam aturan ini barang bukti batasnya 5 gram. Makanya FER kasusnya ditingkatkan ke tahap penyidikan.
Tersangka inilah yang menciumkan etomidate itu ke hidung para cewek selebgram. Kemudian cewek selebgram inisial SA (23) mencoba menghisap tiga kali, mau hisap keempat dia pusing dan tak mau lagi hisap. Tersangka FER ini kasusnya ditingkatkan ke penyidikan.
Kemudian MAY (24) hasil cek urinenya positif ganja dan etomidate, ganja 1,39 gram, tidak terlibat dalam jaringan, menggunakan narkotika dari 2019 kategori pengguna narkotika berat sehingga MAY rawat inap 3 bulan di rumah sakit Pemerintah atau Swasta.
Kemudian tersangka TT positif etomidate tak terlibat dalam jaringan, kategori pengguna ringan rawat jalan enam kali di BNN Riau. Dari tersangka TT dan seterusnya adalah pengguna etomidate dan satu ganja.
Kemudian tersangka KS pengguna narkoba kategori ringan rawat jalan enam kali di BNN Riau. Inisial AF yang disebut-sebut anak pejabat Pelalawan Riau positif etomidate dan ganja. Untuk ganja dia tidak menggunakan ganja termasuk dari keterangan dua tersangka tadi. Kok bisa positif? Ternyata tersangka satu dan dua tadi mengusap ganja di dalam toilet. AF masuk ke toilet. Kombes Wawan tanya ke dokter apakah terhirup asap ganja bisa positif? Dijawab dokter bisa.
Tersangka AF tidak terlibat dalam jaringan, kategori pengguna ringan maka rawat jalan empat kali di BNN Kota Pekanbaru. Tujuannya agar masing-masing tak penuh di BNN Riau, jadi dibagi-bagi rawat jalannya. (azf)