Diduga Jadi Sarang Mafia Solar Bersubsidi, Aktivitas di SPBU 14.263.594 Pasaman Barat Jadi Sorotan, Publik Minta APH Bertindak Tegas
Diduga jadi marang Mafia Solar Bersubsidi, aktivitas di SPBU 14.263.594 Pasaman Barat jadi orotan, publik minta APH bertindak tegas. (tim)
Lembah Melintang, Detak Indonesia--Dugaan praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar kembali mencuat di Kabupaten Pasaman Barat, Sumbar. Kali ini, sorotan publik mengarah ke SPBU 14.263.594 yang berada di Jalan Madura, Kampung Juar, Kecamatan Lembah Melintang, setelah ditemukan aktivitas mencurigakan yang diduga berkaitan dengan praktik pelangsiran solar bersubsidi.
Hasil investigasi tim awak media di lapangan memperlihatkan sejumlah kendaraan yang diduga merupakan mobil pelangsir berulang kali keluar-masuk area SPBU untuk melakukan pengisian solar subsidi.
Kendaraan-kendaraan tersebut juga terlihat mengantre dalam waktu cukup lama, sehingga memunculkan dugaan adanya pola pengisian yang perlu ditelusuri lebih lanjut oleh pihak berwenang.
Fenomena tersebut memantik perhatian masyarakat. Warga mempertanyakan efektivitas pengawasan terhadap penyaluran BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak. Apabila dugaan penyalahgunaan ini terbukti, praktik tersebut berpotensi merugikan keuangan negara sekaligus mengganggu distribusi BBM subsidi bagi masyarakat yang membutuhkan.
Masyarakat mendesak aparat penegak hukum, Pertamina Patra Niaga, serta instansi pengawas terkait untuk segera turun ke lapangan melakukan investigasi secara menyeluruh. Penindakan yang tegas dinilai penting guna memastikan distribusi BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan dan tidak dimanfaatkan oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi.
Saat dikonfirmasi, Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto SIK, menyarankan agar konfirmasi mengenai mekanisme penyaluran BBM dilakukan langsung kepada pihak pengelola SPBU.
"Konfirmasi langsung dengan pihak SPBU, Pak, karena mereka yang lebih punya kewenangan terkait pengaturan BBM tersebut," ujar Kapolres melalui pesan singkat whatsapp.
Tim awak media kemudian berupaya meminta kontak pengelola SPBU maupun Kapolsek Ujung Gading untuk memperoleh konfirmasi lanjutan. Namun Kapolres menyatakan tidak memiliki nomor kontak pihak SPBU. Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola SPBU, Pertamina Patra Niaga, maupun pihak terkait lainnya belum memberikan keterangan resmi. (tim/ikh/arm/azf)