Ratusan Pelajar Malaysia Mengunjungi Kampung Zapin Bengkalis

Rabu, 25 Juli 2018 - 09:55:30 WIB

Ratusan Pelajar Malaysia Mengunjungi Kampung Zapin Bengkalis

Bengkalis, Detak Indonesia.co.id -- Dalam rangka kunjungan kerjasama para pelajar yang berasal dari UITM (Universiti Teknologi Mara Melaka) dari Malaysia dengan Politeknik Negeri Bengkalis, Provinsi Riau. Pada hari selasa petang (24/7/2018), sekitar 138 orang pelajar dari Malaysia mengunjungi Kampung Zapin yang berada di Desa Meskom, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis. Dimana kedatangan para pelajar tersebut ke Kampung Zapin, untuk mengenal lebih dekat kesenian budaya Zapin Indonesia yang ada di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Zapin adalah seni tari tradisional Melayu yang diiringi oleh alat musik gambus, rebana, marwas dan nyanyian. Tari Zapin secara umum adalah seni yang berasal dari Arab, yang menyebar ke wilayah Riau pada masa lalu. Bengkalis dan Siak merupakan daerah penyebaran awal dari seni Tari Zapin tersebut, dikarenakan karena berada di wilayah pesisir pantai, yang lambat laun menjadi budaya masyarakat setempat, dengan sentuhan sedikit berbeda dengan budaya yang ada di negeri Arab.

Assistant Rector UITM (Universiti Teknologi Mara Melaka) dari Malaysia, Mohd Rasdi Zaini menjelaskan, kerjasama diantara Malaysia dan Indonesia banyak beberapa program yang telah dilalui oleh kedua-dua pelajar diantara UITM dengan Politeknik Negeri Bengkalis. Program-program ini yang nampak Alhamdulillah telah dilaksanakan dengan jayanya, dimana kita dapat melihat pelajar-pelajar telah melakukan program penanaman mangrove (hutan bakau) dan ini adalah sesuatu program yang amat baik untuk masyarakat kita diantara dua negara untuk menjaga sekitaran alam. Dan disini juga kami dapat satu peluang yang sangat baik program yang amat baik pada petang ini, dimane Politeknik Negeri Bengkalis telah bawa kami ke salah satu kampung, yaitu Kampung Zapin, dimane kami telah dapat lihat satu budaye Melayu yang amat klasik dan amat menarik yang telah ditunjukkan oleh masyarakat kampung disini. Jadi kami ingin mengambil mengambil kesempatan ingin mengucapkan jutaan terime kasih kepada warge seluruh negeri Bengkalis dan khususnya Politeknik Negeri Bengkalis yang telah membawa kami memperkenalkan di seluruh daerah Bengkalis disini. Dimana banyak program budaye yang kami kenal yang sane-same boleh dikatakan diantara Malaysia dan Indonesia kita telah dapat menyelami satu same lain, tidak banyak perbedaan tetapi banyak persamaan yang kami kongsikan dan kami boleh mengenali dan Insyaallah boleh dilanjutkan kepada warge UITM Malaysia disana. Jumlah peserta sekitar 138 orang peserta yang telah hadir, yang telah bersame-same menyertai program yang telah dirancang oleh pihak Politeknik Negeri Bengkalis dan juge UITM. Dan khususnya sudah pasti UITM Malaysia merase amat bebesar hati dan bangge bile berade di Bengkalis. Kami berharap kami dapat melanjutkan mungkin akan ada ekspedisi seterusnya untuk kita meng eratkan atau pun mengadakan program-program yang lebih berinfak, supaye kedue-due pihak mendapat manfaat bagi program-program di masa depan, ungkapnya.

Selain itu Kepala Desa Meskom, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Usman mengungkapkan, kami merasa sangat bersyukur dan berterima kasih Desa Meskom telah dikunjungi negara tetangga kita dalam hal ini UITM yang berasal dari Malaysia, yang ingin langsung menyaksikan bagaimana kesenian Zapin itu sendiri. Dan kami pun telah menampilkan kesenian Zapin itu sendiri, dan menyampaikan seluk beluk tentang Zapin dan Alhamdulillah telah sudah disampaikan oleh maestro Zapin kita pak Zainudin, jadi sekali lagi kami sangat gembira dan sangat berbangga hati dan Insyaallah kedepan ini adalah merupakan semakin memberikan semangat kepada kami untuk lebih kempertahankan seni dan budaya daerah kita ini, dan Insyaallah akan kita kembangkan kedepannya, ungkapnya.

Maestro Zapin Bengkalis, Provinsi Riau, Muhammad Zainudin menerangkan, pernah saya lihat saat tampil di Pekanbaru dan berjumpa dengan seni Zapin dari Malaysia, perbedaan seni  Zapin Malaysia dan Indonesia salah satunya terletak pada mahzab tentang pakaian terutamanya. Pakaian berbaju kurung berkain kalau perempuan kainnya disulup di kepala. Itulah perbedaan dasarnya, kalau gerak dan langkah yang jelas tetap ada, kalau dari Malaysia gerak dan langkahnya agak melebar kebelakang, jelasnya. (Dev)