Dr Yudi Krismen Resmikan Basecamp Komunitas Gojek Delima Squad

Ahad, 12 Desember 2021 - 11:09:58 WIB

Delima Squad, salah satu komunitas Gojek  di Pekanbaru, Riau meresmikan basecampnya di Jalan Delima Kelurahan Tobek Godang Kota Pekanbaru, Jumat (10/12/2021). (ist)

Pekanbaru, Detak Indonesia -- Delima Squad yang merupakan salah satu komunitas GoJek  di Pekanbaru, Riau meresmikan basecampnya yang berlokasi di Jalan Delima Kelurahan Tobek Godang Kota Pekanbaru, Jumat (10/12/2021). 

Pada acara peresmian tersebut dihadiri oleh Pembina Komunitas Delima Squad Dr Yudi Krismen SH MH, Kapolsek Tampan yang diwakili Bhabinkamtibmas Aipda Ari, Ketua RT 04 Kelurahan Tobek Godang Sartoni, Fitriani Vj dan tim, Ketua Komunitas Gojek se Pekanbaru, dan Satgas Gojek Pekanbaru Oktapian. 

Dalam sambutanya Dr Yudi Krismen mengapresiasi  terbentuknya komunitas Gojek Delima Squad yang merupakan bentuk solidaritas dan partisipasi dari semua anggota yang tergabung di dalam komunitas Delima Squad, serta dukungan dari komunitas Gojek yang ada di Pekanbaru.

“Sebagai pembina, saya merasa tersanjung sebenarnya, karena ini permintaan langsung dari Pak Ardianto, beliau mendatangi kantor saya, dan meminta kesediaan saya untuk membina rekan-rekan Gojek. Sesuatu yang menjadi kebaikan tentunya harus kita dukung,” ungkap Yudi Krismen.

Pakar Hukum Pidana Universitas Islam Riau itu berpesan, siap membantu setiap anggota komunitas Gojek Delima Squad jika terbentur masalah hukum.

“Karena saya berprofesi di bidang hukum, mungkin yang saya bisa bantu kepada rekan-rekan Gojek semua tentu yang berhubungan dengan permasalahan hukum. Maka jangan sungkan-sungkan untuk bertanya,” pungkas Advokat dari Kantor Hukum YK and Partner itu

Pesan itu ia sampaikan bukan hanya kepada anggota komunitas Delima Squad saja, tetapi juga kepada komunitas Gojek lainnya. 

“Tidak hanya untuk Delima Squad, tapi juga bagi driver Gojek yang lain, silahkan," tutur advokat Peradi itu.

Dr Yudi Krismen menjelaskan bahwa, di dalam Organisasi Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia) terdapat lembaga PBH (Pusat Bantuan Hukum) Peradi yang mengurusi perkara-perkara Probono atau perkara-perkara yang tanpa dipungut biaya. Di mana sambung Dr Yudi Krismen, bagi seorang pengacara wajib menangani perkara yang bersifat probono itu minimal satu perkara dalam satu tahun.

“Jadi nanti apabila berbenturan dengan masalah hukum ataupun merasa terintimidasi, terzolimi, segera berkoordinasi dengan ketua, nanti ketua kepada saya sebagai pembina silahkan sharing agar bisa diarahkan langkah-langkah apa yang bisa diambil dan nanti bisa saya arahkan ke PPH Peradi,” tutur Penulis Buku Delik Pers itu.

Namun Dr Yudi Kerismen menekankan agar anggota yang tergabung di dalam Delima Squad maupun driver ojek yang lainnya untuk tidak bersikap arogan apalagi sampai melakukan tindakan pidana kemudian melakukan pembenaran, karena kata Dr Yudi Krismen, setiap perkara yang disidik oleh pihak kepolisian itu harus dibuktikan berdasarkan fakta.

“Karena bapak-bapak semua adalah pejuang keluarga, Ikuti segala peraturan dalam berlalu lintas, seperti melengkapi surat-surat kendaraan, berkendaralah dengan aman, dan jangan sampai berbuat kerusuhan,” imbuhnya.

Di penghujung sambutannya, Dr Yudi Krismen mengimbau kepada seluruh driver ojek online agar selalu melakukan komunikasi dengan bhabinkamtibmas, karena Bhabinkamtibmas merupakan orang yang pertama dari pihak kepolisian yang mengatasi terjadinya tindak pidana. 

Kepada awak media, Ketua Komunitas Delima Squad Ardianto Aritonang mengatakan, dimintanya Dr Yudi Krismen sebagai Pembina, karena sebagai driver ojek online memiliki resiko yang cukup tinggi, utamanya yang bersentuhan dengan hukum, tak jarang para driver ojek online yang terkena intimidasi bahkan ada yang dipukul, namun tidak ada keadilan yang diterima oleh para driver.

“Karena kita hidup di jalan, tak jarang kami bermasalah dengan hukum, kadang kami diintimidasi, bahkan dipukul, sementara sebagian dari kami awam akan hukum. Ketika salah seorang dari kami dipukul, kami tidak tahu prosedur bagaimana meminta keadilan itu, dan biasanya hanya selesai begitu saja. Makanya kami meminta kepada Bapak Yudi Krismen untuk menjadi pembina kami. Sebagai seorang ahli hukum, kami berharap beliau mengedukasi dan memberi arahan kepada kami bila di kemudian hari kami terbentur masalah hukum,” ungkap Ardianto Aritonang.

Ardianto Aritonang menambahkan Komunitas Delima Squad berdiri pada  8 Agustus 2021 dengan jumlah anggota sebanyak 55 orang driver. Ia menjelaskan berdirinya komunitas Delima Squad itu sebagai wujud rasa solidaritas dan persaudaraan sesama pengendara Gojek.

"Banyak para driver yang sudah berusia di atas 50 tahun, tetapi tidak punya basecamp, kita khawatir jika di jalan terjadi sesuatu kepada mereka, tidak ada tempat mengadu, makanya di sini kami membentuk sebuah basecamp untuk menjadi wadah rumah bagi mereka, yang tua-tua ada tempat mengadu ketika terjadi sesuatu di jalan," pungkas Ardianto Aritonang.

Dijelaskan oleh Ardianto komunitas yang dipimpinnya itu turut andil dalam aksi kemanusiaan menyalurkan bantuan bagi korban letusan Gunung Semeru yang digagas oleh komunitas Gojek se-Pekanbaru.

“Delima Squad menjadi bagian dari gerakan komunitas Gojek se-Pekanbaru melakukan penggalangan dana bantuan kemanusiaan bagi korban letusan Gunung Semeru yang dilaksanakan di 18 titik lampu merah selama 2 hari, mulai dari  8 hingga 9 Desember 2021, dengan donasi yang terkumpul sebanyak Rp34 juta.

Ia mengatakan dari donasi yang terkumpul itu, diberikan langsung kepada warga yang terdampak akibat letusan Gunung Semeru. 

“Dengan mengutus beberapa tim, membelikan apa yang dibutuhkan oleh saudara saudara kita disana," tutupnya.(*/rls)