Gubernur Riau Minta Pelihara Seni Budaya Jawa Sampai ke Anak Cucu

Ahad, 25 Juni 2023 - 13:18:17 WIB

Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi menghadiri Silarurahmi Akbar Ikatan Keluarga Besar Jawa Tengah Riau dipimpin Ketum Urip Suprianto di Pekanbaru, Ahad (25/6/2023). Ulang tahun pertama dilakukan pemotongan tumpeng.(Aznil Fajri/DetakIndonesia.co.id)

Pekanbaru, Detak Indonesia--Gubernur Riau Drs H Syamsuar MSi menghadiri acara Silaturahmi Akbar Ikatan Keluarga Besar Jawa Tengah (IKB-Jateng) Provinsi Riau, di Pekanbaru, Ahad (25/6/2023).

Ketua Umum IKB Jateng Riau, Urip Suprianto dalam sambutannya menjelaskan pihaknya berupaya mengumpulkan warga Riau dari daerah Jateng dan keturunan yang mayoritas petani dan pekebun. Diharapkan kebijakan Pemprov Riau mendukung keberlangsungan petani dan pekebun.

Sebulan lalu IKB Jateng Riau kata Urip membuat Forum Seni Budaya Jawa (FSBJ) Riau diharapkan dapat dikukuhkan Gubernur Riau untuk periode 2023-2025.

Gubernur Riau Syamsuar dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada IKB Jateng yang telah berusia satu tahun agar maju di Provinsi Riau.

 

Seni budaya Jawa harus dilestarikan sampai ke anak cucu. Dalam pertemuan dengan Depdagri dimintakan masukan untuk Riau untuk merawat beragaman seni budaya termasuk seni budaya Jawa. Di Riau juga ada banyak seni budaya seperti budaya Melayu, ada Sakai, Akit, Duano, dan lain-lain.

"Berbagai negara ada yang berusaha mencaplok seni budaya kita. Oleh sebab itu rawat dan pelihara dengan baik seni budaya kita. Dari pengalaman Saya saat jadi Wakil Bupati Siak ada upaya negara lain mau meminta dokumen Kerajaan Siak, kami waspada, tak kami kasih, kalau mau ya silakan kerjakan di Siak ini juga. Tapi jangan dibawa ke negara mereka. Akhirnya negara tetangga itu tak jadi dapatkan dokumen asli Siak," kata Gubernur Riau Syamsuar.

Syamsuar juga menjelaskan bahwa Pemerintah mengatur harga TBS sawit petani mandiri agar harganya menguntungkan petani mandiri agar petani mandiri sejahtera.

 

"Saya beberapa waktu lalu berkunjung ke Inhil, di sini banyak juga petani pinang mereka juga minta diatur harga pinang agar menguntung petani pinang mandiri. Ini sedang kami tata harga pinang ke depan agar menguntungkan petani pinang mandiri," kata Syamsuar.

Gubri juga menggarisbawahi pentingnya pendidikan dia baru bertemu sejumlah kepala sekolah. Di Pekanbaru selalu tiap tahun jadi masalah penerimaan siswa baru. Banyak yang mau masuk sekolah negeri. Tak semuanya bisa ditampung di sekolah negeri. Nanti sekolah swasta tak ada dapat siswa, jadi sekolah swasta harus bisa menampung siswa baru juga.

Gubernur menegaskan jika ada anak-anak yang pintar di Riau bisa dibantu melanjutkan sekolah gratis ke Jerman dengan syarat harus pandai bahasa Jerman. Ini diketahui Gubri ada mahasiswa Sumbar dan Gubernur Sumbar jumpa dengan Syamsuar memberikan info itu.

Syamsuar dalam suatu acara membawa Kadisnakertrans dan Disdik Riau masalah pendidikan untuk dikirim ke Jerman ini. Kalau ada 3.000 siswa mahasiswa bisa dikirim menuntut ilmu ke Jerman secara gratis.

 

Gubenur juga menyindir masalah kebun sawit yang luas di Riau tapi manfaatnya bagi Pemerintah Daerah penghasil TBS sawit dipertanyakan, tak ada. Yang dapat dana sawit itu bukan Pemda Riau tapi suatu badan yang namanya BPDPKS. Masalah dana bantuan peremajaan sawit rakyat program PSR BPDPKS per 1 hektare dapat Rp30 juta. Syamsuar menilai itu kecil sekali dan kurang seharusnya 1 hektare dibantu Rp60 juta. Karena dengan bantuan Rp30 juta/ha itu, petani masih menombok lagi dana tambahan.

Sementara kontraktor replanting sawit (peremajaan sawit) program PSR BPDPKS, selaku mitra petani sawit mandiri dan koperasi di Riau, Alexander Pranoto beberapa waktu lalu menyanggupi kerjasama peremajaan sawit walaupun dana kucuran dari BPDPKS beberapa waktu lalu Rp30 juta per hektare.

Dengan dana itu menurut Alex pihaknya bisa mengerjakan peremajaan sawit petani sawit mandiri program BPDPKS di empat provinsi yakni Riau, Sumbar, Sumut, Jambi. Namun kalau dana itu ditingkatkan menjadi sekitar Rp60 juta per hektare, Alex juga menyanggupi.

Dulu di tahun 2018-2019 dengan dana sekitar Rp30 juta per hektare bisa diremajakan sawit rakyat termasuk secara teknis dilakukan Luku 1, Luku 2, dan Harraw/penggemburan lahan untuk tanaman sela seperti jagung atau semangka.

Acara Silaturahmi Akbar IKB-Jateng bersama Forum Seni Budaya Jawa (FSBJ) ini digelar berbagai hiburan seni budaya Jawa. Ada juga bazar makanan-minuman yangbditinjau Gubernur Syamsuar. Acara dihadiri Wakil Bupati Bengkalis, Riau, Bagus Santoso putera daerah berdarah Jawa Tengah, dan undangan lainnya. (azf)