Kyai Said Aqil Siradj dan Waketum DPP SANTAN NU Bantu Bedah Rumah Rp15 Juta
Kwtua Umum Santri Tani Nahdatul Ulama (SANTAN NU) T Rusli Ahmad dan rombongan meninjau dan menyerahkan uang tunai sebesar Rp15 juta kepada nenek Nurhayati penerima bantuan bedah rumah nelayan di Kota Dumai Riau, Minggu (21/3/2021). (Foto dok. DPD APPI Ria
Dumai, Detak Indonesia--Dalam perhelatan peringatan Hari Hutan Sedunia dan Hari Air Sedunia yang di taja oleh Santri Tani Nahdatul Ulama (SANTAN NU) meninggalkan suasana haru saat Ketua Umum SANTAN NU T Rusli Ahmad SE menyerahkan uang tunai sebesar Rp15 juta kepada nenek Nurhayati penerima bantuan bedah rumah nelayan.
Penyerahan bantuan dilaksanakan di lantai 12 Hotel The Zuri dan disaksikan oleh Ketua RT 05 Kelueahan Pangkalansesai Kecamatan Dumai Barat Zamri Afdhal.
Nenek Nurhayati mengatakan bahwa selama ini atap rumahnya yang bocor membuat dia tidak nyaman untuk tidur dan melaksanakan sholat.
“Saya senang rumah saya di rehab saya dapat tidur, tak terbayang rumah bocor lagi. Biasanya awak tidur, sholat rumah bocor. Tak tenang pikiran tu," ujar nenek Nurhayati, Minggu (21/3/2021).

Nenek yang telah berumur 77 tahun itu menceritakan kalau hujan dia tidak bisa ke mana mana, hanya berdiam diri di dalam rumah itu sementara atap rumahnya bocor.
“Kemarin hujan lebat, rumah bocor, saya tak dapat pergi kemano-mano, " katanya dengan logat Melayunya.
Ketua RT 05 Kelurahan Pangkalansesai Kecamatan Dumai Barat Zamri Afdhal kepada awak media mensyukuri adanya Program Bedah Rrumah oleh SANTAN NU.
“Alhamdulillah semoga ini berkelanjutan, semoga ke depan bisa memberikan kepada yang lainnya, " ucap Afdal.
Ketua RT 05 itu juga menceritakan kondisi rumah nenek Nurhayati yang memang layak untuk direnovasi.
“Kondisi rumah nenek, seperti yang dibilang nenek tadi, atap ada bocor, terus lantai juga kurang bagus sebenarnya ya papannya sudah ada yang lapuk, dinding, juga tidak berpelafon," terang Pak RT.
Ditambahkan oleh Pak RT, di dalam rumah nenek Nurhayati saat ini belum ada kamar mandi.
“Kamar mandi juga tidak ada, jadi kalau mau mandi, ke rumah anaknya yang di depan, dia perlu berjalan sekitar 5 meteranlah dari pintu rumahnya itu," jelas Zamri Afdhal.
Nenek Nurhayati saat ini tinggal sendiri di rumahnya, ia dijaga oleh salah satu anaknya yang tinggal tidak jauh dari rumah nenek Nurhayati.
Ketua Umum SANTAN NU T Rusli Ahmad SE ketika dikonfirmasi awak media mengatakan Program Bedah Rumah ini berawal dari kunjungan DPP Santri Tani NU ke Kota Dumai, menemukan warga pinggiran sudah tua renta dengan kondisi rumah yang sangat memprihatinkan.
“Kita melihat ada masyarakat pinggiran di dalam kota, khususnya Kota Dumai, setelah kita berkunjung di Kota Dumai, kita menemukan seorang tua yang renta, rumahnya papan, atapnya bocor, kalau banjir, kebanjiran, kalau hujan, dia kehujanan di dalamnya, maka kita dari Santri Tani Nahdatul Ulama (SANTAN NU), punya komitmen memberi bantuan bedah rumah," jelas Rusli.
Ia menjelaskan program bantuan program rumah itu terlaksana berkat bantuan dari Ketua Dewan Pembina dan Wakil Ketua Umum DPP SANTAN NU.
“Mendengar informasi yang saya sampaikan, Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA, sebagai Ketua Dewan Pembina SANTAN NU bersama Wakil Ketua Umum DPP SANTAN NU, Pak Amran memberi bantuan untuk Bedah Rumah senilai Rp15 juta," ujarnya lagi.
Alumni Universitas Riau itu mengatakan, Santri Tani Nahdatul Ulama akan memprogram kegiatan bedah rumah dilakukan setiap tiga bulan.
"Harapan kita program bedah rumah ini bisa berjalan setiap tiga bulan dan menyasar kepada orang yang benar-benar membutuhkannya. Alhamdulillah, Saat ini dari pengurus SANTAN NU sudah menganggarkan sebesar Rp15 juta untuk bedah rumah berikutnya," ujar Rusli.
Kegiatan ini menurut Rusli merupakan doktrin SANTAN NU, Santri Tani harus berkontribusi serta memberikan solusi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat, terutama para petani. Hal itu diamini oleh Ketua Dewan Pakar SANTAN NU Prof Dr Ashaluddin Jalil MS yang berada di samping Ketum SANTAN NU itu.(*/rls)