Periksa para Dokter di RSUD Tengku Rafian Siak Atas Kematian dr Alex, Ada Dugaan Pembunuhan !
Penemuan jenazah dokter residen anestesi, dr Alex Cristo Loris, di RSUD Tengku Rafian Siak, Riau di semak-semak belakang rumah sakit tersebut diduga ada unsur pembunuhan. Pengacara minta Polda Riau periksa orang-orang dekat korban. Foto bawah Pengacara AB Purba SH MH dan Freddy Simanjuntak SH MH dari LBH Horas Riau bersama isteri korban Yuliati Manurung dan keluarga menuntut keras kematian suaminya agar diungkap cepat polisi. (Dok. Tim/Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)
Pekanbaru, Detak Indonesia--Pengacara kondang AB Purba SH MH dan Freddy Simanjuntak SH MH dari LBH Horas Pekanbaru mendesak Polda Riau agar mengambil alih penyelidikan dan penyidikan kasus kematian dokter residen anestesi, dr Alex Cristo Loris, di RSUD Tengku Rafian Siak, Riau.
"Hal ini kami nilai Polres Siak lamban mengungkap misteri kematian dr Alex. Masak baru enam saksi yang dimintai keterangan. Kami menilai ini kasus dugaan pembunuhan berencana," tegas AB Purba dan Freddy Simanjuntak di Pekanbaru, Rabu (22/7/2026).
Menurut AB Purba selaku Ketua Ikatan Keluarga Batak Riau (IKBR) dia membentuk LBH Horas dengan tujuan untuk memberi bantuan hukum kepada keluarga dan membantu polisi ungkap kasus ini.
Menurut AB Purba pihaknya sudah ke Polres Siak tapi tak ada jumpa Kapolres dan Kasat, tapi ketemu Kanit Res. Sementara menurut Freddy Simanjuntak kasus kematian dr Alex ada dugaan kuat perencanaan pembunuhan, Kapolri agar perintahkan Polda Riau tangkap pelaku pembunuhan dr Alex. Polda Riau agar ambil alih penyelidikan dan penyidikan kasus kematian dr Alex.
Menurut Freddy Simanjuntak polisi harus memeriksa memperdalam penyelidikan terhadap orang-orang di sekitar korban seperti dr Mayang yang dipindahkan ke Pekanbaru pasca kematian dr Alex, dan dr Fajar, dr Benny.
Menurut isteri korban, yakni dr Yuliati Marbun saat pertama dia menemukan jenazah suaminya di semak-semak belakang rumah sakit umum daerah Tengku Rafian Siak, di belakang telinga kiri korban mengeluarkan darah. Bagian belakang kepala korban saat diusap juga berdarah. Perut ada bekas kesan bercak memerah. Leher korban juga ada bekas lilitan tali yang melingkar. Alis mata kiri luka berdarah.

Jenazah dokter residen anestesi, dr Alex Cristo Loris saat ditemukan di semak-semak belakang RSUD Tengku Rafian Siak, Riau.
Menurut isteri korban, suaminya yang tewas diduga dibunuh ini sebelum pindah ke RSUD Tengku Rafian Siak 1 Juli hingga 14 Juli 2026 tidak ada mengeluh ada musuh.
Seperti diberikan, jejak terakhir dokter PPDS RSUD Siak terungkap sebelum ditemukan tewas, dia melepas jas di toilet ICU lalu menghilang. Peristiwa hilangnya dokter residen anestesi, dr Alex Cristo Loris, di RSUD Tengku Rafian Siak, Riau, menyisakan sejumlah tanda tanya. Salah satu fakta yang mengemuka adalah ditemukannya jas dokter milik dr Alex di toilet ICU sebelum ia keluar dari rumah sakit dan tidak kembali.
Keterangan tersebut disampaikan oleh dokter spesialis anestesi senior sekaligus pembimbing dr Alex, yakni dr Benny Chairuddin. Ia menyebutkan rangkaian kejadian sebelum dr Alex dinyatakan hilang hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia masih menyimpan banyak kejanggalan.
Ada luka di belakang kepala bekas hantaman benda keras. Apa yang terjadi sebelum dr Alex menghilang? Menurut dr Benny, berdasarkan informasi yang ia peroleh, dr Alex sempat berpamitan kepada istrinya untuk melihat pasien yang akan menjalani operasi. Namun, setelah itu, ia justru menuju toilet ICU.
“Itu yang membuat kami heran, dia pamit ke istrinya mau melihat pasien rencana operasi. Akan tetapi, justru dia ke toilet ICU, melepaskan jas dokternya, lalu pergi keluar RSUD dan tidak kembali lagi,” kata dr Benny, Senin lalu (20/7/2026).
Ia menambahkan, setelah melepas jas dokter, dr Alex diketahui berjalan kaki keluar dari lingkungan rumah sakit tanpa kembali ke mess yang berada di kompleks RSUD.
“Kenapa dia tidak pulang saja dulu ke mess yang berada di kompleks RSUD untuk melepas jas dokternya? Kenapa tidak pamit ke istrinya kalau memang mau keluar dari RSUD dan menggunakan kendaraan? Ini malah meninggalkan jas dokter di toilet ICU lalu pergi berjalan kaki,” ujarnya.
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan karena tindakan tersebut dinilai tidak lazim dilakukan oleh seorang tenaga medis yang sedang bertugas. Bagaimana proses pencarian dilakukan? dr Benny mengungkapkan bahwa dirinya menerima informasi mengenai hilangnya dr Alex sekitar pukul 21.30 WIB. Tanpa menunggu lama, ia langsung menuju rumah sakit untuk ikut melakukan pencarian.
“Jam 10 kurang saya sudah di RSUD. Saya mencari di lingkungan RSUD, sedangkan security, dua orang perawat, dan petugas kebersihan saya minta mencari ke luar rumah sakit,” ujarnya.
Terekam CCTV Keluar RSUD Siak
Sore hari pencarian dilakukan secara intensif hingga dini hari dengan menyisir berbagai lokasi, baik di dalam maupun di luar lingkungan rumah sakit.
“Kalau dibilang tidak mencari, itu tidak benar. Kami mencari ke semua ruangan kosong di RSUD, beberapa rumah petak dan kos, warung kopi yang masih buka, sampai tepian turap kami sisir,” jelasnya.
Pencarian kemudian dilanjutkan keesokan harinya dengan melibatkan manajemen rumah sakit dan petugas keamanan, termasuk menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV). Mengapa lokasi penemuan tidak terjangkau pencarian awal? dr Benny menjelaskan bahwa lokasi semak-semak tempat dr Alex ditemukan meninggal dunia tidak termasuk dalam area pencarian pada malam pertama.
“Dari malam sampai ditemukan, tidak pernah sedikit pun terpikirkan dr Alex akan pergi ke semak-semak itu. Saya juga tidak pernah tahu kalau semak-semak tersebut bisa disusuri,” tutupnya. (tim/arm/azf)