Hutan Lindung Bukit Suligi Kritis, Terus Digunduli dan Ditanami Sawit

Camat Rokan IV Koto H Alparid Toha SP MIP dan kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi di Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu, Riau yang kritis, Jumat (4/9/2026). (Aznil Fajri/Detak Indonesia.co.id)
Penulis: Redaksi
Jumat, 04 September 2026 | 12:48:00 WIB

Rokan IV Koto, Detak Indonesia--Hutan Lindung Bukit Suligi di Kabupaten Rokan Hulu dan Kampar Riau kini kritis, merintih, karena terus digunduli sampai ke atas puncak bukitnya dan telah banyak ditanami sawit oleh oknum masyarakat. Tanaman sawit sudah merangkak ke atas bukitnya.

Sumber air mulai mengering di sungai-sungai sekitar hutan lindung bahkan ada yang kering karena DAS sungai sudah ditanami sawit. Sawah warga mulai kesulitan mendapatkan pasokan air di musim kemarau awal September 2026 ini di Kabupaten Rokan Hulu. Demikian pula di Kabupaten Kampar, Riau. Hamparan kebun sawit sudah mendominasi di sekitaran hutan lindung Bukit Suligi. Di Dusun Pakobuak Desa Tanjung Medan dekat lokasi air terjun Kajatan Baru dan Desa Tibawan ditemukan banyak tumpukan kayu gergajian dari kawasan hutan tersebut. Ketika dikonfirmasi Kapolsek Rokan IV Koto Iptu Dodi memblokir ponsel media.

Luas Hutan Lindung Bukit Suligi awalnya 33.000 ha dimana hampir 80 persen (25.400,67 ha) berada di Kabupaten Rokan Hulu dan selebihnya (7.599,33 ha) Hutan Lindung Bukit Suligi berada di Kecamatan Tandun dan Kecamatan Rokan IV Koto berada di Kabupaten Rokan Hulu, sedangkan Kecamatan Bangkinang Barat berada di Kabupaten Kampar, Riau.

Namun kini luas hutan itu sudah menyusut menyusul maraknya aksi okupasi, eksploitasi hutan lindung Bukit Suligi dijadikan perkebunan sawit ilegal tanpa izin Pemerintah. Umumnya kawasan lindung diporakporandakan oleh oknum warga dan ditanami sawit secata mandiri. Perusahaan tak berani merusak kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi.

Sawit dari kawasan Bukit Suligi
Sawit dari kawasan Bukit Suligi

Hutan Lindung Bukit Suligi adalah kawasan konservasi alam dan hutan lindung seluas puluhan ribu hektare yang terletak di Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau. Kawasan ini mencakup wilayah seperti Kecamatan Tandun dan Pendalian IV Koto, serta memiliki puncak setinggi 812 mdpl yang terkenal dengan pemandangan alam dan fenomena samudera awan.

Lokasi dan Potensi Wisata

Terletak di Kabupaten Rokan Hulu, Riau. Puncak Bukit Suligi (812 mdpl) di Desa Aliantan menjadi daya tarik wisata alam karena pemandangan matahari terbit dan samudera awan.

Sebagian kawasan juga difungsikan sebagai Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Hutan Diklat.

Tantangan dan Permasalahan Lingkungan

Kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi sering menghadapi ancaman perambahan liar serta alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit. Pernah mengalami peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) cukup besar yang mencemari udara dan sulit dipadamkan akibat minimnya sumber air serta medan yang curam.

Upaya perlindungan terus dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat untuk menjaga kelestarian ekosistem dan flora-fauna di dalam kawasan.

Peta lokasi Air Terjun Kajatan Baru
Peta lokasi Air Terjun Kajatan Baru

Camat Rokan IV Koto H Alparid Toha SP MIP yang ditemui di kantornya Jumat (4/9/2026) menegaskan terkait perambahan Hutan Lindung Bukit Suligi hal ini wewenang Dinas Kehutanan Riau, bukan kewenangan Camat Rokan IV Koto kendati Bukit Suligi masuk kawasan Kecamatan Rokan IV Koto.

"Saya tahu ada eksploitasi kayu hutan di wilayah hutan Rokan IV Koto ini, tapi itu kewenangan Dinas Kehutanan. Hutan lindung Bukit Suligi sudah ditanami sawit oleh warga itu bukan kewenangan saya tapi wewenang Dinas Kehutanan Riau lah," tegas Camat Rokan IV Koto H Alparid Toha SP MIP.

Masalah ada jual beli lahan di Kecamatan Rokan IV Koto kata Camat dia tanda tangani surat hanya untuk mengetahui. Kepala Desalah yang lebih tahu soal jual beli tanah di kawasan Hutan Lindung Bukit Suligi ini. Mana yang kawasannya sudah putih (Areal Penggunaan Lain/APL), mana kawasan lindung kepala desa yang tahu persis kawasannya. (tim)
 

Reporter: Redaksi